Pengusaha Galangan Kapal Diminta Asurasikan Pekerjanya
Minggu, 19 Oktober 2014 17:07 WIB
BAGANSIAPIAPI - Pengusaha industri pembuatan kapal kayu di Bagansiapiapi, Kabupaten Rokan Hilir, diminta untuk memperhatikan keselamatan nyawa karyawan yang setiap hari bekerja melawan maut.
Ini merupakan tindak lanjut dari kecelakaan seperti yang di alami Saparudin (40) warga Jalan Karya perantauan asal Lombok Timur yang tewas terjatuh kerja, Rabu (15/10) lalu. Demikian disampaikan Zainal Abidin SH pemerhati sosial di Bagansiapiapi.
"Apa yang terjadi saat ini dan sejak lama kalau mengalami musibah yang ada hanya pengertian majikan, misalnya membantu biaya pengobatan bagi yang sakit dan memberikan santunan ala kadarnya sebagai sagu hati," katanya.
Ditambahkan Zainal, sebagaimana selama ini buruh-buruh yang bekerja di galangan kapal yang dipekerjakan baik memperbaiki kapal kayu yang rusak maupun membuat kapal kayu rata-rata buruh dari luar daerah.
"Datanya banyak yang dari Pulau Jawa, Lombok dan sebagainya, karena selain upah juga menyangkut kemampuan kerja, itu saja," ucap Zainal menambahkan, sehingga apa bila kecelakaan kerja bos menghilang.
Apa yang diungkapkan ini cukup beralasan, karena sudah banyak pekerja yang mengalami cacat tetap dan meninggal dunia tidak mendapatkan santunan sebagaimana layaknya pekerja di perusahaan.
"Kalau untuk almarhum Saparudin majikan hanya membantu biaya penyelenggaranan pemakaman,termasuk mengirim utusan ke lombok tempat dimana korban di makamkan sebesar Rp20 juta," kata sumber koran ini di Bagansiapiapi .
Murman (45) salah seorang pekerja galangan kapal di mintai komentarnya terpisah menyebutkan mereka bekerja vomulmenya tidak seperti dulu dimana selain sulitnya bahan baku juga tergantung kondisi di lapangan.
"Volume kerja sudah menurun akibat bahan baku semakin sulit,kalau hujan maka tak bekerja sebab banyak agar (sejenis nyamok kecil) menggigit pekerja, nah soal Asuransi kami sepakat hal ini perlu jadi perhatian," ungkap Murman.
Dijelaskannya, misalnya memotong gaji buruh setiap bulanya untuk dibayarkan ke pihak Asuransi. "Wah ini sangat baik, di Bagansiapiapi ini hanya ada wadah Organisasi Galangan Industri kapal kayu, maunya ada wadah Organisasi buruh pekerja industri kapal kayu," katanya.
Maksud dan tujuannya adalah agar kompak menjadi penghubung antara buruh sebagai pekerja dengan majikan sebagai pengusaha. Amirudin mengaku sangat setuju dengan gagasan briliyan Zainal Abidin SH tentang mengasuransikan buruh-buruh dok kapal tersebut .
"Bukan itu saja maunya juga saat bekerja memakai alat pengaman baik berupa helem (topi) dan pakaian khusus lainya agar terhindar dari cedera patal yang berhujung maut," pungkasnya. (Yan Faisal)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

