- Home
- Pendidikan
- Sertifikasi Dipotong 100 Persen, Guru Tuding Pemko Pekanbaru Tak Manusiawi
Sertifikasi Dipotong 100 Persen, Guru Tuding Pemko Pekanbaru Tak Manusiawi
Rabu, 24 Juni 2015 15:29 WIB
PEKANBARU - Satu hari pasca Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Pekanbaru, kantor Walikota di Jalan Sudirman mendapat "kado indah" berupa serbuan dari ratusan guru yang tergabung dalam Forum Guru Pekanbaru, Rabu (24/6/2015).
Ratusan guru ini meminta kejelasan tidak dibayarkannya dan juga dilakukannya pemotongan dana sertifikasi yang dianggap tidak manusiawi.
Salah satu pendemo yang tidak ingin disebutkan namanya mengatakan tindakan ataupun kebijakan yang dikeluarkan oleh pemerintah ini benar-benar tidak manusiawi.
"Kami guru-guru ini memang selalu jadi sasaran empuk buat orang-orang di dalam kantor itu. Pemko tak manusiawi," ujarnya sambil menunjuk gedung kantor Walikota.
Ia mengatakan tindakan pemotongan dana sertifikasi guru dianggap sudah tidak mencerminkan sikap madani.
"Bayangkan coba, masak cuma 1 hari gak kerja entah itu sakit, entah itu ada urusan umrah, ataupun keluarga kita ada yang meninggal, mereka tak mau ngerti. Pokoknya gak masuk langsung potong 100 persen," jelasnya.
Lanjutnya, ia mengatakan sosok guru bukanlah robot yang harus bekerja setiap hari tanpa henti. "Kami tidak boleh sakit, kami tidak boleh izin tak masuk. Kami manusia juga yang punya batas lelah. Sungguh tak berperikemanusiaan," tegasnya.
Hal senada juga disampaikan guru lainnya yang lagi-lagi tak mau menyebutkan namanya. Ia meminta Pemerintah untuk kembali mengkaji kebijakan yang dibuat.
"Kalau memang dipotong ya pakai persentase sajalah. Jangan langsung 100 persen. Kami juga manusia dek, masak tak boleh sakit," terangnya.
Seperti dikutip halloriaucom, Ia juga menceritakan nasib guru SD yang sampai 3 bulan tidak dibayarkan dana sertifikasinya.
"Hampir Rp10 juta juga tu yang tidak dibayarkan. Padahal jelas-jelas dia tak masuk gara-gara sakit. Kemana uang itu, kemana??? Kami guru, yang mengajar anak-anak kalian semua tapi inilah yang mereka buat ke kami," ujarnya menahan emosi.
Pantauan di lapangan, ratusan guru-guru ini membawa berbagai spanduk dan karton berisikan tuntutan-tuntutan mereka. Hingga berita ini diturunkan, 10 perwakilan dari guru-guru saat ini sedang melakukan mediasi dengan Walikota Pekanbaru.
(rdk/hrc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Politik
DPRD Pekanbaru Sahkan Ranperda Keuangan dan Administrasi
-
Hukrim
Kinerja Tim Saber Pungli Pekanbaru Dipertanyakan
-
Kesehatan
Walikota Pekanbaru Bantah Pemberitaan Pejabat Pemko Keracunan Makanan
-
Kesehatan
Dinas Kesehatan Riau Siagakan Tim Medis 24 Jam Selama Lebaran
-
Ekbis
Dishub Pekanbaru Kembali Amankan Duaa Taksi Uber
-
Sosial
Gubri Minta Wako Pekanbaru dan Bupati Kampar Perbaiki Layanan Publik

