• Home
  • Politik
  • Ketika Banyak Warga Pelalawan Galau dan Tertarik Golput

Ketika Banyak Warga Pelalawan Galau dan Tertarik Golput

Senin, 24 Maret 2014 10:24 WIB

PANGKALANKERINCI - Jelang dua pekan sebelum Pemilu Legislatif (Pileg) pada tanggal 9 April mendatang ternyata banyak diantara warga belum memiliki wakil mereka untuk didukung. 

Kondisi ini tentu sangat membahayakan bagi berjalankan demokrasi yang sesungguhnya. Tak pelak, Golongan Putih (Golput) alias tidak memilih menjadi solusi yang tepat ditengah kegalauan ini.

Apa sesungguhnya, yang terjadi. Kenapa pemilih cendrung, belum memiliki jagoan mereka untuk dicoblos pada bilik suara nanti. Berikut ini, penulurusan singkat riauterkini.com apa yang menjadi pangkal masalah kenapa persoalan ini terjadi.

Ada beberapa faktor kenapa persoalan serius ini, terjadi. Guna mempersempit penulusuran agar tidak meluas kemana-mana, Riauterkini, mencoba mewawanncarai calon pemilih di Daerah Pemilihan 1, meliputi Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kecamatan Langgam dan Kecamatan Bandar Sei-Kijang.

Yang menyebabkan warga belum mempunyai calon pemilih, faktor pertama adalah diakibatkan oleh ulah sikap egois Caleg-Caleg yang maju itu sendiri. Misalnya, Caleg tersebut dalam satu penguyuban, satu rumpun keluarga maupun satu kampung, maju melebihi diatas angka yang sangat luar biasa. Bahkan ada satu desa Caleg yang bertarung puluhan orang.

Faktor ini, sebut warga sangat membingungkan sekali. Kesulitan menentukan dukungan sangat masuk akal. Jika mendukung calon A atau Bnya dalam satu penguyuban atau sekampung tentu akan merusak hubungan baik atau silahturahmi dengan sang Caleg lain.

Lebih parahnya lagi. Meskipun Caleg Partai Politik (Parpol) berbeda, dalam satu gang misalnya, ikut bertarung. Kondisi ini, sebut warga juga menjadi persoalan sangat sulit menentukan dukungan.

"Sumpah, bingung sekali awak menentukan pilihan. Didukung Caleg ini takut tersinggung Caleg yang lain. Semuanya harus kita jaga. Jika seperti ini bagusnya, tak usah memilih," beber Atan yang tinggal di Jalan Arbes Kelurahan Kerinci Timur.

Sementara itu warga yang lain menyebutkan alasan saat ini belum memiliki dukungan, adalah tidak mengenali Caleg yang akan dipilih. "Saya hanya mengenal sejumlah Caleg-Caleg ini di baliho saja. Siapa dia sesungguhnya saya tak tau lah," ujar warga tersebut.

Fakta ini tentu sangat membahayakan sekali bagi berjalannya, demokrasi. Guna menyelamatkan suara pemilih dari angka Golput, dengan waktu tersisa sebelum pencoblosan, bukan tanggung jawab penyelenggaran Pemilu saja yakni KPU. Akan tetapi juga tanggung jawab, dari semua pihak. Termasuk para Caleg-Caleg itu sendiri.

Para Caleg, harus extra bekerja menyakinkan pemilih. Ini persoalan perasaan juga, siapa para Caleg yang bisa meluluh lantakkan hati pemilih, tentunya, dia yang dipilih dan mendorong warga ke bilik suara.***(dok)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Politik
Komentar