• Home
  • Politik
  • Pemprov Riau Turunkan Tim Investigasi Selidiki Kasus Asusila Bupati Inhu

Pemprov Riau Turunkan Tim Investigasi Selidiki Kasus Asusila Bupati Inhu

Jumat, 14 Februari 2014 14:52 WIB

PEKANBARU - Pemerintah Provinsi (Pemrov) Riau dalam waktu dekat akan menurunkan tim investigasi untuk menyelidiki dugaan perbuatan amoral yang dilakukan Bupati Indragiri Hulu Yopie Arianto berdasarkan pengakuan janda beranak tiga asal Solo, Jawa Tegah berinisial RA.

"Saya sudah perintahkan sekretaris daerah untuk segera menurunkan tim pemeriksa dan tim investigasi ke lapangan. Kita ingin buktikan apakah betul memang ada perbuatan amoral itu," tegas Pejabat Gubernur Riau Djohermansyah Djohan di Pekanbaru, kemarin.

Djohermansyah yang juga menjabat sebagai Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kementerian Dalam Negeri itu mengatakan, tim tersebut akan segera diturunkan untuk mengetahui kebenaran informasi skandal seksual bupati.

Pihaknya juga menegaskan tidak boleh ada pengerahan masa terutama dari Pengawai Nageri Sipil (PNS) di lingkungan Pemerintah Kabupaten Indragiri Hulu yang diduga dilakukan atas perintah Bupati Indragiri Hulu Yopie Arianto.

"Tidak boleh ada pengerahan pegawai dalam aksi demo-demo karena mereka bukanlah alat untuk demo, melainkan alat untuk menjalankan kebijakan pemerintahan. Tidak boleh itu. Nanti kita akan catat dan akan periksa itu," katanya.

Seperti diketahui, belasan orang pendemo mendesak Pj Gubernur Riau Djohermansyah Djohan segera membentuk tim investigasi mengusut tuntas dugaan tindakan asusila yang dilakukan Bupati Indragiri Hulu Yopie Arianto.

"Sang bupati diduga melakukan perbuatan tercela dengan melakukan tindakan amoral yang sudah diberitakan di beberapa media massa, baik yang ada di Riau maupun tingkat nasional," ujar Koornitor Lapangan Aliansi Pemuda dan Mahasiswa Indragiri Hulu Peduli Moral Ando Pardosi saat mendemo masuk Kantor Gubernur Riau pekan lalu.

Sementara itu, sebanyak tiga dari empat fraksi di DPRD Kabupaten Indragiri Hulu menyatakan sikap setuju dengan pembentukan panitia khusus (pansus) untuk mencari kebenaran atas dugaan tindakan amoral sang bupati.

"Nantinya, pansus itu dibentuk untuk cari kebenaran terkait maraknya pemberitaan media massa yang menceritakan perselingkuhan bupati dengan seorang wanita asal Solo yang dilakukan sepanjang tahun 2013," ujar juru bicara tokoh di Indragiri Hulu, Supri Handayani.

Ketiga fraksi DPRD Indagiri Hulu yang setuju dengan pembentukan pansus yakni Fraksi Demokrat, Fraksi Gabungan dan Fraksi Gabungan Bersatu. Sedangkan Fraksi Golkar tidak menolak pembentukan pansus, melainkan hanya abstaian.

Yopie Arianto telah menceraikan isterinya Ilfa Susanti atau akrab disapa Refina yang merupakan perwira di jajaran Polda Riau sewaktu bercerai dan membawa satu orang anak dari hubungan itu, melalui Pengadilan Tinggi Agama Pekanbaru pada Februari 2012.***(ant)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Politik
Komentar