Cukup Dua Alat Bukti, Polisi Diminta Tahan Bupati Kampar dan Istrinya
Selasa, 03 Juni 2014 13:15 WIB
PEKANBARU - Pihak kepolisian harus bersikap tegas terhadap kasus penganiayaan yang diduga dilakukan Bupati Kampar Jefry Noer dan Istrinya Eva Yuliana terhadap Nurhasmi jika sudah memiliki dua alat bukti.
"Jika sudah ada dua alat bukti yang cukup, segera tahan Bupati Kampar dan istrinya. Polisi harus tegas, jangan bermain-main," ujar Suharmansyah SH MH dari kantor Law firm Suharmansyah SH. MH dan Lambok E Panjaitan SH, seperti dikutip GoRiau.com, Selasa (3/6/2014).
Menurutnya, kasus ini merupakan perbuatan pidana murni Bupati dan istrinya, jadi keduanya bisa ditahan apabila sudah cukup dua alat bukti.
'Kami siap jadi pengacara masyarakat dalam kasus penganiayaan Nurhasmi, warga. Kampar yang dianiaya oleh pejabat publik yakni Bupati Kampar Jefry Noer dan istrinya. Dan kita akan kawal kasus ini hingga selesai,' tegasnya.
Seperti diberitakan sebelumnya, kasus penganiayaan yang dilakukan Bupati Kampar Jefri Noer dan istrinya Eva Yuliana yang menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Kampar, mulai menggelinding.
Berdasarkan pengakuan korban Nurasmi (36), aksi penganiayaan itu berlangsung sangat sadis. Tanpa kasihan, Eva menginjak-injak perut wanita ini. Tendangan berkali-kali itu mengenai luka bekas operasi caesar korban yang baru saja melahirkan.
'Leher saya dicekik istri Bupati Kampar, saat itu saya masih bisa bertahan. Namun ketika dua pria itu membantu, saya tidak kuat. Perut saya ditendang hingga saya terjatuh, dan saya diinjak-injaknya,' beber korban, saat ditemui di ruang Cempaka RSUD Arifin Achmad, Pekanbaru, Senin (2/6/2014).
Tidak hanya sang istri bupati, aksi menginjak-injak perut wanita itu juga dilakukan oleh dua orang pria yang diduga sebagai pengawal bupati. Mendapat hantaman bertubi-tubi tidak tahan.
'Tendangan dan pukulan itu mengenai perut saya. Padahal perut saya ini belum lama dioperasi caesar saat melahirkan anak saya,' ungkapnya sambil merintih. ***(din)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal
-
Sosial
Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Perkuat Harmoni dan Persatuan
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Ekbis
Hari Buruh Internasional 2026, Prabowo Resmikan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan

