Aparatur Pemerintah Bengkalis Dituntut Peka Perhatikan Ekonomi Warga Miskin
Kamis, 06 Februari 2014 09:12 WIB
DURI - Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Bengkalis H Arwan Mahidin, di Duri, Rabu (5/2/14), meminta aparatur pemerintah terkait peka terhadap aspirasi dan kesulitan ekonomi yang menghimpit rakyat kelas bawah.
Menurut Arwan, hingga kini ternyata masih cukup banyak warga kurang mampu di Kecamatan Mandau yang belum tersentuh program pemerintah, dalam hal peningkatan taraf perekonomian. Seperti yang dialami Nelli (38) janda beranak tiga yang sengaja mendatangi Arwan di kantornya di Duri, Senin (3/2/14).
Sejak kematian suaminya yang berprofesi sebagai tukang parkir akibat penyakit jantung dan paru-paru, pada 2010 lalu, warga Jalan Pertanian Gang Kelapa RT 4 RW 9 Kelurahan Duri Barat ini terpaksa menghidupi sendiri dan ditemani tiga anaknya yang masih sekolah.
Kini dia menyambung kebutuh hidup dengan cara membuat dan jualan kerupuk serta kue. Anak bungsunya yang masih duduk di kelas satu Sekolah Dasar (SD) pun menderita radang paru-paru.
"Sebenarnya, masyarakat yang beginilah yang perlu dibantu. Dia mendatangi saya karena ada yang menyuruh ke sini. Tak ingin mengecewakan harapan masyarakat, saya minta Nelli membuat Kelompok Usaha Bersama (Kube). Insya Allah bantuan peralatan pembuatan kue untuk mereka akan diperjuangkan. Mudah-mudahan anakya juga dapat Bantuan Siswa Miskin," ujarnya.
Ditambahkan Arwan, sebetulnya cukup banyak program pemerintah daerah untuk membantu masyarakat, namun semua itu belum tersosialisasikan dengan baik.
"Makanya kami minta aparatur pemerintah setempat mulai dari kecamatan hingga kelurahan dan desa mensurvei masyarakat yang sangat membutuhkan bantuan untuk peningkatan taraf kehidupan mereka," harap Arwan mengakhiri.***(hen)
Menurut Arwan, hingga kini ternyata masih cukup banyak warga kurang mampu di Kecamatan Mandau yang belum tersentuh program pemerintah, dalam hal peningkatan taraf perekonomian. Seperti yang dialami Nelli (38) janda beranak tiga yang sengaja mendatangi Arwan di kantornya di Duri, Senin (3/2/14).
Sejak kematian suaminya yang berprofesi sebagai tukang parkir akibat penyakit jantung dan paru-paru, pada 2010 lalu, warga Jalan Pertanian Gang Kelapa RT 4 RW 9 Kelurahan Duri Barat ini terpaksa menghidupi sendiri dan ditemani tiga anaknya yang masih sekolah.
Kini dia menyambung kebutuh hidup dengan cara membuat dan jualan kerupuk serta kue. Anak bungsunya yang masih duduk di kelas satu Sekolah Dasar (SD) pun menderita radang paru-paru.
"Sebenarnya, masyarakat yang beginilah yang perlu dibantu. Dia mendatangi saya karena ada yang menyuruh ke sini. Tak ingin mengecewakan harapan masyarakat, saya minta Nelli membuat Kelompok Usaha Bersama (Kube). Insya Allah bantuan peralatan pembuatan kue untuk mereka akan diperjuangkan. Mudah-mudahan anakya juga dapat Bantuan Siswa Miskin," ujarnya.
Ditambahkan Arwan, sebetulnya cukup banyak program pemerintah daerah untuk membantu masyarakat, namun semua itu belum tersosialisasikan dengan baik.
"Makanya kami minta aparatur pemerintah setempat mulai dari kecamatan hingga kelurahan dan desa mensurvei masyarakat yang sangat membutuhkan bantuan untuk peningkatan taraf kehidupan mereka," harap Arwan mengakhiri.***(hen)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal
-
Sosial
Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Perkuat Harmoni dan Persatuan
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Ekbis
Hari Buruh Internasional 2026, Prabowo Resmikan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan

