• Home
  • Ekbis
  • Bupati Meranti Akui Pertumbuhan Ekonomi Belum Merata

Bupati Meranti Akui Pertumbuhan Ekonomi Belum Merata

Kamis, 16 Januari 2014 11:47 WIB
SELATPANJANG - Pertumbuhan ekonomi Kabupaten Kepulauan Meranti sepanjang tiga tahun terakhir melesat bak roket. Namun demikian secara umum pertumbuhan tersebut belum merata di seluruh kabupaten Meranti. 

Pada awal pemekaran, rata-rata pertumbuhan ekonomi Meranti berada di bawah pertumbuhan rata-rata ekonomi Riau 6 persen. Sebagai dampak percepatan pembangunan dan pelayanan publik mampu menggenjot pertumbuhan, sektor usaha yang akhirnya turut mendongkrak pertumbuhan rata-rata ekonomi Meranti melampui angka pertumbuhan ekonomi Riau dan nasional, 8,4 persen di tahun 2013. 

Bupati Kepulauan Meranti Irwan Nasir mengakui konsentrasi pertumbuhan ekonomi yang pesat tertumpu di Kota Selatpanjang dan ibu kota kecamatan yang menjadi pusat akses perputaran ekonomi masyarakat. Sedangkan di berbagai pelosok pedesaan, pertumbuhan ekonomi masyarakat masih berjalan stagnan. 

“Hal ini terjadi akibat masih belum meratanya infrastruktur dasar yang menjadi nadi pertumbuhan ekonomi. Infrastruktur jalan yang buruk dan belum tersedianya akses pelabuhan dan jembatan yang resprentatif, menjadi pengganjal bagi pertumbuhan ekonomi masyarakat pedesaan," ungkap Bupati Irwan, Msi.

Menurut Bupati, kondisi infrastruktur jalan di berbagai pelosok pedesaan Meranti, khususnya di pulau-pulau terluar memang buruk dan rusak parah. Dari kondisi jalan yang ada, lebih dari 70 persen rusak  berat dan tak bisa lagi menampung seluruh beban aktifitas sosial dan ekonomi masyarakat. 

Sebagian lagi, memang belum tersentuh pembangunan. Mahalnya alokasi anggaran biaya yang dibutuhkan menyebabkan konsentrasi percepatan pembangunan tidak mampu dihendel melalui kekuatan APBD Meranti. 

Disisi lainnya, kondisi bentangan alam yang berpulau dan tekstur tanah yang bergambut serta rawa tidak hanya membutuhkan anggaran besar juga konstruksi yang lebih spesifik. Kondisi inilah yang menyebabkan kenapa upaya percepatan pembangunan  infrastrukur dipedesaan berjalan lambat. 

“Kalau harus mengandalkan kekuatan APBD Meranti, jelas tidak akan mampu mengkaper semuanya. Hal ini yang sering saya katakan, Garuda didadaku, ringgit di perutku. Saat ini kita memang sedang berjuang untuk mendapatkan alokasi anggaran pusat dalam menggesa percepatan infrastruktur dasar puluhan desa di pulau-pulau terluar,” beber Bupati Irwan, Msi.

Untuk mengoptimalkan percepatan pembangunan infrastruktur di pedesaan, mulai tahun anggaran 2014 ini Pemkab Kepulauan Meranti berupaya meningkatkan alokasi anggaran program PNPM Mandiri pedesaan sebesar 30 miliar rupiah. 

Selain itu, keberhasilan para pelaku PNPM Mandiri di Meranti dalam menjalankan program dengan didukung masyarakat dan jajaran pemerintah desa, mampu menarik perhatian pusat untuk turut menambah alokasi anggaran PNPM Mandiri Pedesaan dari alokasi anggaran APBN untuk tahun 2014, sebesar 31 miliar lebih. 

Artinya, pada tahun 2014 ini diperkirakan akan beredar uang sebsar 60 miliar rupiah dari program PNPM Mandiri Pedesaan. Selain itu, konsentrasi percepatan pembangunan infrastruktur jalan di pedesaan juga akan diupayakan melalui program pembangunan dari alokasi anggaran APBD tahun 2014.

Untuk itu, selain menambah pagu anggaran fisik, alokasi anggaran kegiatan serimonial dan perjalanan dinas yang dinilai tidak resprentatif, akan dipangkas dan diarahkan untuk membiayai program pembangunan infrastruktur.

"Minimnya kuantitas maupun kualitas SDM  jajaran SKPD, juga turut menjadi penentu keberhasilan program pembangunan infrastruktur. Untuk itu, memang butuh kerja ekstra keras bagi Pemkab Meranti untuk menggesa percepatan pemerataan pembangunan infrastruktur di pedesaan," katanya.

"Butuh ketekunan, kerja keras, saling koordinasi,juga menuntut kesabaran selangkah demi selangkah. Untuk itu, mari semua pihak untuk menyatukan visi, membangun negeri ini” tandas Bupati Irwan, Msi.***(fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Ekbis
Komentar