- Home
- Pendidikan
- Disdik Bengkalis Terapkan POS karena Hasil UN Bukan Penentu Kelulusan
Disdik Bengkalis Terapkan POS karena Hasil UN Bukan Penentu Kelulusan
Rabu, 15 April 2015 18:15 WIB
BENGKALIS - Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SMA, SMK se-derajat akan segera berakhir. Kendati demikian, beberapa hal yang perlu dicermati untuk UN Tahun Ajaran 2014-2015, hasil UN bukan penentu kelulusan. Melainkan ada prosedur operasional standar (POS) agar nilai UN lebih proporsional.
Hal itu disampaikan Kepala Disdik Bengkalis Herman Sani melalui Sekretaris Disdik Bengkalis Supardi, Rabu (15/4). Pos UN ini mengacu pada peraturan dari Badan Standar Nasional Pendidikan Nomor 0031/P/BSMP/III/2015 tentang POS Penyelenggaraan UN Tahun Ajaran 2014-2015.
Dikatakan Supardi, POS UN tersebut menjabarkan terjadi beberapa perbedaan POS Tahun ini, dan tahun terdahulu. Dimana, kelulusan ditentukan oleh sekolah, dan dalam pelaksanaan UN selama pemantauan juga tidak melibatkan Perguruan Tinggi (PT).
"Ini sudah disosialisasikan melalui 1 orang pelaksana sosialisasi, berbeda dengan tahun lalu, yang dilaksanakan berjenjang untuk sosialisasi pelaksanaan UN. Karena Kabupaten saat ini diberi kewenangan penuh untuk pelaksanaan UN ini,"kata Supardi.
Termasuk mengenai distribusi soal-soal UN yang paling lambat 10 hari sebelum UN sudah disiapkan. "Alhamdulillah, UN SMA berlangsung terkendali dan kondusif, SMA dan MA terakhir hari ini, dan SMK besok masih melaksanakan UN, karena ada bidang study kejuruan yang harus diikuti,"katanya.
Bicara mengenai hasil UN bukan penentu kelulusan, Supardi mengungkapkan, UN Tahun Ajaran 2014-2015 sedikit mengalami perbedaan penilaian. Dimana penilaian kelulusan UN bisa ditentukan oleh sekolah, dengan cacatan pertama, menyelesaikan seluruh program pelajaran, kedua memperoleh nilai sikap, atau prilaku minimal baik. Ketiga, lulus ujian sekolah.
"Kesimpulannya nilai kelulusan ini didapat dari penggabungan nilai sekolah dengan nilai ujian sekolah, dan nilai rata-rata rapor semester, mulai dari semester 1, 3,4 dan 5 dengan pembobotan 30 sampai dengan 50 persen. Sedangkan nilai ujian sekolah dari pembobotan 50 sampai dengan 70 persen untuk nilai rata-rata rapor,"katanya.
Khusus sekolah kejuruan, sambungnya lagi. Ada bidang study teori kejuruan sehingga untuk kelulusan sekolah itu dapat diperoleh dari penggabungan antara nilai rata-rata rapor. Sehingga kelulusan siswa ditentukan melalui hasil nilai sekolah dari seluruh bidang studi.
"Untuk pengawas melalui guru-guru melalui metode silang antar sekolah, dan pemantau atau monitoring dari Disdik Bengkalis ke sekolah-sekolah. Artinya, hasil UN hanya sebagai pemetaan untuk tingkat provinsi dan pusat, selanjutnya sebagai pertimbangan untuk melanjutkan ke jenjang yang lebih tinggi," katanya.
"Sementara untuk UN tingkat SMP, itu bisa untuk meneruskan ke sekolah lanjutan dengan modal nilai UN jadi prioritas, sehingga bisa proporsional sekolah untuk menyikapinya," tambah Supardi sembari menambahkan.
(der/der)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Pendidikan
Panitia UN Disdik Dumai Klaim Tingkat Kelulusan SMA 100 Persen
-
Pendidikan
Walikota Dumai Tinjau Pelaksanaan UN di Tiga Sekolah
-
Pendidikan
Dua Sekolah di Meranti Panik Saat UN Online Berlangsung Listrik Padam
-
Pendidikan
Bupati Siak Syamsuar Tinjau Pelaksaan UN di Tigas Sekolah
-
Pendidikan
Sekda Burhanuddin Tinjau UN di Kecamatan Bengkalis dan Bantan
-
Pendidikan
Wabup Bengkalis Muhammad Tinjau UN di Siak Kecil dan Bukit Batu

