Pemkab Meranti Bakal Tata Insfrastuktur Pulau Rangsang
Selasa, 29 Oktober 2013 18:27 WIB
SELATPANJANG - Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir mengatakan, segera menata insfrastuktur Pulau Rangkang setelah pengerjaan pembangunan jalan koridor Melai-Kedaburapat selesai. Karena pulau terluar ini kata dia, dijadikan kawasan industri masa depan Meranti.
Untuk itu penyediaan insfrastuktur harus terus dilanjutkan pada tahun-tahun mendatang, sehingga diharapkan mampu menjadi lokomotir pertumbuhan ekonomi masyarakat dan daerah ini kedepannya. "Kita harapkan proses pembangunan jalan ini harus tuntas dan tidak boleh terbengkalai," tegas Irwan menyikapi besarnya apresiasi positif masyarakat Melai dan Kedaburapat dalam menggesa percepatan pembangunan jalan koridor tersebut.
Kesediaan masyarakat menghibahkan lahan untuk body jalan selebar 5,5 meter, dinilai ia merupakan bukti bahwa masyarakat mendukung penuh kebijakan pembangunan jalan tersebut. "Jadi dengan kesiapan masyaraakat membuka lebar jalan, seperti di Dusun Dahlia Parit Amat membuktikan bahwa masyarakat memberikan apresiasi positif terhadap program pembangunan ini," katanya.
Untuk itu, atas nama pemerintah darah saya mengucapkan terima kasih. Yakinlah dengan upaya yang dilakukan masyarakat Parit Amat tersebut, akan menjadi tongak dan spirit bagi Pemkab Meranti untuk terus menggesa pembangunan jalan koridor Pulau Rangsang untuk tahun kedepannya. Pembangunan jalan ini akan terus berlanjut.
Menurutnya, untuk mewujudkan program merangkai pulau, Pemkab Meranti telah menetapkan kebijakan program pembangunan empat jalan koridor. Dan proses pembangunan keempat jalan koridor tersebut kini sedang berjalan, dan akan dilanjutkan dengan pembangunan beberapa buah jembatan.
Pulau Rangsang yang menjadi salah satu bagian pulau terluar NKRI, memang menjadi salah satu prioritas untuk digesa pembangunannya. Ini tidak hanya menyangkut peran strategis Pulau ini sebagai garda teredepan dari NKRI.
Disisi lainnya, pulau yang berhadapan langsung dengan Selat Malaka dan menjadi tombok bagi kota Selatpanjang dari terjangan ombak ini, memiliki kekayaan potensi sumber daya alam yang sanat berlimpah. Pulau ini tidak hanya menjadi sentra lumbung pangan, perkebunan, peternakan dan perikanan.
Pulau ini juga kaya akan sumber dayalam tambang, terutama garam laut. Potensi garam laut Rangsang ini memiliki kualitas yang lebih baik dan kini dalam proses untuk diekplorasi.
Lambatnya proses ekplorasi dan eksplotasi tambang garam ini di karenakan minimnya sarana infrastruktur untuk mendukung industry pengolahan garam tersebut. Selain belum adanya sarana pelabuhan atau jeti, infrastruktur jalanya juga belum maksimal.
"Kita berharap dengan pembangunan jalan koridor Melai-Kedaburapat ini akan menjadi daya tarik dan jaminan bagi investor untuk berinvestasi di Pulau terluar ini. Dan kebijakan ini juga untuk menguatkan posisi Pemkab Meranti dalam menarik shering budget angaran pembangunan infrastruktur Pulau Rangsang, baik dari Pemerintah Propinsi Riau maupun pemerintah pusat melalui dana APBN," katanya.
Untuk itu, dukungan positif masyrakat Melai dan Kedaburapat akan semakin memperkuat Pemkab Mernti untuk terus menggesa pembangunan jalan koridor tersebut. Demikian permintaan Bupati Kepulauan Meranti, Irwan kepada seluruh lapisan masyarakat. (fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal
-
Sosial
Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Perkuat Harmoni dan Persatuan
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Ekbis
Hari Buruh Internasional 2026, Prabowo Resmikan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan

