- Home
- Pendidikan
- Sekolah di Rohil Tetap Masuk Meski Asap Menebal
Sekolah di Rohil Tetap Masuk Meski Asap Menebal
Kamis, 13 Maret 2014 11:35 WIB
BAGANSIAPIAPI - Sempat diliburkan seminggu, siswa di Rokan Hilir kembali masuk sekolah seperti biasa sejak (10/3/14) lalu hingga sekarang, meski asap masih tebal. Namun sayang, mereka jarang menggunakan masker.
Senin (10/3/14) sampai Kamis (13/3/14) pagi, kabut asap masih tebal di Bagansiapiapi dan sekitarnya, murid PAUD sampai SLTA kembali sekolah seperti biasa, setelah sempat diliburkan, selama seminggu.
Kondisi itu terjadi untuk sekolah negeri dan swasta, beberapa murid MTs Datuk Batu Hampar, mengaku, mereka tidak diliburkan, namun mereka juga terlihat jarang memakai masker. "Kami tidak diliburkan," pengakuan beberapa murid.
Pantauan riauterkinicom, ketebalan asap di Bagansiapiapi terjadi mulai pukul 03.00 WIB dini hari, dan baru berkurang menjelang sore, namun disaat dini hari, asap kembali tebal, siklus itu terus berulang.
Sementara, beberapa murid mengaku enggan memakai masker yang bentuknya sederhana, dan mereka lebih senang memakai masker dengan kualitas baik dan keren.
Akibatnya, penjual masker yang ada di depan Pasar Pelita, laris manis. Harga satu masker tersebut Rp 15.000, sedangkan masker biasa dengan harga 3 buah Rp 10 ribu, malah kurang laris, kualitasnya, hampir sama dengan masker yang dibagikan secara gratis pemerintah.
Libur di Pekanbaru Diperpanjang
Sementara murid SD hingga SMA di Pekanbaru yang semestinya mulai kembali masuk sekolah hari ini, Kamis (13/3/14), namun karena kondisi kabut asap yang kian menebal, libur diperpanjang sampai batas waktu yang belum ditentukan.***(nop)
Senin (10/3/14) sampai Kamis (13/3/14) pagi, kabut asap masih tebal di Bagansiapiapi dan sekitarnya, murid PAUD sampai SLTA kembali sekolah seperti biasa, setelah sempat diliburkan, selama seminggu.
Kondisi itu terjadi untuk sekolah negeri dan swasta, beberapa murid MTs Datuk Batu Hampar, mengaku, mereka tidak diliburkan, namun mereka juga terlihat jarang memakai masker. "Kami tidak diliburkan," pengakuan beberapa murid.
Pantauan riauterkinicom, ketebalan asap di Bagansiapiapi terjadi mulai pukul 03.00 WIB dini hari, dan baru berkurang menjelang sore, namun disaat dini hari, asap kembali tebal, siklus itu terus berulang.
Sementara, beberapa murid mengaku enggan memakai masker yang bentuknya sederhana, dan mereka lebih senang memakai masker dengan kualitas baik dan keren.
Akibatnya, penjual masker yang ada di depan Pasar Pelita, laris manis. Harga satu masker tersebut Rp 15.000, sedangkan masker biasa dengan harga 3 buah Rp 10 ribu, malah kurang laris, kualitasnya, hampir sama dengan masker yang dibagikan secara gratis pemerintah.
Libur di Pekanbaru Diperpanjang
Sementara murid SD hingga SMA di Pekanbaru yang semestinya mulai kembali masuk sekolah hari ini, Kamis (13/3/14), namun karena kondisi kabut asap yang kian menebal, libur diperpanjang sampai batas waktu yang belum ditentukan.***(nop)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal
-
Sosial
Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Perkuat Harmoni dan Persatuan
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Ekbis
Hari Buruh Internasional 2026, Prabowo Resmikan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan

