- Home
- Pendidikan
- Parah, Dana Beasiswa Kerap Disunat Oknum PNS
Parah, Dana Beasiswa Kerap Disunat Oknum PNS
Selasa, 21 Oktober 2014 17:07 WIB
DUMAI - Adanya temuan dari BPKP Riau terhadap dana beasiswa Bansos Kota Dumai tahun 2012 seharusnya menjadi efek jera bagi oknum PNS. Sebab, beasiswa yang dianggarkan dalam APBD tersebut kerap menjadi ajang sunat menyunat oknum pegawai.
Pengurus Besar HMI Pusat Eria Candra, mengungkapkan seharusnya mendapatkan efek jera kepada oknum PNS yang masih menjadikan beasiswa sebagai bansos dan ajang mengrogoti APBD Dumai.
Sedangkan pengembalian dana oleh oknum PNS yang menerima beasiswa bansos pada tahun anggaran periode 2012 sudah merupakan tindakan yang memalukan institusi Pemerintah Kota Dumai.
Dia yakin masih banyak PNS yang menerima, namun tidak ditindak lanjuti oleh BPKP. Hal ini berarti seleksi berkas di bagian kesra hanyalah formalitas semata, dan tidak berdasarkan azas kepatutan juga tidak transparan.
"Beasiswa yang seharusnya disalurkan kepada mahasiswa kurang mampu dan mereka berprestasi yang semestinya menjadi prioritas utama. Namun pada saat ini beasiswa berprestasi menjadi modus baru timbulnya peluang KKN," katanya, kemari.
Dia menyarankan Pemko Dumai, khususnya bagian Kesra, untuk memprioritaskan mahasiswa kurang mampu dan berprestasi.
"Kita mengharapkan kepada pemerintah kota Dumai agar selektif dalam pemberian beasiswa berprestasi. Seleksi yang akurat dan transparan haruslah diwujudkan dizaman era transparansi ini," harapnya.
Ditambahkannya, dia juga ada menerima keluhan mahasiswa S1 kota Dumai terkait dana beasiswa tersebut. Dia berharap sekali lagi, agar seleksi pemberian beasiswa transparan dan diinformasikan kepublik sehingga mahasiswa berpacu mengejar prestasi di akademisnya.
"Sehingga tidak ada lagi kerisauan mahasiswa dibelakangnya. Kepada Mahasiswa Kota Dumai agar lebih peka dan kritis terhadap fenomena ini sehingga Penyaluran beasiswa tepat sasaran," tegas mantan Ketua HMI Dumai.
Dia berharap kepada pemerintah sebelum dicairkan ada rangking nilai (IPK) yang diumumkan kekampus kampus sehingga tidak ada lagi mahasiswa yang protes. Yang sangat disayangkan adalah masih ada mahasiswa yang IPKnya tinggi, namun masih belum masuk namanya. (adi)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

