Minim Fasilitas, Anak KAT Tak Tamat SMP di Meranti

Minggu, 12 Januari 2014 21:05 WIB

SELATPANJANG - Minimnya sarana Pendidikan merupakan salah satu penyebab banyaknya anak-anak Komunitas Adat Terpencil (KAT) tak mampu melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi.

Seperti yang terjadi di Desa Beting Kecamatan Rangsang pesisir dimana fasilitas pendidikan yang tersedia hanya Sekolah Dasar dan MDA, sementara untuk melanjutkan ke SMP, terpaksa harus ke Selatpanjang yang menyebabkan banyak anak-anak KAT Desa Beting lebih memilih tidak bersekolah.

Demikian dikatakan Camat Rangsang Pesisir Idris Sampul belum lama ini,"Selain minim sarana pendidikan, pola fikir masyarakat masih tradisional dan kurangnya motivasi,"ucapnya

Ditambahkan Idris, pihaknya saat ini tengah berupaya untuk membuka sekolah satu atap di beberapa desa yang tidak dimungkinkan dibangun SMP termasuk di Desa Beting dan berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan Meranti untuk mencari format yang tepat untuk menyiapkan fasilitas pendidikan bagi anak-anak KAT.

"Tidak ada perbedaan, mereka harus sekolah sesuai program pemerintah.Minimal akan kita upayakan berdiri SMP satu atap di Desa Beting ini,"ucapnya.

Sementara itu Kepala Sekolah SD Negeri Beting Suwarno mengakui motivasi belajar anak-anak KAT memang rendah, tidak hanya diakibatkan persoalan ekonomi.

Ia mengatakan dari 15 orang anak KAT yang mendaftar SD, hanya lima orang yang menamatkan pendidikan dasar, namun tak satupun dari jumlah tersebut yang melanjutkan ke SMP.

Hampir 75 persen anak-anak KAT di Desa Beting ini tak tamat SMP,rata-rata hanya tamat SD bahkan ada yang tak tamat sama sekali, alasannya bermacam-macam karena malas dan harus membantu orang tua,"terangnya. (roy)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Pendidikan
Komentar