- Home
- Pendidikan
- Politeknik Negeri Bengkalis Diminta Mulai Ciptakan Alat Deteksi Udara
Politeknik Negeri Bengkalis Diminta Mulai Ciptakan Alat Deteksi Udara
Senin, 07 September 2015 19:21 WIB
BENGKALIS - Secara umum Negara Indonesia memiliki dua musim, yaitu hujan dan kemarau (panas). Namun, saat ini khususnya di Provinsi Riau sudah bertambah satu musim lagi, yakni musim kabut asap dampak dari kebakaran hutan dan lahan.
Kesulitan mengetahui bahaya atau tidaknya kabut asap di kawasan ramai penduduk masih sangat minim. Jika pun ada alat pendeteksi udara, tidak semua Kabupaten/Kota mampu memilikinya, Karena diketahui alat ini sangat mahal.
Menyikapi hal ini, Kepala Badan Lingkungan Hidup (BLH) Kabupaten Bengkalis, H Arman AA, semacam memberikan tantangan kepada Politeknik Negeri Bengkalis (PNB) untuk memciptakan alat pendeteksi udara yang murah dan terjangkau.
"Alat pendeteksi udara itu harganya bermilyaran. Selain sangat mahal, alat ini pun sangat sensitive. Tak salah jika perguruan tinggi seperti Politekni Bengkalis mulai untuk melakukan penelitian dan berupaya menciptakan alat pendeteksi udara ini," ujar Arman saat berbincang-bincang dengan sejumlah wartawan, Senin (7/9/2015).
Pernyataan Kepala BLH ini terjadi karena pengalaman BLH yang memiliki alat pendeteksi udara pengadaan tahun 2007 lalu. Dengan anggaran sekitar dua setengah milyar, saat ini alat tersebut acap kali rusak. Dan salah satu penyebabnya adalah karena daya listrik yang kurang stabil.
"Kalau tak salah pengadaan alat pendeteksi udara milik BLH ini dibuat pada 2007 lalu dengan memakan anggaran sekitar 2 Milyar lebih. Tentu harga ini sangat tinggi. Sementara manfaatnya terasa kurang dapat dirasakan dalam kurun waktu yang lama, apa lagi kondisi listrik kita kurang stabil," sebutnya seraya mengatakan tidak menyalahkan siapapun.
Lanjut Arman, bahkan mungkin perguruan tinggi khususnya yang membidangi teknik se-Indonesia, belum ada yang melakukan penelitian dan pembuatan alat pendeteksi udara tersebut. Padahal menurutnya, alat ini sangat penting bagi masyarakat luas, apa lagi pada saat kondisi udara diselimuti kabut asap.
"Kita bangga perguruan tinggi kita khususnya Poltek itu sudah banyak prestasinya, baik dari segi pembuatan robot dan lain sebagainya. Namun, saya perpandangan bagaimana kalau perguruan tinggi seperti Poltek dapat membuat alat pendeteksi yang lebih baik lagi. Sehingga kalau benar-benar terjadi, bisa jadi daerah lain akan memsan dari kita dan tidak perlu memesan dari luar negeri, sebutnya lagi.
"Apalagi menurut pengetahuan saya, perusahaan yang mengeluarkan alat pendeteksi udara ini saat ini sudah tutup. Sehingga alat pendeteksi yang rusak ini juga sulit untuk kita dapatkan suku cadangnya," pungkasnya.
(der/der)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Plt Sekda Bengkalis Minta ASN Berikan Pelayanan Terbaik Pada Masyarakat
-
Ekbis
Bupati Bengkalis Klaim Pesta Pantai Mampu Majukan Perekonomian Rakyat
-
Traveler
Bupati Bengkalis Ajak Seluruh Komponen Lestrikan Budaya Lokal
-
Politik
Plt Sekda Bengkalis Hadiri Rapat Paripurna Laporan Reses Tahun 2017
-
Hukrim
Jaksa Tahan 2 Tersangka Dugaan Korupsi Satpol PP Bengkalis
-
Politik
Plt Sekda Bengkalis Puji Empat Cakades Parit I Api-api

