- Home
- Pendidikan
- Polda Gandeng Disdik Riau Sosialisasikan Pencegahan Dini Organisasi Terlarang
Polda Gandeng Disdik Riau Sosialisasikan Pencegahan Dini Organisasi Terlarang
Kamis, 26 Februari 2015 17:19 WIB
PEKANBARU - Kekhawatiran akan kemunculan organisasi terlarang yang bertentangan dengan ideologi Pancasila menjadi perhatian serius di Provinsi Riau. Salah satunya tentang bahaya paham Negara Islam Irak dan Suriah (ISIS) serta aksi terorisme yang juga pernah mengguncang Nusantara.
Mengantisipasi hal itu, Polda Riau menggandeng Dinas Pendidikan Riau untuk melakukan sosialisasi, pencegahan dan deteksi dini dengan sasaran para siswa/i, tenaga pendidik dan kependidikan.
Dalam kesempatannya, Kapolda Riau Brigjen Pol Dolly Bambang Hermawan menuturkan, ada beberapa strategi yang dinilai tepat sebagai upaya mendeteksi dini bahaya organisasi terlarang tersebut.
Seperti melakukan pemetaan mengenai bahaya ISIS dan terorisme. Termasuk pula penyuluhan serta himbauan kepada masyarakat untuk menentang paham ISIS dan terorisme.
"Organisasi terlarang seperti ISIS dan terorisme tentu sangat berbahaya. Kita juga tak akan membiarkan munculnya organisasi seperti itu. Harus dicegah dan dideteksi sejak dini. Jika ada kegiatan yang mendukung ISIS atau upaya terorisme, harus dibubarkan secara tegas dan persuasif," kata Dolly usai Sosialisasi Pencegahan Dini Organisasi Terlarang (ISIS, Teroris dan Organisasi Anti Pancasila) di Disdik Riau, Kamis (26/02/15).
Dolly menilai, sebagai wilayah yang memiliki letak strategis, Riau termasuk provinsi yang sangat rawan akan hal itu. Atas dasar itulah, orang nomor satu di Mapolda Riau ini juga meminta semua pihak ikut serta berperan mencegah dan mengantisipasinya.
Sementara itu Kadisdik Riau, Dwi Agus Sumarno sangat mendukung langkah kepolisian. Ia mengaku, pencegahan sejak dini tersebut sangat tepat ditujukan ke sekolah-sekolah hingga perguruan tinggi.
"Kami mendukung langkah Polda Riau. Selain melakukan sosialisasi, kami akan utamakan mata ajar berbentuk ekstrakurikuler di sekolah sehingga siswa/i punya kegiatan yang jauh lebih bermanfaat. Dari kepolisian sendiri, Kapolda juga berpesan agar Polres beserta jajaran dapat melakukan upaya persuasif dan tindakan," tutupnya.
(gas/rtc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Pendidikan
Kemenag Buka Bantuan Pesantren Sampai 4 Oktober 2021, Ini Syaratnya
-
Pendidikan
Surat Domisili Tidak Berlaku untuk Sistem Zonasi PPDB di Pekanbaru
-
Pendidikan
Legislator Riau Canangkan Program Pendidikan Gratis SMA se-derajat
-
Pendidikan
10 Cara Siasati Biaya Sekolah yang Makin Mahal
-
Pendidikan
Pelajar SDN 002 Bantayan Dapat Sosialisasi Bahaya Narkoba
-
Pendidikan
Kantor PDE Meranti Salurkan 101 Rak Buku ke Desa

