Diprotes Dua Saksi Parpol, Pleno KPU Dumai Hampir Rusuh
Minggu, 20 April 2014 19:21 WIB
DUMAI - Rapat pleno rekapitulasi suara pemilu legislatif (Pileg) 2014, Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Dumai hampir rusuh saat diprotes saksi dari Partai Hanura Muhammad Hasbi yang dilaksanakan di Hotel Comfort, Ahad (20/4/14) petang.
Protes yang sedikit memanas itu disebabkan karena adanya laporan PPK Kecamatan Dumai Kota yang disampaikan Ketua PPK Dumai Kota pada acara Pleno rekapitulasi penghitungan suara DPR, DPD dan DPRD provinsi, berbeda dengan data yang ada di tangan para saksi Parpol.
"Data yang disampaikan PPK Dumai Kota berbeda dengan data yang kami pegang. Selain itu banyak data yang di tipe x. Setelah saya intip jumlahnya selisih jauh dengan data yang dituliskan di atas tipe x ini," tegas Saksi dari Partai Hanura sembari berdiri.
Hasbi sendiri juga mencurigai telah terjadi kecurangan atau penggelembungan suara untuk salah satu calon pada Pileg 2014. Untuk itu, dia meminta ketua PPK Dumai Kota menjelaskan persoalan ini agar tidak menimbulkan persoalan dalam pleno tersebut.
"Seharusnya data yang salah dicoret lalu diperbaiki dan dibubuhi paraf, tidak di tipe x seperti ini. Saya mencurigai ada kecurangan dalam melakukan rekap data ini. Tolong jelaskan kepada kami soal masalah ini," pinta Muhammad Hasbi pada pleno itu.
Menanggapi protes itu, Ketua PPK Dumai Timur mengatakan jika data yang di tipe x itu karena salah dan apabila dicoret maka tidak kolomnya tidak akan muat.
"Maaf pak, data tersebut di tipe x karena kolom angka terlalu kecil. Apabila kolom dicoret tidak ada tempat untuk menuliskan data yang benar. Oleh karena itu kesalahan yang terjadi pada penghitungan kami coret tanpa mengurangi angka nominal yang sebenanrnya," jelasnya.
Namun saksi Parpol Gerindra Kota Dumai, Nurdin Budin kembali menyerang dan menyalahkan ketua PPK Dumai Kota. Dalam aturan yang diketahuinya, tidak dibenarkan menutupi data yang salah dengan tipe x tetapi harus di coret dan diperbaiki lalu diparaf.
"Agar persoalan ini jelas dan tidak ada saling mencurigai, kami meminta PPK Dumai Kota menghitung kembali hasil rekapitulasi suara ditingkat PPS setelah jumlahnya sesuai dengan data yang ditulis di atas tipe x pleno kita lanjutkan," pintanya.
Akhirnya permintaan kedua saksi itu dipenuhi ketua PPK Dumai kota. Ketua PPK bersama staff KPU menghitung ulang rekapitulasi tingkat PPS menggunakan Microsoft Exel yang diperlihatkan secara langsung kehadapan saksi menggunakan alat proyektor.
Setelah hasilnya cocok dan disetujui oleh para saksi, pleno akhirnya dilanjutkan kembali. Kemudian rapat pleno yang dilaksanakan KPU Kota Dumai itupun dihentikan dan dilanjutkan, besok Senin (21/4/14) di Hotel Comfort Dumai.***(din)
Protes yang sedikit memanas itu disebabkan karena adanya laporan PPK Kecamatan Dumai Kota yang disampaikan Ketua PPK Dumai Kota pada acara Pleno rekapitulasi penghitungan suara DPR, DPD dan DPRD provinsi, berbeda dengan data yang ada di tangan para saksi Parpol.
"Data yang disampaikan PPK Dumai Kota berbeda dengan data yang kami pegang. Selain itu banyak data yang di tipe x. Setelah saya intip jumlahnya selisih jauh dengan data yang dituliskan di atas tipe x ini," tegas Saksi dari Partai Hanura sembari berdiri.
Hasbi sendiri juga mencurigai telah terjadi kecurangan atau penggelembungan suara untuk salah satu calon pada Pileg 2014. Untuk itu, dia meminta ketua PPK Dumai Kota menjelaskan persoalan ini agar tidak menimbulkan persoalan dalam pleno tersebut.
"Seharusnya data yang salah dicoret lalu diperbaiki dan dibubuhi paraf, tidak di tipe x seperti ini. Saya mencurigai ada kecurangan dalam melakukan rekap data ini. Tolong jelaskan kepada kami soal masalah ini," pinta Muhammad Hasbi pada pleno itu.
Menanggapi protes itu, Ketua PPK Dumai Timur mengatakan jika data yang di tipe x itu karena salah dan apabila dicoret maka tidak kolomnya tidak akan muat.
"Maaf pak, data tersebut di tipe x karena kolom angka terlalu kecil. Apabila kolom dicoret tidak ada tempat untuk menuliskan data yang benar. Oleh karena itu kesalahan yang terjadi pada penghitungan kami coret tanpa mengurangi angka nominal yang sebenanrnya," jelasnya.
Namun saksi Parpol Gerindra Kota Dumai, Nurdin Budin kembali menyerang dan menyalahkan ketua PPK Dumai Kota. Dalam aturan yang diketahuinya, tidak dibenarkan menutupi data yang salah dengan tipe x tetapi harus di coret dan diperbaiki lalu diparaf.
"Agar persoalan ini jelas dan tidak ada saling mencurigai, kami meminta PPK Dumai Kota menghitung kembali hasil rekapitulasi suara ditingkat PPS setelah jumlahnya sesuai dengan data yang ditulis di atas tipe x pleno kita lanjutkan," pintanya.
Akhirnya permintaan kedua saksi itu dipenuhi ketua PPK Dumai kota. Ketua PPK bersama staff KPU menghitung ulang rekapitulasi tingkat PPS menggunakan Microsoft Exel yang diperlihatkan secara langsung kehadapan saksi menggunakan alat proyektor.
Setelah hasilnya cocok dan disetujui oleh para saksi, pleno akhirnya dilanjutkan kembali. Kemudian rapat pleno yang dilaksanakan KPU Kota Dumai itupun dihentikan dan dilanjutkan, besok Senin (21/4/14) di Hotel Comfort Dumai.***(din)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal
-
Sosial
Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Perkuat Harmoni dan Persatuan
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Ekbis
Hari Buruh Internasional 2026, Prabowo Resmikan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

