- Home
- Pendidikan
- Dua Sekolah di Meranti Panik Saat UN Online Berlangsung Listrik Padam
Dua Sekolah di Meranti Panik Saat UN Online Berlangsung Listrik Padam
Senin, 04 April 2016 19:32 WIB
MERANTI - Sejumlah siswa peserta UN yang melaksanakan Ujian Nasional (UN) berbasis komputer atau Computer Based Test (CBT) di SMK 4 Patria Dharma Selatpanjang tiba-tiba saja panik ketika listrik di sekolah padam selama 20 menit.
Beruntung pihak sekolah sudah menyiapkan genset dan 100 Perangkat Uninterruptible Power Supply (UPS) untuk masing-masing komputer.
"Tadi sempat panik para siswa, karena listrik mati setelah ujian mata pelajaran Bahasa Indonesia berlangsung selama 50 menit. Namun yang mati tadi cuma komputer client, bukan server jadi tidak masalah," ujar kepala sekolah SMKN4 Patria Dharma, Jumadi, Senin (4/4/2016).
Dikatakannya, ada tiga hal yang perlu dipersiapkan dalam UN. Yakni, kesiapan siswa, sarana prasarana dan panitia. "Untuk siswa sudah cukup siap, untuk sarana sudah terdapat 100 komputer. Panitia yang digunakan sudah terlatih karena beberapa kali mengikuti pelatihan di pusat, secara keseluruhan kita sudah siap melaksanakan ujian CBT ini walaupun PLN di Selatpanjang mati total," kata Jumadi pula.
Jumadi berharap anak didiknya tidak terlalu berpengaruh dengan anggapan bahwa UN tidak menentukan kelulusan. "Jika mereka berpikir demikian maka mereka akan asal-asalan mengerjakan, tidak serius. Jika nilai UN tinggi, mereka bisa masuk perguruan tinggi bergengsi di Jawa atau di manapun," ungkap Jumadi.
Hal yang sama juga dialami oleh SMKN 1 Tebingtinggi, ketika ujian sedang berlangsung, tiba-tiba saja listrik mati beruntung 84 unit komputer untuk ujian CBT di 3 labor sekolah tersebut tidak mengalami gangguan,karena pihak sekolah sudah menyiapkan UPS dan menyewa genset.
"Tadi listrik sempat mati, namun siswa kita tidak mengalami kendala, karena khusus labor yang disiapkan untuk ujian CBT sudah kita antisipasi dengan memasang UPS di setiap komputer. Untuk mengatasi listrik mati ini juga pihak sekolah sudah menyewa genset dimana untuk 1 hari biaya sewanya 500 ribu," kata wakil kepala sekolah SMKN1 Tebingtinggi, Rosidah Spd.
(rdk/hrc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
PLN Kejar Target 1.434 Sertifikasi Tanah di Riau
-
Ekbis
Menteri BUMN Bangga PLN Jaga Pasokan Listrik di Blok Rokan
-
Ekbis
Menteri BUMN Erick Thohir Kunjungi Blok Rokan dan Sapa Pekerja
-
Advertorial
PLN Buka Hotline Center Penanganan Keluhan Tagihan Listrik
-
Sosial
Lindungi Petugas dari Corona, PLN Tidak Lakukan Pengecekan Meteran Listrik
-
Ekbis
Tanggapan PLN Dumai Soal Keluhan Pelanggan Terkait Tagihan PJJ

