Jokowi Belum Bersikap, Kompolnas Ikut Lelah Tertekan
Selasa, 17 Februari 2015 22:14 WIB
JAKARTA - Komisi Kepolisian Nasional menyatakan ikut tertekan menghadapi ketidakjelasan sikap Presiden Jokowi terkait Kepala Kepolisian RI.
Hingga malam ini, Selasa (17/2), Jokowi belum juga memutuskan apakah akan melantik Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri atau tidak.
Sementara sebelumnya Kompolnas telah menyodorkan rekomendasi baru calon Kapolri untuk Jokowi untuk mengantisipasi batalnya pelantikan Budi Gunawan.
"Terus terang, kami juga lelah dan tertekan. Namun kami hanya memberikan saran. Semua keputusan ada di tangan Presiden," kata Komisioner KPK Adrianus Meliala di kantor Kompolnas, Jalan Tirtayasa, Jakarta.
Adrianus mengatakan enam nama calon Kapolri yang diajukan oleh Kompolnas bukanlah praktik 'dagang sapi.' "Kami hanya jaga-jaga. Kalau Presiden memutuskan melantik Budi Gunawan, maka enam orang ini ya harus gigit jari," kata dia.
Kompolnas juga terbuka apabila Presiden meminta saran lain. "Enam nama itu tidak kami beri peringkat. Semua setara," ujarnya.
Komisioner Kompolnas belum sempat bertemu Jokowi setelah Budi Gunawan memenangi gugatan praperadilannya terhadap KPK di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (16/2) lalu.
"Kami paham kesibukan Presiden. Tidak usahlah kami menganggu Presiden. Sudah cukup saran yang kami berikan," kata Adrianus.
Enam nama perwira tinggi Polri yang ada dalam daftar calon Kapolri baru Kompolnas adalah Wakapolri Komjen Badrodin Haiti, Kabaharkam Komjen Putut Eko Bayuseno.
Kemudian ada Kabareskrim Komjen Budi Waseso, Irwasum Komjen Dwi Priyatno, Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Anang Iskandar, dan mantan Kabareskrim yang saat ini menjabat Sekretaris Utama Lemhanas Komjen Suhardi Alius.
(cnn/cnn)
Hingga malam ini, Selasa (17/2), Jokowi belum juga memutuskan apakah akan melantik Komjen Budi Gunawan sebagai Kapolri atau tidak.
Sementara sebelumnya Kompolnas telah menyodorkan rekomendasi baru calon Kapolri untuk Jokowi untuk mengantisipasi batalnya pelantikan Budi Gunawan.
"Terus terang, kami juga lelah dan tertekan. Namun kami hanya memberikan saran. Semua keputusan ada di tangan Presiden," kata Komisioner KPK Adrianus Meliala di kantor Kompolnas, Jalan Tirtayasa, Jakarta.
Adrianus mengatakan enam nama calon Kapolri yang diajukan oleh Kompolnas bukanlah praktik 'dagang sapi.' "Kami hanya jaga-jaga. Kalau Presiden memutuskan melantik Budi Gunawan, maka enam orang ini ya harus gigit jari," kata dia.
Kompolnas juga terbuka apabila Presiden meminta saran lain. "Enam nama itu tidak kami beri peringkat. Semua setara," ujarnya.
Komisioner Kompolnas belum sempat bertemu Jokowi setelah Budi Gunawan memenangi gugatan praperadilannya terhadap KPK di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Senin (16/2) lalu.
"Kami paham kesibukan Presiden. Tidak usahlah kami menganggu Presiden. Sudah cukup saran yang kami berikan," kata Adrianus.
Enam nama perwira tinggi Polri yang ada dalam daftar calon Kapolri baru Kompolnas adalah Wakapolri Komjen Badrodin Haiti, Kabaharkam Komjen Putut Eko Bayuseno.
Kemudian ada Kabareskrim Komjen Budi Waseso, Irwasum Komjen Dwi Priyatno, Kepala Badan Narkotika Nasional Komjen Anang Iskandar, dan mantan Kabareskrim yang saat ini menjabat Sekretaris Utama Lemhanas Komjen Suhardi Alius.
(cnn/cnn)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Nasional
Kementan Matangkan Hilirisasi Oleokimia untuk Dongkrak Nilai Ekspor Nasional
-
Lingkungan
Riau Dorong Swasembada Pangan Nasional, Petani Milenial Jadi Kunci Modernisasi Pertanian
-
Ekbis
Bulan K3 Nasional 2026, Strategi Kolaboratif Menuju Indonesia Emas 2045
-
Lingkungan
Hari Menanam Pohon Indonesia 2025: Saatnya Hijaukan Bumi dan Pulihkan Alam
-
Maritim
Tema Hari Perhubungan Nasional Tahun 2025 Adalah Wujudkan Bakti Transportasi untuk Negeri
-
Olahraga
Tema Hari Olahraga Nasional 2025 Adalah Olahraga Satukan Kita

