Hasil Lab, Raskin Tidak Mengandung Formalin di Meranti
Selasa, 03 Juni 2014 18:19 WIB
SELATPANJANG - Desas-desus kabar tentang beras miskin (Raskin) diduga mengandung bahan formalin yang didistribusikan Bulog Dumai melalui Pemerintah Kabupaten Kepulauan Meranti akhirnya tidak terbukti kebenarannya.
Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Kepulauan Meranti telah melakukan uji coba laboratorium sampel beras raskin (Raskin) yang diisukan berformalin ke Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Pekanbaru.
Menurut hasil uji lab, ternyata beras yang diisukan berformalin itu tidak terbukti. Hasil uji laboratorium itu disampaikan oleh BPOM RI di Pekanbaru, Selasa (3/6/2014) melalui surat yang dikirimkan ke Dinas Kesehatan Kabupaten Meranti.
Nomor registrasi No 10 Pekanbaru dengan Nomor pm.04.06.852.06.2014 PNBP.29, sedangkan sampel beras teregistrasi dengan nomor, 29/TPS/IIIC/PBB/VI//2014, yang dikeluarkan di Pekanbaru tanggal 3 Juni 2014.
Menurut Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Kepulauan Meranti Iqaruddin, ketika ditemui di ruang kerjanya mengatakan, pihaknya langsung menindaklanjuti dengan melakukan uji lab melalui Dinkes, maka didapatilah hasil negatif.
"Kalau ada permasalahan sampaikanlah ke pihak yang berwenang agar isu itu tidak menggelinding kemana-mana. Yang jelasnya, kami (pemerintah) selalu tanggap dengan masalah ini," jawab Sekda sembari diaminkan Kabag Ekonomi Setdakab Meranti.
Kata Iqaruddin, setelah menerima surat pemberitahuan dari BPOM RI itu, mereka akan menyurati ke Camat dan Lurah untuk menindaklanjuti hinga ke desa guna menepis isu ke masyarakat bawasannya beras tersebut tidak mengandung formalin.
"Setelah menerima surat itu, kita langsung membuat surat untuk disebar ke seluruh kecamatan dan kelurahan. Jadi, kami harapkan masyarakat jangan terpropokasi lagi dengan isu-isu seperti ini," tambahnya.
Sebelumnya Dinkes Kabupaten Kepulauan Meranti, telah mengirim 1 bungkus sampel beras yang diduga berformalin, dengan nomor surat 441/Dinkes-Yankes/V/2014 tanggal 28 Mei 2014.***(fan-roy)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal
-
Sosial
Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Perkuat Harmoni dan Persatuan
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Ekbis
Hari Buruh Internasional 2026, Prabowo Resmikan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan

