Carutan Gubernur Riau Annas Maamun Jadi Bahan Candaan Pelajar
Selasa, 29 April 2014 13:12 WIB
PEKANBARU - Popularitas Gubernur Riau Annas Maamun terus meninggi. Sayangnya, bukan karena aspek positif, melainkan sisi negatifnya. Di kalangan generasi muda, terutama pelajar, mantan Bupati Rokan Hilir tersebut sangat dikenal.
Bahkan, ada perkataan Gubri Annas yang kini jadi bahan candaan pelajar di Riau.
“Dinasti….dinasti… dinasti pant…,” umpatan kotor Gubri Annas menjawab pertanyaan seorang wartawan beberapa waktu lalu inilah yang kerap menjadi pemicu gelak-tawa sekelompok pelajar yang sedang berkumpul.
Tidak hanya pelajar menengah atas yang menjadikan carutan Gubri Annas sebagai bahan candaan, tetapi juga pelajar Sekolah Dasar. Fenomena tersebut membuat miris para orang tua.
Seperti yang dirisaukan Fitri, seorang ibu yang tinggal di Sukajadi, Pekanbaru. Wanita berjilbab tersebut sangat terkejut ketika mendengar putrinya yang duduk di bangku SMP menirukan umpatan kotor Gubri Annas, meskipun tak sampai tuntas. Dengan ucapan ‘pant..’ sengaja digantung.
"Dinasti, dinasti... dinasti pant..."
Saat ditanya, sang anak mengatakan ia mendengar teman-temannya mengatakan hal itu di Sekolah untuk bahan candaan.
“Kata anak saya, teman-temannya yang mendapat rekamannya dari Youtube,” tuturnya.
Seorang warga Marpoyan Damai, Taryadi juga mengaku terkejut, saat anaknya yang duduk di bangku SMA bertanya kebenaran Gubri Annas melontarkan umpatan kotor.
“Waktu itu anak saya baru pulang, tiba-tiba ia bertanya, apa benar Pak Gubernur mencarut? Saya bingung menjawabnya, karena ketika itu memang belum tahu,” tutur Taryadi kepada riauterkinicom kemarin.
Kerisauan serupa juga disampaikan seorang Guru TK di Sukajadi, Laila. Guru tersebut mengaku tak menyangka seorang pimpinan sekaliber Gubernur Annas bisa melontarkan umpatan kotor di depan umum. Terlebih usia Gubernur Annas sudah uzur.
“Tentu sangat kita sesalkan umpatan gubernur tersebut. Sangat tidak patut diucapkan seorang pemimpin yang semestinya jadi panutan,” sesalnya.
Sebagai seorang yang pernah menjadi guru, menurut Laila sikap Gubernur Annas membuat dirinya dan para guru merasa malu. ***(dok)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal
-
Sosial
Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Perkuat Harmoni dan Persatuan
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Ekbis
Hari Buruh Internasional 2026, Prabowo Resmikan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan

