Ketua DPR RI Beri Segudang Julukan Kepada Bupati Kampar
Minggu, 09 Maret 2014 17:19 WIB
BANGKINANGKOTA - Inilah pengakuan Marzuki tentang Bupati Kampar Jefry Noer, “Dia inisiator, visioner, inspire, innovator, enterpreneur… Apa lagi, ya?” Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR RI) Marzuki Alie terdiam sejenak, saat menyimpulkan sosok Jefry Noer, Bupati Kampar, usai melakukan penanaman bawang merah bersama Ketua TP PKK Eva Yuliana, anggota DPR RI M Nasir, dan sejumlah kepala satuan kerja (Satker) Pemkab Kampar di lahan Kelompok Tani Lestari Jaya Desa Pandau Jaya Kecamatan Siak Hulu, Ahad (9/3/14).
Wakil Ketua Majelis Kehormatan Partai Demokrat Pusat ini mengatakan begitu, setelah dua hari mengunjungi sejumlah kawasan pertanian, perikanan dan peternakan yang ada di ‘Negeri Lima Pilar Pembangunan’ itu.
“Jefry Noer pro rakyat. Dari kemarin sampai sekarang yang dia tunjukkan adalah hasil kerja yang dinikmati langsung oleh rakyatnya. Jadi kalau saya lihat, sudah terlalu kecil Kampar untuk dipimpin oleh seorang bernama Jefry Noer itu,” kata Marzuki serius.
Meski terlambat hampir dua jam untuk mendarat di Bandara Sultan Syarif Kasim II Pekanbaru akibat kabut asap, Sabtu (8/3/14), Marzuki Alie tetap kelihatan segar. Dia menyalami Jefry, Eva Yuliana, Walikota Pekanbaru Firdaus, anggota DPR RI M Nasir yang menunggu di ruang VIP bandara itu.
Menunggangi Alpard RI 6, Marzuki kemudian meluncur ke arah Barat. Ke perladangan cabai merah milik warga di Desa Rimbo Panjang Kecamatan Tambang. Di sana rombongan memanen cabai merah jenis lado F1 itu.
Sekitar setengah jam di sana, Marzuki bergerak lagi ke arah Barat. Ke komplek Balai Pembibitan dan Pelatihan Ternak Ruminansia di Desa Kuapan, Kecamatan Tabang. Di komplek yang dijejali oleh sekitar 151 ekor sapi dari berbagai jenis itu, Marzuki menyerahkan secara simbolis sapi redistribusi jenis bali kepada masyarakat.
Ada sekitar 57 ekor sapi redistribusi itu. Sapi gaduhan (pemeliharaan dengan sistim bagi hasil) milik Pemkab Kampar yang setelah beranak, anakan itu diserahkan masyarakat kepada Pemkab Kampar sebagai pengganti indukan tadi. “Sapi itu berasal dari Bangkinang, Bangkinang Kota, Tambang dan Kampar Kiri Tengah masing-masing 1 ekor, Kampar dan Rumbio Jaya masing-masing 8 ekor, Perhentian Raja 9 ekor, Siak Hulu 5 ekor, Kampar Kiri Hulu 6 ekor, Kuok 12 ekor dan Tapung 7 ekor,” Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan Nurhasani merinci saat didaulat memberikan sambutan.
Sapi-sapi redistribusi itu kemudian kata Nurhasani diserahkan kembali ke masyarakat dengan pola gaduhan. “Yang mendapat sapi ini lima kelompok. Satu kelompok 10 orang. Mereka berasal dari Tambang, Kampar Timur, Kampar, Rumbio Jaya dan Kampar Utara,” terangnya.
Masyarakat kata Nurhasani sangat antusias atas kedatangan Marzuki. Sebab ini kali pertama sapi redistribusi ada dan langsung diserahkan oleh Ketua DPR RI pula. “Kami benar-benar bangga Pak Marzuki mau datang ke komplek ini,” kata Nurhasani.
Bagi Marzuki, program sapi gaduhan itu adalah cara-cara nyata yang dilakukan oleh Pemkab Kampar untuk mensejahterahkan masyarakatnya. “ Makanya, sapi ini jangan dijual, ya. Tapi justru lebih dikembangkan lagi,” pinta Marzuki usai menyerahkan secara simbolis sapi-sapi itu.
Habis dari Kuapan, Marzuki meluncur lagi lebih ke barat. Ke lapangan bola di kawasan Kecamatan Kampar Timur. Di sana, ribuan masyarakat sudah menunggu. Masyarakat itu adalah perwakilan dari 9000 lebih masyarakat yang menjadi tim percepatan terwujudnya zero kemiskinan, pengangguran dan rumah kumuh yang kini sedang digesah oleh Pemkab Kampar.
“Mereka ini adalah orang-orang yang diharapkan bisa memberikan laporan faktual tentang apa-apa yang terjadi di lapangan soal bantuan yang digelontorkan oleh pemerintah. Jadi, tim ini dibentuk bukan untuk gagah-gagahan. Tapi adalah tim yang benar-benar bisa membantu pemerintah dalam mempercepat terwujud tiga zero,” kata Jefry usai melantik Herman Thamrin sebagai ketua umum tim zero Jefry Noer Center (JNC) itu.
Bagi Marzuki, tim yang baru saja dilantik oleh Jefry itu adalah sebuah langkah kongkrit untuk mengawal pembangunan. “Mereka bisa mengawasi bantuan-bantuan yang ada supaya tepat sasaran. Sebab kalau sempat salah sasaran, yang namanya orang miskin akan terus miskin. Lantas, mereka bisa pula mengumpulkan data secara cepat untuk bahan analisa pemerintah,” kata Marzuki.
Pernyataan Marzuki tadi langsung disambung oleh Herman. Dia meminta supaya gagasan orisinil Jefry dijadikan sebagai salah satu cara untuk menuntaskan kemiskinan di seantoro Nusantara. “Kami berharap seperti itu. Sebab gagasan ini bukan isapan jempol. Tapi sudah nyata. Asal masyarakat tak bertulang rusuk panjang alias pemalas, insya allah mereka akan sejahtera oleh gagasan ini,” kata Herman.
Esoknya, Ahad (9/3/14), Marzuki kembali disuguhi pemandangan lain oleh Jefry. Di pasar syariah Desa Tanah Merah Kecamatan Siak Hulu, Marzuki diajak belanja oleh Jefry. Dan belanjaan itu kemudian diserahkan Marzuki kepada warga tak mampu yang kebetulan sudah ada di sana.
Usai belanja, Marzuki nangkring di komplek jajanan yang ada di pasar seluas 1,2 hektar itu. Di sana masyarakat sudah berkerumun menanti pembagian 300 paket sembako. Dari sana, Marzuki dan rombongan mendatangi perladangan milik kelompok tani Lestari Jaya di Desa Pandau Jaya kecamatan yang sama.
Mereka menanam bawang merah di lahan seluas 4000 meter persegi itu. “Mudah-mudahan tanaman ketua DPR RI membawa berkah. Sebab siapa saja yang bersahabat dengan Marzuki, akan mendapat berkah,” kata Marzuki sembari bercanda saat didaulat berpidato.
Marzuki kemudian meminta supaya kelompok tani yang dikomandani oleh Siswanto itu benar-benar yakin dengan apa yang mereka kerjakan. “Kalau kita yakin dengan apa yang kita kerjakan, Insya allah berhasil,” Marzuki memberi motivasi.
Walikota Pekanbaru, Firdaus yang sejak Sabtu ikut dalam rombongan, saat didaulat berpidato usai penanaman bawang itu, terang-terangan memuji Jefry. “Program semacam ini sangat inovatif dan kreatif. Inilah yang saya lihat dalam perjalan Jefry Noer selama saya sering berkunjung ke Kampar,” kata Firdaus.
Apa yang dilakukan oleh Jefry kata Firdaus tidak lagi membikin petani menjadi petani yang sebenarnya. Tapi justru sudah menjadi pengusaha di sektor pertanian. Sebab penghasilan petani yang sudah dibina oleh Jefry sudah melebihi pendapatan kepala daerah. “Kepala daerah, pendapatannya cuma Rp 6,2 juta. Petani cabai di Kampar justru sudah lebih dari itu,” katanya.
Dari perladangan bawang merah itu, Marzuki menuntaskan kunjungannya di komplek Pusat Pelatihan Pertanian Perdesaan Swadaya (P4S) Kubang Jaya. Habis melihat ibu-ibu menjahit di Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bina Insan Mandiri.
Di sana Marzuki sempat berdialog dengan para ibu usai menyerahkan secara simbolis bantuan mesin jahit kepada enam kelompok. Total mesin itu mencapai 60 unit. Habis dari situ, Marzuki masuk ke kawasan acara puncak. Pertemuan dengan para alumni P4S.
Di acara yang dihadiri oleh ribuan orang itu, Muslim, petani cabai merah asal Desa Danau Lancang Kecamatan Tapung Hulu yang dua kali memperoleh untung lebih dari Rp 1,2 miliar dan Almaturidi asal Desa Padang Luas Kecamatan Tampang yang dapat untung lebih dari Rp 10 juta per bulan jualan ikan ke warung-warung didaulat menceritakan pengalamannya.
Marzuki menyimak omongan kedua warga itu. “ Sekali lagi saya katakan, apa yang dilakukan oleh Jefry Noer sudah sesuai dengan cita-cita pendiri Negara ini. Bahwa kesejahteraan adalah milik masyarakat. Dan roadmap programnya sudah jelas. Maka arwah pahlawan tidak menangis melihat fakta ini. Tapi mereka bangga,” ujar Marzuki.***(man)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal
-
Sosial
Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Perkuat Harmoni dan Persatuan
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Ekbis
Hari Buruh Internasional 2026, Prabowo Resmikan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan

