• Home
  • Sosial
  • Bupati Meranti Panen Raya Cabe Hasil Budidaya Warga Desa Tanjung Pranap

Bupati Meranti Panen Raya Cabe Hasil Budidaya Warga Desa Tanjung Pranap

Kamis, 01 Desember 2016 19:08 WIB
MERANTI - Bupati Kepulauan Meranti Drs. H. Irwan, M.Si melakukan panen raya cabe di Desa Tanjung Pranap, Kecamatan Tebing Tinggi Barat, Rabu (30/11) kemarin. 

Bupati yang didampingi istri, Ny Nirwana Sari SE, mengaku sangat tidak menyangka bahwa tanah gambut bisa ditanami cabe dan pertumbuhannya cukup baik.

Turut mendampingi Bupati, Camat Tebing Tinggi Barat Rizki Hidayat, Kabag Humas Sekdakab Helfandi, Kepala Desa Tanjung Pranap Aswandi, Kapolsek Tebing Tinggi Barat, PPL Pertanian Anggota Forum Kepala Desa, serta para tokoh masyarakat setempat lainnya.

Panen raya di Desa Tanjung Pranap yang lebih dikenal dengan julukan Tanah Lembah Kampung Bertuah itu dipusatkan di Kebun Cabe milik Kades Aswandi di Jalan Poros Alai-Mengkikip.

Pada kebun seluas 1,5 hektare lebih tersebut, Bupati secara simbolis melakukan panen raya cabe dengan total satu ton, atau jika dirupiahkan dengan harga borongan Rp 75 ribu/kilogram akan menghasilkan uang sebanyak 75 juta rupiah.

Disela panen raya cabe, Bupati menyampaikan apresiasi dan rasa bangga kepada masyarakat Tanjung Pranap karena berhasil menanam cabe yang saat ini dilakukan panen. “Ini kegiatan yang sangat bermanfaat dan perlu didukung bersama-sama,” ujar Bupati.

Dijelaskan Bupati, hingga saat ini meskipun Meranti memiliki tanah yang luas namun mirisnya untuk urusan pucuk ubi pun masih didatangkan dari daerah lain terutama Pekanbaru dan Kampar. 

Akibatnya masyarakat terpaksa membeli cabe, bawang dan sayur-mayur lainnya dengan harga tinggi. Hal ini sangat menekan ekonomi masyarakat apalagi di tengah kondisi ekonomi  yang sedang lesu saat ini. 

Untuk itu lewat panen raya cabe ini Bupati mengharapkan dapat mengubah mindset masyarakat dari sebelumnya sebagai konsumen menjadi produsen. Dan apa yang dilakukan oleh warga Kampung Balak itu menjadi sebuah kebanggan bagi Meranti.

“Saya sangat bangga warga Desa Tanjung Pranap yang berhasil menanam cabe dengan baik. Semoga dapat diikuti oleh masyarakat lainnya, dan hasilnya nanti dapat dijual di Selatpanjang untuk membantu masyarakat mendapatkan cabe murah, di tengah melemahnya kondisi ekonomi saat ini,” terang Bupati.

Sekedar informasi, tercatat dari 1,5 hektare lahan yang ditanami cabe dapat memproduksi sebanyak satu ton cabe. Lama pembibitan hingga panen membutuhkan waktu empat bulan. Artinya jika dijual seharga Rp 75 ribu saja per kilogram, maka akan menghasilkan uang bagi petani sebesar Rp 75 Juta. 

“Ini sangat menjanjikan. Bisa menghasilkan keuntungan yang luar biasa. Andai saja tiap keluarga mau melakukannya, maka akan meningkatkan pendapatan keluarga dan mengurangi angka kemiskinan di Meranti,” tegas Bupati.

Bupati juga meminta kepasa Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan untuk memberikan perhatian serius kepada para petani yang ingin bertanam cabe, bawang dan lainnya. 

“Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan kedepan dapat memberikan perhatian yang serius untuk membantu petani dengan penyediaan bibit tanaman yang berpotensi untuk dikembangkan,”ucap Bupati.

Kedepan Bupati berharap masyarakat dapat menanam dan memproduksi cabe secara masal agar harga cabe di pasaran Meranti lebih murah. Dengan begitu bisa merubah paradigma masyarakat yang dulunya menjadi konsumen kini menjadi produsen.

“Kita ingin merubah mindset masyarakat menjadi produsen. Jangan hanya bisa jadi konsumen. Melalui edukasi oleh PPL Pertanian, Perikanan dan Perkebunan  yang jumlahnya terus kita tingkatkan dapat memberikan warna baru kepada masyarakat,” harapnya.

Saat ini padi sudah mulai banyak dikembangkan, berimbas kepasa harga beras yang sudah sedikit murah. Sejauh mata memandang banyak terlihat lahan kosong, untuk itu Bupati mengajak masyarakat untuk memanfaatkan lahan yang ada ini. 

“Jangan biarkan lahan kosong itu dimakan api. Mari jadikan lautan cabe yang dapat menghasilkan uang dalam upaya menciptakan kesejahterakan masyarakat,” ajaknya.

Bupati juga meminta masyarakat untuk tidak lagi menanam sawit, karena secara ekonomi kurang menguntungkan. “Sawit tidak usah ditanam lagi, karena secara ekonomi kurang menguntungkan. Mari tanam cabe yang lebih menjanjikan,” ucapnya.

Jangan Bakar Lahan

Bupati Irwan juga meminta kepada masyarakat untuk menghilangkan kebiasaan membakar lahan, karena akibat membakar lahan di Desa Tanjung Pranap sempat terjadi kebakaran hebat yang menghaguskan lahan seluas 600 hektare dalam waktu 24 jam.

“Kebiasaan di sini tiap musim panas masyarakat membakar lahan. Kini saya telah menguji dengan membuka lahan tanpa membakar, hanya dengan memanfaatkan limbah olahan sagu sebagai pupuk, sukses menanam cabe nantinya akan dicoba menanam bawang merah. Dengan percontohan ini semoga dapat diikuti oleh warga lainnya,” harap Kades Tanjung Pranap Aswandi.

Pada kesempatan itu, Kades Tanjung Pranap Aswandi juga menyampaikan pesan terima kasih dari masyarakat pedalaman kepada Bupati, atas terbukanya akses jalan Kampung Balak-Air Mabuk. 

Dengan terbukanya akses itu masyarakat sudah dapat menikmati murahnya membeli kebutuhan hidup. “Masyarakat Air Mabuk kirim salam kepada Bupati, mereka  mengucapkan terima kasih,” ujar Kades Aswandi.

(fan/fan)

IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar