- Home
- Pendidikan
- Kantor PDE Meranti Salurkan 101 Rak Buku ke Desa
Kantor PDE Meranti Salurkan 101 Rak Buku ke Desa
Selasa, 31 Maret 2015 17:02 WIB
MERANTI - Kantor Perpustakaan Arsip dan Data Elektronik Kabupaten Kepulauan Meranti, menyalurkan sebanyak 101 Rak buku ke 101 Desa dan Kelurahan. Penyaluran 101 rak buku tersebut dimulai sejak sejak 15 Maret 2015 lalu hingga kini.
Setidaknya sudah ada bebeapa kecamatan lingkup pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti yang sudah menerima rak buku tersebut. Demikian disampaikan Kepala kantor Perpusatakaan Arsip dan Dukumentasi Kabupaten kepulaun Meranti, Syamsuddin Sh MH, Selasa (31/3/15).
"Untuk kecamatan Pulau Merbau, Kecamatan Tasik Putri Puyu penyaluran rak buku sudah terealisasi 100 persen, sedangkan Kecamatan TebingTinggi Barat dan Kecamatan TebingTinggi Timur baru tersealurkan sekitar 50 persen dan dalam waktu dekat ini penyaluran bisa terealiasi 100 persen," katanya.
Sementara untuk Kecamatan Rangsang Pesisir dan beberapa kecamatan lainnya dalam waktu dekat ini juga akan segera disalurkan. Dalam penyaluran Rak Buku kedesa-desa tersebut, pihaknya memprioritas di Desa yang berada yang sulit untuk di jangkau.
"Seperti Kecamatan Tasik Putri Puyu, Pulau Merbau Rangsang Peisir, Rangsang dan rangsang barat, sedangkan untuk kecamatan Tebingtingg akan kita salurkan setelah kapan saja bisa kita salurkan," katanya saat berbincangan dengan riauheadline.com di ruang kerjanya.
Bagi desa yang belum memeliki perpustakaan, kata dia, bantuan rak buku tersebut akan disalurkan melalui kantor desa yang bersangkutan. Oleh karena itu, pihaknya mengharapkan untuk masing-masing penerima bisa bersabar, karena bantuan rak buku tersebut tetap akan disalurkan.
"Penyaluran tetap akan kita salurkan, hanya saja bagi desa yang mengajukan dua rak buku belum dapat terpenuhi, karena persediaan rak bukunya juga terbatas, namun Kedepannya kita akan tetap upayakan bisa merata bantuan ini," ucapnya.
Diharapkannya, dengan adanya penyaluran bantuan rak buku setiap desa dan kelurahan itu dapat membantu untuk menjaga bantuan buku- buku perpusatakaan desa. Kemudian bantuan ini kiranya dapat bermanfaat untuk buku perpustakaan yang ada di desa.
"Keberada perpusatakaan di 101 desa dan kelurahan itu kita harapkan dapat mendorong minat baca bagi masyarakat desa, kedepannya kita tentunya dapat menjadikan salah satu kehobbyan membaca, karena dengan membaca itu sama artinya kita belajar dan menambah wawasan," katanya.
Menurut Syamsudin, ilmu itu bukan saja melalui pendidikan formal saja akan tetapi ilmu itu juga bisa di dapatkan melalu pendidikan non formal. Misalnya melalui Hobby membaca, masyarakat bisa pintar dan dipastikan tingkat kualitas Sumber daya Manusia (SDM) masyarakat lebih baik lagi.
(fan/fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Pendidikan
Kemenag Buka Bantuan Pesantren Sampai 4 Oktober 2021, Ini Syaratnya
-
Pendidikan
Dispersip Riau Komitmen Terapkan Protokol Kesehatan di Perpustakaan
-
Pendidikan
Surat Domisili Tidak Berlaku untuk Sistem Zonasi PPDB di Pekanbaru
-
Pendidikan
Legislator Riau Canangkan Program Pendidikan Gratis SMA se-derajat
-
Pendidikan
10 Cara Siasati Biaya Sekolah yang Makin Mahal
-
Sosial
Bupati Meranti Ajak Seluruh Masyarakat Dukung Program Pembangunan

