Temui Demo Masyarakat Perbatasan Dumai-Rohil,
Ketua DPRD: Lebih Bagus Usulkan Pembangunan Sekolah
Sabtu, 05 April 2014 17:11 WIB
DUMAI - Ratusan masyarakat yang terhimpun dari tiga Rukun Tetangga (RT) 07 sampai 09 Kelurahan Batu Tritip Kecamatan Sungai Sembilan, Jumat (4/4/14) petang kemarin melakukan aksi demo di titik kordinat perbatasan antara Dumai dengan Kabupaten Rokan Hilir.
Demo ini merupakan pertama kalinya dilakukan penduduk setempat untuk meminta kepastian kepada pemerintah Kota Dumai maupun DPRD agar segera menentukan tapal batas antara Dumai dengan Kabupaten Rokan Hilir, karena masyarakat di Kelurahan Batu Tritip merasa cemas dengan adanya ancama hingga menimbulkan gejolak fisik.
Ratusan masyarakat baik itu bapak dan ibu-ibu setempat membentangkan spanduk sepanjang 4 meter dengan tulisan mendesak penentuan tapal batas wilayah Batu Tritip dengan Sinaboi. Sebab, selama ini daerah yang diduduki hampir 400 kepala keluarga sering mendapat tekanan dari oknum kabupaten tetangga agar segera mungkin meninggalkan lahan di Kelurahan Batu Tritip.
Jumadi, selaku wakil RT 09 Kelurahan Batu Tritip dalam orasinya, selama tinggal seluruh masyarakat mendapat tekanan dari oknum Kecamatan Sinaboi Kabupaten Rokan Hilir agar hengkang dan tidak menduduki tanah di Kelurahan Batu Tritip. Bahkan, tapal batas ini juga kerap menimbulkan gejolak fisik kepada masyarakat Dumai.
"Kami melakukan aksi demo ini ingin mendapatkan kepastian tentang tapal batas antara Dumai dengan Kabupaten Rohil. Kami tidak ingin hidup dalam tekanan yang sewaktu-waktu akan datang. Warga disini sudah mendapatkan tekanan fisik hingga berujung pemukulan yang dilakukan oknum dari kabupaten tetangga. Kami minta pemerintah segera menetapkan wilayah ini dengan jelas," ujar Jumadi.
Demo yang tidak mendapatkan kawalan dari aparat kepolisian ini berjalan damai setelah ditemui Ketua DPRD Dumai Zainal Effendi. Saat menemui pendemo, Zainal Effendi menyampaikan pesan dari Gubernur Riau Annas Maamun. Dikatakan Gubri, bawasannya tapal batas antara Dumai dengan Rokan Hilir sudah dibahas di Pemerintah Provinsi Riau.
"Tadi pak Annas menyampaikan salam kepada masyarakat Dumai yang tinggal di perbatasan untuk tidak gegabah dalam masalah ini. Karena, saat ini tim di Pemprov Riau sudah melakukan pemabahasan tentang titik kordinat soal batas wilayah antara Dumai dan Rohil. Pak Annas Maamun juga meminta kepada warga Dumai untuk tetap bekerja dan jangan sampai terprovokasi oleh oknum-oknum yang berujung gejolak fisik," kata Zainal Effendi.
Zainal Effendi yang juga politisi Partai Golkar ini menyarankan kepada masyarakat di Kelurahan Batu Tritip untuk memperjuangkan pembangunan seperti gedung sekolah. Mengingat kata dia, di Kelurahan Batu Tritip jumlah penduduknya akan semakin banyak dan mempunyai anak yang sudah bersekolah. Maka dari itu, lebih penting memperjuangkan nasib anak ketimbang masalah tapal batas wilayah itu.
"Tapal batas sudah ada yang bahas yaitu tim dari pemerintah, jadi masyarakat disini lebih bagus memperjuangkan pembangunan untuk anak-anaknya. Apalagi saya lihat kondisi sekolahan disini cukup memprihatinkan. Mumpung masih ada APBD Perubahan 2014 mari kita manfaatkan waktu ini untuk memperjuangkan pendidikan di daerah ini," ajak Zainal Effendi yang disambut positif masyarakat di Kelurahan Batu Tritip.
Rupanya apa yang disampaikan Ketua DPRD Dumai Zainal Effendi ini dibenarkan beberapa tokoh masyarakat di kelurahan Batu Tritip. Selama ini, daerah itu belum ada yang masyarakatnya mengusulkan kepada wakil rakyat tentang nasib dunia pendidikan. Masyarakat yang berprofesi sebagai tani itu lebih difokuskan dengan masalah titik kordinat perbatasan Dumai dengan Kabupaten Rokan Hilir.
"Benar apa yang pak Zainal Effendi itu sampaikan, masyarakat disini hanya terfokus dengan masalah tapal batas dan tidak terpikirkan mengenai gedung sekolah untuk anak-anak kita. Dengan adanya peluang lebar ini, kami masyarakat di Kelurahan Batu Tritip akan membentu kelompok dan mengajukan usulan apa yang bapak sampaikan itu," jawab Jumadi diamini ratusan warga lainnya.
Dilanjutkan Zainal Effendi yang bakal maju menuju kursi DPRD Provinsi Riau dengan nomor urut 6 daerah pemilihan 5 yaitu Dumai-Bengkalis dan Kepulauan Meranti mengatakan, selain masalah dunia pendidikan di Kelurahan Batu Tritip ini juga akan dibangun jalan Prioritas Utama (PU) dari Provinsi Riau. Jalan yang sudah dibangun dengan tanah kuning itu nantinya akan ditingkatkan menjadi lebih bagus lagi oleh Pemprov Riau.
"Pak Gubernur Riau Annas Maamun memiliki program pembangunan awal di kepemimpinannya ini, pembangunan itu masuk di jalan Prioritas Utama ini. Jadi masyarakat di Kelurahan Batu Tritip ini akan mudah untuk membawa hasil taninya untuk dijual kalau jalan PU sudah dibangun nantinya. Maka dari itu, mari kita bersama-sama untuk mendukung program pemerintah," jelas Zainal Effendi disambut tepuk tangan ratusan warga.
Ketua DPRD Dumai Zainal Effendi mengajak ratusan warga untuk membubarkan diri dan kembali ke rumah masing-masing. Apa yang disampaikan masyarakat sudah diinfokan kepada Gubernur Riau Annas Maamun. Respon dari Gubri sangat bagus dan meminta kepada warga Dumai yang tinggal di perbatasan agar tidak terpengaruh adu domba antar penduduk di kelurahan Batu Tritip, karena yang rugi masyarakat itu sendiri.
"Masalah ini sudah jelas ada yang ngurusi, lebih bagus bapak-bapak dan ibu-ibu fokus dengan nasib anak-anaknya. Kemudian mengenai jalan Prioritas Utama (PU) jangan ada lagi ada tanaman. Karena saya lihat sepanjang jalan ini sudah menjadi kebun. Sebab tahun ini jalan akan dibangun dan yang akan rugi masyarakat," ingat Zainal Effendi diiyakan warga akan melakukan pembersihan jalan PU.***(din)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

