Menkes RI Serahkan Sertifikast Eliminasi Malaria ke Kabupaten Rohul
Senin, 28 April 2014 12:10 WIB
JAKARTA - Kabupaten Rokan Hulu (Rohul) menerima sertifikasi Eliminasi Malaria dari Menteri Kesehatan (Menkes) Republik Indonesia dr Nafsiah Mboi S.pA.MPH. Sertifikasi itu diterima pada puncak Peringatan Hari Kesehatan se-dunia di Hotel Grand Sahid Jaya, Jakarta, Sabtu (26/4/14).
Penghargaan itu diterima Bupati Rohul Drs. H. Achmad M.Si dari Menkses RI diwakili Asisten II Bidang Ekonomi dan Pembangunan Drs. Syaiful Bahri. Atas sertifikat itu, Bupati Rohul berterima kasih karena pemerintah pusat masih percaya dengan kinerja Pemkab Rohul atas keberhasilan dalam pengendalian penyakit malaria.
Menurut Bupati Achmad, keberhasilan itu tidak terlepas peran aktif pemerintah, petugas kesehatan dan juga keaktifan masyarakat dalam menjaga lingkungan sekitar pemukiman. Sertifikat itu diberikan bagi kabupaten/kota di Indonesia yang di daerahnya tidak ditemukan kasus penularan wabah malaria bersumber dari nyamuk.
Menurutnya, upaya kerja Pemkab Rohul di bidang kesehatan terutama dalam membina masyarakat untuk menjaga kebersihan lingkungan tetap hidup sehat telah membuahkan hasil. Indikatornya, penularan wabah malaria bisa diminimalisir.
"Untuk itu, saya menghimbau seluruh masyarakat untuk tetap menjaga lingkungan sekitar tempat tinggalnya agar terbebas dari segala macam penyakit yang disebabkan oleh nyamuk," kata Bupati Rohul, Ahad (27/4/14).
Penghargaan Menkes RI untuk sertifikasi pencapaian bebas malaria diberikan kepada 212 kabupaten/kota di Indonesia dan salah satu penerimanya yakni Kabupaten Rohul. Sertifikasi itu baru diberikan kepada daerah karena berhasil meng-eliminasi kasus malaria kurang dari 1 per 1.000 penduduk dalam tiga tahun berturut-turut.
"Di Kabupaten Rokan Hulu, dalam tiga tahun berturut-turut tidak ada kasus malaria. Sertifikasi bebas malaria diberikan kepada 212 kabupaten/kota se-Indonesia, artinya sekitar 50 persen atau separuh penduduk Indonesia sudah bebas dari malaria. Sisanya, akan diupayakan sesuai target Millenium Development Goal (MDGs) tahun 2015," jelas Bupati.
Menkes RI terus berupaya membasmi penyakit akibat gigitan nyamuk, terutama di daerah yang tinggi adanya kasus malaria. Dengan adanya program akselerasi (Mass Blood Survey, kampanye dengan pembagian kelambu secara gratis dan Annual Parasite Index) di 52 kabupaten/kota di wilayah yang terjangkit malaria tertinggi. Ditambah lagi program intensifikasi di 112 kabupaten/kota di wilayah fokus malaria juga program dilakukan eliminasi malaria di 337 kabupaten/kota yang endemisnya terbilang rendah.
Menanggapi sertifikasi itu, Asisten II Setdakab Rohul Syaiful Bahri mengatakan penyerahan sertifikat dilakukan di Jakarta dihadiri sekitar 500 pejabat WHO serta ratusan bupati/walikota serta lembaga dari wilayah timur, termasuk perwakilan dari Kabupaten Rohul. Saat penerima sertifikat itu, Asisten II didampingi Kepala Bagian Humas Setdakab Rohul, Aulia Army Effendy.***(rls)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

