• Home
  • Politik
  • Golkar Haramkan Mahar di Pilkada Pekanbaru dan Kampar 2017

Golkar Haramkan Mahar di Pilkada Pekanbaru dan Kampar 2017

Jumat, 16 September 2016 15:54 WIB
PEKANBARU - Dewan Pimpinan Pusat Partai Golongan Karya menyatakan tidak menetapkan mahar politik bagi bakal calon yang diusung pada pemilihan kepala daerah serentak 2017.

"Untuk proses pencalonan tidak ada sepeser pun yang harus dibayar calon kepada DPP atau dewan pimpinan daerah. Kami sudah menyatakan Golkar mengharamkan mahar pada Pilkada 2017," kata Koordinator Wilayah Sumatera II Dewan Pimpinan Pusat Golkar Darul Siska, di Pekanbaru, Kamis malam, 15 September 2016.

Pernyataan Darul itu disampaikan saat dia menyerahkan surat keputusan dukungan kepada calon untuk Pilkada Kota Pekanbaru dan Kabupaten Kampar, Provinsi Riau.

Partai Golkar untuk Pilkada Pekanbaru mengusung pasangan Ramli Walid dan Irvan Herman, sedangkan untuk Kampar mengusung Aziz Zaenal dan Catur Sugeng Sutanto.

Dia mengatakan bahwa pihaknya menyadari sukses Pilkada 2017 berkaitan dengan perhelatan serupa 2018 mendatang. Berlanjut pada Pemilu Legislatif dan Pemilihan Presiden 2019 bagaikan anak tangga, katanya lagi.

Karena itu, kata Darul, Golkar serius mempersiapkan pilkada baik dari sisi rekrutmen, seleksi, dan proses penetapannya.vMenurutnya hal itu dilakukan dengan cermat mulai dari survei, dan sengaja membentangkan karpet merah untuk siapa saja yang akan dicalonkan.

"Hingga akhirnya dalam tahapan kami merasa calon sudah melalui proses karena sudah melakukan sosialisasi," ujar dia.

Ketua DPD Golkar Riau yang juga menjabat sebagai gubernur Provinsi Riau, Arsyadjuliandi Rachman, menyatakan bahwa keputusan menentukan dua calon di atas sudah dibahas berkali-kali dengan ketua umum. Dia menegaskan bahwa hasil itu adalah yang terbaik bagi Golkar.

"Sekarang tak ada lagi pertanyaan, mengingat yang penting bagaimana memenangkan calon. Kalau selama ini ada kubu-kubu, sekarang harus rekonsiliasi lalu konsolidasi langsung sampai ke tingkat paling bawah," ujarnya.

Saat ditanyakan kenapa penentuan dua pasangan calon itu tidak mengusung kader sendiri, dia mengatakan semuanya bisa maju. "Tapi kenyataannya tidak semua mau maju dan itu sudah ditawarkan," jawabnya.

Sumber: Antara dan Tempo
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar