Masyarakat Kian Kritis
Pengaduan ke Ombudsman Riau Terus Meningkat
Kamis, 15 Januari 2015 18:58 WIB
PEKANBARU : Pengaduan masyarakat melalui Ombudsman pada 2014 makin meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Pada 2014, sejumlah 246 pengaduan masyarakat atas dugaan maladministrasi dalam pelayanan publik disampaikan masyarakat kepada Ombudsman RI Perwakilan Riau. Sementara itu pada 2013 Ombudsman RI Perwakilan Riau menerima sejumlah 162 pengaduan masyarakat.
"Meningkatnya jumlah pengaduan masyarakat ini memperlihatkan bahwa masyarakat Riau makin kritis terhadap penyelenggaraan pelayanan publik. Tingginya jumlah pengaduan ini juga memperlihatkan makin tingginya partisipasi masyarakat untuk ikut memperbaiki kualitas pelayanan publik," kata Kepala Perwakilan Ombudsman RI Provinsi Riau, Ahmad Fitri saat acara Bincang Publik Pelayanan Publik di Kantor Ombudsman RI Perwakilan Riau, Kamis (15/1/15).
Bincang publik ini turut menghadirkan Direktur Program Pascasarjana Universitas Riau Prof Dr Zulkarnain MM sebagai pembicara.Pada kesempatan itu, Ahmad Fitri kembali memaparkan tugas-tugas dan kewenangan Ombudsman RI sebagai lembaga negara pengawas penyelenggaraan publik. Salah satu tugas utama Ombudsman adalah menerima laporan masyarakat atas dugaan maladministrasi.
Dalam menjalankan tugas-tugas tersebut, kata Ahmad, dari sejumlah 246 laporan tersebut, sejumlah 153 laporan atau 66 persen laporan sudah bisa diselesaikan oleh Ombudsman RI Perwakilan Riau.
Lebih jauh diutarakan, sebagian besar pengaduan masyarakat ke Ombudsman atau sebanyak 156 laporan masyarakat mengeluhkan dugaan maladministrasi yang dilakukan pemerintah daerah di Riau.
Dugaan maladminitrasi yang dikeluhkan meliputi tidak memberikan pelayanan, penyimpangan prosedur dan penundaan berlarut dalam memberikan pelayanan dan bentuk maladministrasi lainnya.
''Perlu kita pahami bersama bahwa berdasarkan Undang Undang Ombudsman maladministrasi merupakan perilaku atau perbuatan melawan hukum, melampaui wewenang, menggunakan wewenang untuk tujuan lain dari tujuan wewenang tersebut. Termasuk juga kelalaian dan pengabaian kewajiban hukum dalam penyelenggaraan pelayanan publik yang dilakukan oleh penyelenggara negara dan pemerintahan,'' papar Ahmad Fitri lagi.
Awasi Pembangunan Sektor PublikTerkait dengan tugas dan kewenangan Ombudsman tersebut, Direktur Program Pascasarjana Universitas Riau Prof Dr Zulkarnain MM meminta Ombudsman terus mengawasi pembangunan berbagai sektor publik di Riau.
Hal ini perlu dilakukan agar daya saing daerah Riau bisa semakin tinggi di masa mendatang. Apalagi, kata pengamat ekonomi ini, Riau akan menghadapi Masyarakat Ekonomi ASEAN pada tahun ini.
Pada kesempatan tersebut Zulkarnain juga memaparkan hasil penelitian Asia Competitiveness Institute (ACI) terhadap daya saing dan strategi pembangunan di 33 provinsi di Indonesia.
Dari sisi daya saing keseluruhan Riau berada di peringkat sembilan dari 33 provinsi di Indonesia. Kemudian dalam stabilitas makro ekonomi Riau berada di peringkat delapan. Selanjutnya Riau juga berada di peringkat ketujuh dalam kondisi finansial, bisnis dan tenaga kerja.
Hanya saja kata dia lagi, dari sisi peringkat kualitas hidup dan pembangunan infrastruktur Riau masih mengkhawatirkan, yaitu hanya berada di posisi 16. Demikian juga halnya dengan peringkat perencanaan pemerintah dan institusi dimana Riau berada di peringkat 14.
''Peringkat seperti ini tentu saja masih mengkhawatir jika dikaitkan dengan upaya peningkatan pelayanan publik. Oleh karena itu ke depan Ombudsman mestinya bisa terus mengawasi pembangunan di sektor-sektor yang terkait dengan pelayanan publik,'' papar Zulkarnain lagi.
(mok/mok)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Nasional
Kementan Matangkan Hilirisasi Oleokimia untuk Dongkrak Nilai Ekspor Nasional
-
Lingkungan
Riau Dorong Swasembada Pangan Nasional, Petani Milenial Jadi Kunci Modernisasi Pertanian
-
Ekbis
Bulan K3 Nasional 2026, Strategi Kolaboratif Menuju Indonesia Emas 2045
-
Lingkungan
Hari Menanam Pohon Indonesia 2025: Saatnya Hijaukan Bumi dan Pulihkan Alam
-
Maritim
Tema Hari Perhubungan Nasional Tahun 2025 Adalah Wujudkan Bakti Transportasi untuk Negeri
-
Olahraga
Tema Hari Olahraga Nasional 2025 Adalah Olahraga Satukan Kita

