- Home
- Lingkungan
- Riau Dorong Swasembada Pangan Nasional, Petani Milenial Jadi Kunci Modernisasi Pertanian
Riau Dorong Swasembada Pangan Nasional, Petani Milenial Jadi Kunci Modernisasi Pertanian
Redaksi Selasa, 10 Februari 2026 14:59 WIB
RIAUHEADLINE.COM - Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Riau, Syarial Abdi, mengungkapkan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Riau telah aktif melaksanakan Program Swasembada Pangan Nasional sejak 2025.
Program ini difokuskan pada kegiatan strategis, seperti optimasi lahan, cetak sawah rakyat, pompanisasi, sistem irigasi perpompaan, serta perpipaan. Semua itu didukung dengan fasilitasi irigasi, benih unggul, dan pupuk bersubsidi.
Sebagai penguatan di lapangan, Pemprov Riau telah membentuk 111 Brigade Pangan yang melibatkan 1.665 petani milenial, dilengkapi dengan berbagai alat dan mesin pertanian modern.
"Pemprov Riau telah membentuk 111 Brigade Pangan dengan total 1.665 petani milenial. Ini adalah bentuk dukungan Pemprov Riau dalam mendorong penguatan Swasembada Pangan Nasional," ujar Syarial Abdi, Senin (9/2/2026).
Menurutnya, program ini tidak hanya berfokus pada produksi, tetapi juga bertujuan mendukung regenerasi petani sekaligus mendorong modernisasi pertanian di daerah.
"Dari sisi kebijakan, dukungan Pemerintah Provinsi Riau bersama kabupaten dan kota kami perkuat melalui instruksi Gubernur Riau tentang peningkatan produksi padi dan jagung melalui Gerakan Daerah Percepatan Peningkatan Luas Tambah Tanam," tambah Syarial.
Gerakan ini melibatkan seluruh potensi yang ada, termasuk sinergi bersama TNI, Polri, serta pemangku kepentingan lainnya.
"Alhamdulillah, berbagai upaya tersebut mulai menunjukkan hasil nyata. Luas tanam meningkat, indeks pertanaman meningkat, luas panen dan produksi juga meningkat. Yang lebih penting, penghasilan petani turut mengalami kenaikan, dan lahan sawah kembali produktif sehingga mencegah alih fungsi lahan," jelasnya.
Syarial memaparkan, pada 2025, produksi padi di Provinsi Riau meningkat 4,51 persen. Selama dua tahun terakhir, dari 2023 hingga 2025, produksi padi tumbuh 12,7 persen, dari 205.973 ton menjadi 232.071 ton.
"Jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksi beras Riau tahun 2025 mencapai 133,19 ribu ton, meningkat 4,51 persen. Kondisi ini memperkuat ketahanan pangan daerah sekaligus mengurangi ketergantungan pasokan dari luar Riau," ujarnya.
Meski demikian, Provinsi Riau baru mampu mencukupi sekitar 27 persen dari total kebutuhan beras masyarakat. Dengan jumlah penduduk sekitar 6,7 juta jiwa, kebutuhan beras diperkirakan mencapai 436 ribu ton per tahun.
"Sehingga, hingga saat ini pemenuhan kebutuhan pangan masih memerlukan pasokan dari luar daerah," tambah Syarial.
Sekda Riau menegaskan, pihaknya sangat mengharapkan dukungan Kementerian Pertanian, baik berupa kebijakan, pendampingan teknis, maupun penguatan sarana dan prasarana pertanian. Dukungan ini dinilai krusial agar peningkatan produksi pangan lokal di Provinsi Riau bisa berjalan optimal dan berkelanjutan.
"Atas dukungan, arahan, dan perhatian dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia, kami menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya. Semoga sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan seluruh pemangku kepentingan terus diperkuat dalam mewujudkan ketahanan pangan dan swasembada pangan nasional," pungkas Syarial Abdi.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
Produksi Padi Riau Naik 12,7 Persen, Targetkan Ketahanan Pangan Hingga 2029
-
Lingkungan
Riau Dorong Swasembada Pangan Nasional, Petani Milenial Jadi Kunci Modernisasi Pertanian
-
Sosial
PWI Riau Bekukan 9 Kepengurusan PWI Kabupaten Kota
-
Sosial
Bupati Kasmarni Ikut Rapat Bersama Plt. Gubri Bahas Sejumlah Isu Pembangunan
-
Hukrim
F1QR Lanal Dumai Gagalkan Penyelundupan Sabu 5,404 KG dari Malaysia
-
Sosial
Bupati Bengkalis Lantik dan Ambil Sumpah 92 Penjabat Kepala Desa

