• Home
  • Sosial
  • Dipertanyakan Biaya Penyambungan Listrik di Meranti

Dipertanyakan Biaya Penyambungan Listrik di Meranti

Kamis, 16 Januari 2014 11:50 WIB
PULAU PADANG - PLTMG Bagan Melibur, kini telah beroperasi penuh menjadi salah satu pembangkit listrik dengan energi terbarukan di Meranti. Namun pengoperasian tersebut justru menimbulkan kebingungan di tengah masyarakat. Pasalnya, biaya pemasangan listrik yang ditarik pihak biro instalator listrik kepada masyarakat sangat mahal.
 
Disamping mahal, masyarakat juga dibuat bingung dengan tarif yang berfariasi antara satu biro dengan biro instalator lainnya yang menjadi mitra PLN. Disisi lainnya, tidak ada upaya sosialisasi dari pihak PLN terkait tarif pemasangan instalasi listrik secara resmi.

“Terus terang kami bingung Pak. Berapa sebenarnya tarif biaya pemasangan listrik yang memang harus dibayarkan calon pelanggan. Sementara daya yang kami pasang 900 kwh, ada yang membayar Rp2,7 juta rupiah dan ada yang membayar hingga Rp3.5 juta rupiah. Apakah ini memang tarif resmi PLN atau biro”, ungkap Halim warga desa Mengkirau Kecamatan Merbau, kemarin di Teluk Belitung.

Menurut Halim, warga sebenarnya sangat antusias progam pemasangan instalasi listrik PLTMG Bagan Melibur. Apalagi, masyarakat juga sudah lama berharap untuk bisa segera menikmati listrik 24 jam, siang malam. 

Keberhasilan sinergi yang dibangun Pemkab Meranti, memanfaatkan lima sendok gas Bagan Melibur, menjadi berkah bagi masyarakat yang selama ini seakan-akan sebuah harapan yang sulit ditunaikan. Hanya saja, perbedaan biaya pemasangan yang dibebankan pihak biro PLN inilah yang membuat masyarakat jadi bingung. 

“Kita berharap ada klarifiasi resmi dari pihak PLN terkait biaya pemasangan untuk menguraikan kebingungan masyarakat ini. Selain itu, kita juga berharap ada kebijakan dari PLN ataupun Pemkab Meranti bagi warga miskin. Untuk makan saja susah, apalagi harus membayar hingga 3 jutaan rupiah. Apalagi sumber energinya berasal dari kekayaan sumber daya alam Meranti”beber Halim lebih lanjut.

Hal senada juga diungkapkan Sutrisno (37 th) warga desa Mengkirau lainnya. Menurut bapak dua anak ini, munculnya perbedaan soal tarif biaya pemasangan instalasi listrik ini sempat membuat warga berfikir negatif. Artinya, penetapan harga pemasangan inatalasi yang jumlahnya mencapai jutaan rupiah ini hanya kebijakan sepihak dari pihak biro. 

“Kita inginkan ada penjelasan resmi dari PLN. Soalnya, untuk pemasangan instalasi di setiap desa berbeda-beda. Di desa  Mengkopot biayanya Rp2,5 juta, Mengkirau Rp3,5 juta dan di desa Tanjung Pisang Rp2,7 juta. Sebenarnya mana yang benar, harusnya biaya pemasangan lebih murahlah," jelasnya. 

Soalnya, sumber energinya pembangkit istriknya dari gas perut bumi Meranti. Paling tidak sebagai biaya kompensasilah bagi masyarakat daerah ini, atas pengelolaan potensi sumber daya alamnya. 

"Kita hanya minta pengurangan biaya pemasangan instalasi listrik. Kalau soal pemakian energi listriknya tetap ikut tarif dan aturan resmi PLN," tandas Sutrisno dengan nada penuh harap.

Menanggapi persoalan itu, pihak PLN Rayon Selatpanjang yang dikonfirmasi melalui supervisor ADM, Fauzar, mengaku tidak tahu soal penetapan tarif dilapangan. Namun, soal tarif biaya pemasangan jaringan listrik yang baru untuk meteran 900 pa, sudah ada ketentuannya, yakni sebesar Rp675 ribu per rumah. 

"Kalau untuk harga meteran itu kita tidak tahu siapa yang menentukannya. Tapi kalau dari kita sendiri sudah ada ketentuan untuk pemasangan baru (instalasi)”, tandasnya.***(fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar