MUI Kota Dumai Imbau Semua Komponen Berantas Maksiat
Sabtu, 01 Februari 2014 17:28 WIB
DUMAI - Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kota Dumai juga prihatin dengan kondisi daerah ini, terutama karena perbuatan maksiat mulai merajalela. Karena itu, dia mengimbau semua komponen masyarakat untuk memberantas perbuatan maksiat, yang kini menjadi penyakit masyarakat (pekat).
Ketua MUI Dumai Lukman Syarif, MA mengatakan semua hal-hal yang berunsur pekat dan penyelewengan moral dan akhlak ummat hendaklah menjadi fokus dan perhatian semua pihak, karena hal ini sangat merusak dan membahayakan masa depan anak bangsa yang sekaligus menjadi masa depan ummat.
Menurutnya, perbuatan mendiamkan hal tersebut adalah tidakan subhat yang berimplikasi kepada pertanggunjawaban besar di hadapan Allah SWT dan hilangnya barokah dalam hidup, serta menjadi penyebab turunnya bala bencana.
“Sebagai orangtua tentunya kita semua selalu menginginkan yang terbaik untuk anak-anak kita, karena kita sangat mencintai mereka. Karena itu, janganlah kita untuk turut andil dalam merusak masa depan anak-anak kita dengan membiarkan semua penyakit masyarakat, yang ada dan tumbuh berkembang di sekeliling kita, seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan anak-anak kita. Baik itu dilakukan secara sengaja atau tidak sengaja, langsung ataupun tidak langsung, atau dengan dalih apapun,” kata dia kepada wartawan, Kamis (30/1).
Dia menjelaskan, anak adalah tunas bangsa yang menjadi masa depan bangsa ini. Pada mereka dititipkan harapan dan masa depan ummat. Pendidikan dalam definisi sederhana adalah sebuah proses pembinaan anak dengan menjadikan semua yang mereka lihat, dengar, rasakan, kerjakan dan alami adalah hal-hal yang baik, agar mereka dapat tumbuh baik pada lingkungan masyarakat yang baik.
Semua ini adalah sebuah proses pelatihan dan pembiasaan agar terbentuk sebuah krakter dan keperibadian yang baik pada mereka. Sebagaimana dikatakan Ibnu Khaldun bahwa manusia adalah anak dari lingkungannya. Sementara Imam Al Ghozali juga menyatakan bahwa manusia adalah anak dari kebiasaannya.
Berkaca dari hal di atas MUI Kota Dumai mengajak semua elemen ummat Islam, baik sebagai masyarakat biasa, eksekutif, legislatif, aparatur hukum, terutama para orangtua agar berusaha dengan sekuat tenaga untuk mewujudkan lingkungan yang kondusif dan baik di Kota Dumai ini, untuk pertumbuhan dan perkembangan anak-anak dan remaja yang menjadi penyambung estafet perjuangan dan kepemimpinan bangsa.
MUI Kota Dumai sangat prihatin dengan peningkatan angka kriminalitas pada usia anak-anak sebagaimana yang disampaikan oleh petugas BAPAS Dumai Mulkan Siregar, Spd.I bahwa telah terjadi peningkatan yang cukup signifikan pada tingkat kriminalitas yang dilakukan oleh beberapa anak di Kota Dumai, yang menjadikan mereka tersandung beberapa kasus hukum.
MUI Kota Dumai sebagai bagian dari ummat Islam Kota Dumai, sekali lagi menghimbau dan mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama menyelamatkan anak-anak dari semua bentuk dan jenis penyakit masyarakat yang ada di sekeliling lingkungan masyarakat.
“Tanpa kebersamaan, upaya ini sulit untuk dilakakukan karena ini adalah tanggungjawab bersama kita semua. Setiap kita akan diminta pertanggungjawaban sesuai dengan amanah dan kewenangan yang diberikan Allah SWT kepada kita,” ujar Ustadz Lukman Syarif.***(rls)
Ketua MUI Dumai Lukman Syarif, MA mengatakan semua hal-hal yang berunsur pekat dan penyelewengan moral dan akhlak ummat hendaklah menjadi fokus dan perhatian semua pihak, karena hal ini sangat merusak dan membahayakan masa depan anak bangsa yang sekaligus menjadi masa depan ummat.
Menurutnya, perbuatan mendiamkan hal tersebut adalah tidakan subhat yang berimplikasi kepada pertanggunjawaban besar di hadapan Allah SWT dan hilangnya barokah dalam hidup, serta menjadi penyebab turunnya bala bencana.
“Sebagai orangtua tentunya kita semua selalu menginginkan yang terbaik untuk anak-anak kita, karena kita sangat mencintai mereka. Karena itu, janganlah kita untuk turut andil dalam merusak masa depan anak-anak kita dengan membiarkan semua penyakit masyarakat, yang ada dan tumbuh berkembang di sekeliling kita, seiring dengan perkembangan dan pertumbuhan anak-anak kita. Baik itu dilakukan secara sengaja atau tidak sengaja, langsung ataupun tidak langsung, atau dengan dalih apapun,” kata dia kepada wartawan, Kamis (30/1).
Dia menjelaskan, anak adalah tunas bangsa yang menjadi masa depan bangsa ini. Pada mereka dititipkan harapan dan masa depan ummat. Pendidikan dalam definisi sederhana adalah sebuah proses pembinaan anak dengan menjadikan semua yang mereka lihat, dengar, rasakan, kerjakan dan alami adalah hal-hal yang baik, agar mereka dapat tumbuh baik pada lingkungan masyarakat yang baik.
Semua ini adalah sebuah proses pelatihan dan pembiasaan agar terbentuk sebuah krakter dan keperibadian yang baik pada mereka. Sebagaimana dikatakan Ibnu Khaldun bahwa manusia adalah anak dari lingkungannya. Sementara Imam Al Ghozali juga menyatakan bahwa manusia adalah anak dari kebiasaannya.
Berkaca dari hal di atas MUI Kota Dumai mengajak semua elemen ummat Islam, baik sebagai masyarakat biasa, eksekutif, legislatif, aparatur hukum, terutama para orangtua agar berusaha dengan sekuat tenaga untuk mewujudkan lingkungan yang kondusif dan baik di Kota Dumai ini, untuk pertumbuhan dan perkembangan anak-anak dan remaja yang menjadi penyambung estafet perjuangan dan kepemimpinan bangsa.
MUI Kota Dumai sangat prihatin dengan peningkatan angka kriminalitas pada usia anak-anak sebagaimana yang disampaikan oleh petugas BAPAS Dumai Mulkan Siregar, Spd.I bahwa telah terjadi peningkatan yang cukup signifikan pada tingkat kriminalitas yang dilakukan oleh beberapa anak di Kota Dumai, yang menjadikan mereka tersandung beberapa kasus hukum.
MUI Kota Dumai sebagai bagian dari ummat Islam Kota Dumai, sekali lagi menghimbau dan mengajak semua elemen masyarakat untuk bersama-sama menyelamatkan anak-anak dari semua bentuk dan jenis penyakit masyarakat yang ada di sekeliling lingkungan masyarakat.
“Tanpa kebersamaan, upaya ini sulit untuk dilakakukan karena ini adalah tanggungjawab bersama kita semua. Setiap kita akan diminta pertanggungjawaban sesuai dengan amanah dan kewenangan yang diberikan Allah SWT kepada kita,” ujar Ustadz Lukman Syarif.***(rls)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

