Pemko Dumai Gelar Pelatihan Pemetaan Bedasarkan GIS
Senin, 08 September 2014 20:49 WIB
DUMAI - Meskipun Dumai telah lama ditingkatkan dari Kota Administratif menjadi Kota Madya, namun pemetaan wilayahnya hingga saat ini masih belum maksimal.
Tumpang tindih surat juga masih sering menjadi masalah. Dan belum lagi permasalahan lahan dengan PT Chevron Pacific Indonesia yang telah diduduki warga di daerah Bukit Batrem, Bumi Ayu, Teluk Binjai dan lainnya.
Hal ini disampaikan oleh Wakil Walikota Dumai, Dr.H.Agus Widayat pada saat pembukaan Pelatihan Pemetaan Berdasarkan Geografi Informasi Sistim (GIS) bagi aparatur pemerintah Kecamatan dan Kelurahan tahun 2014, di ballroom hotel Comfort, Senin (8/9/2014).
Apalagi setelah ada rencana dari pemerintah untuk diputihkan lahan yang telah diduduki ditanah konsesi itu, banyak bermunculan surat-surat baru. Khususnya di daerah Bukit Batrem dan Bumi Ayu, ada sekitar 4000 KK yang akan diselesaikan oleh Pemerintah kota Dumai.
“Dumai sudah lama menjadi kota, namun peta kota Dumai hingga saat ini masih belum maksimal. Kita selesaikan saat ini juga lahan PT Chevron Pacific Indonesia yang banyak dipakai dan diduduki oleh warga," kata Agus Widayat.
Dikatakan Wawako, selama ini antara Kota Dumai dan Kabupaten lainnya juga sering menimbulkan konflik tentang perbatasan wilayah.
"Kalau seluruh Kabupaten dan Kota mengadakan pelatihan seperti ini mungkin kedepannya tak akan terjadi lagi rebutan lahan atau wilayah. Paling tidak bagaimana masalah ini bisa dikurangi,” ujarnya.
Masalah tanah ini, kata Wawako, sebenarnya adalah masalah hukum, tapi masyarakat tahunya pemerintah, karena dasar dari surat tersebut adalah dari pemerintah.
“Lahan Chevron ini sudah dipakai dan diduduki warga berpuluh-puluh tahun dan dianggap tak bertuan. Beberapa kasus tanah yang banyak dicaplok sehingga sulit untuk diselesaikan. Dan kalau status tanah tak selesai mereka tak bayar Pajak Bumi dan Bangunan (PBB), tentu ada kaitan dengan pemasukan PAD kepada Pemko Dumai," jelasnya.
Untuk itu kedepan mari bersama benahi peta ini dengan sebenar-benarnya. Pada kesempatan itu, Kabag Pertanahan Syahrinaldi mengatakan, tujuan dilaksanaan kegiatan ini untuk meningkatkan kinerja aparatur pemerintah dan mampu melaksanakan tugas tentang pemetaan.
Pelaksanaan kegiatan ini diadakan selama 5 hari kedepan, dimulai tanggal 8 September 2014 hingga tanggal 12 September 2014 mendatang.
Peserta dari aparatur kecamatan dan kelurahan, diikuti sekitar 40 orang peserta. Pembiayaan acara ini dibebankan pada APBD Dumai Tahun 2014. Narasumber, Dra.Catur Puriningsih dari Balai Diklat Badan Informasi Geospasial, Cibinong (Bogor).
"Kerangka untuk membuat peta dasar butuh keterlibatan pemerintah Provinsi dan Pemerintah Daerah. Selama ini ketersediaan SDM kita sangat tebatas dan sering dikerjakan oleh pihak kedua sehingga banyak kesalahan. Dan kedepannya, diharapkan setelah adanya pelatihan ini kita bisa membuatnya sendiri," ungkap Narasumber, Dra.Catur Puriningsih.***(silvia)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

