• Home
  • Meranti
  • Sekda Kepulauan Meranti Hadiri Seminar Pengembangan Diri Dharma Wanita

Sekda Kepulauan Meranti Hadiri Seminar Pengembangan Diri Dharma Wanita

Sawal Minggu, 23 Desember 2018 11:31 WIB
MERANTI - Sekretaris Daerah Kepulauan Meranti, Yulian Norwis, menghadiri Seminar Pengembangan Diri Sempena Peringatan HUT Dharma Wanita (DW) Ke-19 dan Hari Ibu Ke-90 Tahun 2018, bertempat di Aula Kantor Bupati Kepulauan Meranti, Sabtu 22 Desember 2018.

Pada kesempatan itu Sekda menghimbau para anggota DW untuk terus mengembangkan diri agar mampu melaksanakan perannya, baik sebagai seorang ibu dan istri dalam mendukung tugas tugas suami.

Hadir dalam kegiatan itu, Ketua Darma Wanita Kepulauan Meranti, Dr. Iriani, Narasumber, I Wayan, perwakilan GOW, perwakilan PKK, perwakilan Persit Kartika Chandra Kirana, perwakilan Bhayangkari dan lainya.

Kegiatan diawali dengan peringatan HUT DW dan Hari Ibu Tahun 2018, yang ditandai dengan pemotongan tumpeng okeh Ketua DW, Iriani yang diserahkan kepada Sekda dan para perwakilan ibu persatuan.

Dalam sambutannya, Sekda memberikan apresiasi yang tinggi atas terselenggaranya acara itu, sebagai sebuah momentum yang baik dalam meningkatkan peran para istri ASN, dalam mendukung suami membangun Meranti lebih baik lagi kedepan.

"Apapun kondisi suami harus disyukuri dan sebagai istri wajib mendukung suami karena itu adalah berkah dari yang maha kuasa," ucap Sekda.

Dikatakan Sekda, para ibu DW harus bangga menjadi istri ASN karena untuk menjadi seorang ASN itu tidak mudah. Untuk itu Sekda mengajak para istri ASN untuk terus mengembangkan diri agar dapat membina anak dan tak kalah penting menjaga dan menghargai suami.

Menyikapi kenakalan remaja yang semakin marak saat ini, menurut Sekda juga menjadi tanggung jawab para ibu dan suami untuk membina anak bagaimana membangun pola berfikir positif terhadap anak sehingga berakhlak mulia.

"Karena seperti diketahui kenakalan remaja acap kali dipengaruhi oleh lingkungan dan lingkungan terkecil ada di keluarga, untuk itu peran dari ibu PKK dan suami sangat berperan besar dalam pembentukan karakter anak," papar Sekda, seraya mengajak para ibu untuk senantiasa berkomunikasi dengan anak.

Sementara itu, terkait perkembangan DW Kepulauan Meranti saat ini, diakui Sekda sudah banyak peningkatan dimana persatuan dan kesatuan antara anggota dan organisasi sejenis lainnya terbangun baik. 

Agar itu semakin kuat, Sekda meminta para ibu DW tidak membedakan antara ibu pejabat dan staf karena pada dasarnya berstatus sama, sama-sama istri ASN yang mengemban tugas negara.Apa yang dikatakan Sekda tersebut, disambut baik oleh Ketua DW Kepulauan Meranti, Iriani. 

Diakuinya memang sudah kewajiban para ibu DW untuk membina generasi penerus agar terhindar dari segala hal yang berbau negatif. Dan tak lupa pula seorang DW tetap melaksanakan kodratnya dalam mendukung dan melayani suami.

Selain itu juga, dijelaskan Iriani, pengurus DW harus pula dapat membina anggota dan memperkokoh persatuan dan kesatuan, meningkatkan pengetahuan, menjalin kerjasama dengan berbagai pihak terkait, melaksanakan kegiatan sosial, melakukan pembinaan mental anggota agar menjadi insan yang bertaqwa pada tuhan dan berkepribadian.

"Dan yang tak kalah penting DW juga harus mampu menempatkan diri dalam mendukung pembangunan Daerah dan Nasional," ucapnya.

Terakhir, pemaparan dari Narasumber, I Wayan Tariki yang berprofesi sebagai Motivator dan Dosen Universitas Pariwisata Batam, menurutnya seorang ibu DW memiliki peran yang luar biasa dalam keluarga. 

Pertama harus dapat memenuhi kebutuhan anak mulai dari fisik, psikis, kecerdasan. Mampu mendekatkan diri anak pada kegiatan yang berbau spiritual. Sebagai pemberi stimulan pada anak. Dan terakhir selain berperan sebagai ibu juga berperan sebagai istri.

"Ibu DW merupakan tiang tiang keluarga dan negara jika kaum wanita baik maka baiklah keluarga dan negara itu, begitu juga sebaliknya, terus kembangkan diri sesuai dengan potensi yang dimiliki agar menjadi ibu yang lebih baik dari sebelumnya " pungkasnya. 

(wal/hms)
Tags Pemkab MerantiSekda Meranti
Komentar