Puluhan Atlet Popda Kabupaten Bengkalis Keracunan Makanan
Minggu, 18 Mei 2014 18:01 WIB
BENGKALIS - Sekitar 50 atlet Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA) Kabupaten Bengkalis diduga keracunan makanan usai sarapan bersama, Ahad (18/5/14) pagi. Akibatnya atlet kalangan pelajar ini harus memperoleh perawatan intensif di RSUD Bengkalis.
Informasi yang berhasil dirangkum, para peserta POPDA dari delapan kecamatan ini usai menyantap sarapan berupa mie goreng yang disiapkan panitia. Mereka mengalami sakit perut, pusing-pusing, mual dan buang air.
“Setelah sarapan, tak lama kemudian anak merasa pusing-pusing, mual dan sakit perut. Awalnya kami kira hal biasa, karena yang melapor hanya seorang, tetapi sudah dicek malah hampir semuanya seperti mengeluh sakit perut, makanya saya koordinasi dengan tim medis dan langsung membawa anak-anak ke rumah sakit,” ungkap salah seorang Official Cabang Olahraga Sepaktakraw Bukitbatu Yanto, kepada wartawan.
Tidak hanya atlet asal Bukitbatu, para atlet Popda dari Kecamatan Mandau mengalami hal yang sama dan ikut dilarikan rumah sakit untuk memperoleh perawatan intensif.
“Setelah sarapan pagi tadi atlet mengalami sakit perut, pusing, mual. Itu yang dikeluhkan atlet. Karena mengkhawatirkan, langsung dirawat di rumah sakit. Termasuk atlet-atlet dari kecamatan yang lain juga mengalami kejadian yang sama," ungkap salah seorang official meminta tidak disebutkan namanya kepada wartawan.
Sementara itu, sempat para atlet berusaha bertanding mengikuti kegiatan Popda yang dipusatkan di Gedung Olahraga Perkasa Alam Sport Hall (PASH) Bengkalis, namun karena terus mengalami kesakitan akibat keracunan, terpaksa pertandingan dihentikan dan atlet dilarikan ke rumah sakit.
Terpisah, Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Bengkalis Eduar melalui Kepala Bidang Olahraga Maidi, mengakui puluhan atlet POPDA dilarikan ke rumah sakit, akan tetapi ia tidak memastikan penyebab puluhan atlet tersebut telah keracunan makanan pada saat sarapan pagi.
"Saya sudah mendapat laporan dari panitia bahwa puluhan anak dibawa ke rumah sakit, akan tetapi kita belum bisa menyimpulkan penyebabnya dari keracunan makanan," ujar Maidi ketika berhasil dihubungi dan mengaku sedang berada di Tanjung Pinang, Kepri.***(and)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal
-
Sosial
Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Perkuat Harmoni dan Persatuan
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Ekbis
Hari Buruh Internasional 2026, Prabowo Resmikan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan

