- Home
- Pendidikan
- Mahasiswa Kuansing Belajar Budidaya Sapi Perah di Kampar
Mahasiswa Kuansing Belajar Budidaya Sapi Perah di Kampar
Senin, 08 September 2014 20:51 WIB
TAMBANG - Sudah lebih dari setengah bulan Sapuan, Rone Putra dan enam rekannya berada di Balai Pembibitan dan Pelatihan Ternak Ruminansia Kuapan Kecamatan Tambang Kabupaten Kampar. Selama itu pula para mahasiswa semester tujuh Universitas Islam Kuantan Singingi ini belajar memerah sapi di sana.
“Kami betah di sini. Belajar memerah susu sapi. Susu kambing juga. Sebab di Kuantan Singingi tak ada yang seperti ini,” cerita Rone yang warga Pangean Kabupaten Kuantan Singingi itu saat berada di dekat kandang sapi Fries Holland (FH) komplek Unit Pelaksana Teknis Dinas (UPT) Peternakan Kabupaten Kampar itu Senin (8/9/14) mereka berdua ditemani oleh Marjanis, orang nomor satu di UPTD itu.
Tadinya ada lima pilihan lokasi yang disodorkan kampus kepada para mahasiswa ini untuk magang. Termasuk di antaranya di Sumatera Barat dan Jawa Barat.
“Kami memilih ke sini lantaran objek yang akan kami pelajari lengkap. Jadi ngapain pergi jauh-jauh? Lagi pula, senior-senior kami juga sudah banyak yang magang di sini,” Sapuan menimpali. “Tanggal 27 September nanti masa magang kami beres,” tambahnya.
Kedatangan Rone cs ke komplek kandang sapi tadi menambah daftar panjang orang-orang yang datang ke sana. Ada dari Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Syarif Kasim, Institut Teknologi Bandung (ITB) SMK Lubuk Dalam Kabupaten Siak dan SMK Rupat Kabupaten Bengkalis.
“Kalau anak sekolahan bisa sampai 10 kali datang ke sini dalam setahun. Termasuk Taman Kanak-Kanak dan Play Grup,” cerita Marjanis.
Gencarnya kunjungan para pelajar dan mahasiswa ke kandang sapi itu tentu menjadi kebanggaan tersendiri bagi Marjanis. “Komplek ini sudah terkenal kemana-mana. Di Kuansing saja sudah dikenal,” kata Sapuan.
Yang datang belajar ke komplek itu kata Marjanis akan dibekali ragam ilmu. Termasuk manajemen sapi perah tadi. “Kami sudah terpikir untuk mengembangkan sapi perah semacam ini di Kuantan Singingi,” ujar Rone.
Bagi Marjanis sendiri, tingginya frekwensi kedatangan tetamu ke komplek itu membikin dia ingin supaya komplek itu bisa segera lebih baik lagi. Mulai dari fasilitas infrastruktur hingga fasilitas penunjang lainnya.
“Sekarang sudah ada penambahan bangunan. Kandang kambing 6x25 meter. Begitu juga tiga unit mess ukuran rumah type 36. Lalu jalan dari gerbang ke dalam juga sedang dibenahi. Namun yang paling penting adalah penambahan luasan lahan. Sekarang masih 8,5 hektar. Kalau bisa ditambah lagi 20 hektar,” Marjanis berharap
Saat ini kata Marjanis, ada 63 ekor sapi FH di komplek itu. Sapi Bali 32 ekor termasuk anakan dan kambing ragam jenis 54 ekor. Ada kambing Peranakan Etawa (PE), Kacang dan Jawa Randu.
Satu hal yang diimpikan oleh Marjanis, ingin komplek itu menjadi sumber bibit unggul. “Kita sudah bisa menghasilkan bibit unggul sendiri. Tak lagi harus terus-terusan membeli dari Lembang Jawa Barat. “Asal kita punya fasilitasnya. Saya yakin bisa,” kata Marjanis.
Begitu juga dengan pemanfaatan susu sapi yang ada. Kata Marjanis, susu itu bisa dibikin menjadi es cream, steak susu, bahkan sabun susu. “Lagi-lagi saya katakan, asal fasilitas ada. Belakangan 100 liter susu yang kita hasilkan di sini, kita jual mentah ke Pekanbaru. Dan itupun kurang,” katanya.
Kalau susu tadi bisa diolah sendiri, otomatis Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari komplek tadi akan meningkat lagi. “Tahun ini kita dikasi target PAD Rp 75 juta. Tapi insya allah bisa tembus Rp 200 juta,” ujar Marjanis.
Bupati Kampar Jefry Noer mengaku sudah jauh-jauh hari merencanakan komplek tadi menjadi kawasan pelatihan dan sumber bibit unggul. Lantaran itulah dia meminta kepada dinas terkait untuk segera mewujudkan impian itu.
“Kita punya lokasi yang strategis. Apa yang kurang segera dilengkapi. Biar komplek itu bisa menjadi menjadi komplek pelatihan terbaik dan sumber bibit unggul di Riau,” Jefry berharap.***(man)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar
-
Politik
DPRD Pekanbaru Desak Prioritas Drainase 2026

