• Home
  • Sosial
  • Diskes Targetkan Pelalawan Bebas Penyakit Kaki Gajah

Diskes Targetkan Pelalawan Bebas Penyakit Kaki Gajah

Minggu, 05 Januari 2014 17:26 WIB

PELALAWAN - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pelalawan melalui Dinas Kesehatan kabupaten Pelalawan telah mampu menekan jumlah penyebaran virus penyakit menular kaki gajah (filariasis). 

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari program pemberian obat massal pencegahan (POMP) Filariasis pasca penetapan status endemis akhir tahun 2007 silam. Demikian hal ini disampaikan Kabid P2PL Dr Rafles pada media ini, Ahad (5/1/2014) di Pangkalan Kerinci. 

Menurutnya, dengan tidak adanya temuan baru penyebaran penyakit kaki gajah atau filariasis tersebut, Diskes menargetkan pada tahun 2014 ini, kabupaten Pelalawan akan bebas penyakit kaki gajah dan mampu meraih sertifikasi bebas penyakit filariasis dari Kementerian Kesehatan RI dan badan kesehatan dunia (WHO).

"Pada akhir Desember 2013 lalu, genap lima tahun Pemkab Pelalawan melaksanakan program POMP filariasis yakni program sesuai standar WHO dalam memberantas dan mencegah penyakit kaki gajah tersebut," jelasnya melanjutkan. 

"Untuk itu, maka tahun 2014 ini kita menargetkan kabupaten Pelalawan akan bebas Penyakit kaki gajah sehingga mampu meraih sertifikasi bebas penyakit filariasis dari Kementerian Kesehatan RI dan badan kesehatan dunia (WHO)," terang Rafles dengan nada optimis.

Dijelaskan Rafles, bahwa untuk mendapatkan sertifikat bebas penyakit kaki gajah atau filariasis dari Kemenkes RI dan WHO, Diskes Pelalawan telah melakukan survei evaluasi penularan filariasis (transmision assesment survey) melalui pengambilan sampel darah 1600 murid Sekolah Dasar khususnya kelas satu dan dua yang tersebar di 218 SD se-kabupaten Pelalawan.

"Dan hasilnya negatif atau tidak ditemukan seorang pun yang positif memiliki penyakit menular kaki gajah (filariasis). Untuk itu, maka kabupaten Pelalawan berhak mendapatkan sertifikat bebas kasus kaki gajah dari Kementerian Kesehatan dan WHO," ulasnya. 

"Namun demikian, untuk membuktikan bahwa Pelalawan bebas kasus kaki gajah, maka dalam waktu dekat ini Tim dari Kementerian kesehatan RI akan turun untuk melakukan tes survey darah jari di kabupaten Pelalawan," ujarnya.

Diungkapkan Rafles, bahwa sejak awal tahun 2008 silam, Pemkab Pelalawan melalui Dinas Kesehatan kabupaten Pelalawan telah berkomitmen untuk menangani penyebaran penyakit kaki gajah tersebut. Sehingga, dengan komitmen itu, hingga awal 2014 ini, pihaknya tidak menemukan temuan kasus baru penyakit kaki gajah tersebut.

"Ya, sejak awal tahun 2008 lalu, kita sudah menangani kasus kaki gajah ini dengan jumlah penderita penyakit kaki gajah sebanyak 36 orang yang terdapat di 5 kecamatan di daerah ini. Dan dari 36 orang penderita, 24 orang diantaranya dinyatakan telah mengidap penyakit gajah yang telah kronis," ujarnya.

Namun, setelah dilakukannya pengobatan massal terhadap para penderita tersebut, hingga saat ini pihaknya tidak menemukan kembali temuan kasus baru dari penyakit menular yang disebabkan oleh infeksi cacing filaria dan ditularkan oleh nyamuk. 

"Untuk itu, maka kita optimis pada tahun 2014 ini, Pelalawan akan segera meraih bebas penyakit kaki gajah atau filariasis dari Kemenkes RI dan WHO," tutupnya seraya menyebutkan bahwa pendanaan pembelian obat POMP filariasis tersebut dibiayai Pemkab melalui APBD sejak 2007 hingga 2012 dengan anggaran sebesar Rp 2.87 Miliar.***(Jhon/hrc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar