Penjabat Bupati Meranti Ajak Wartawan Bersama Membangun Daerah
Senin, 14 September 2015 19:36 WIB
MERANTI - Dalam rangka mempererat tali silahturahmi dengan insan Pers Penjabat Bupati Kabupaten Kepulauan Meranti H. Edy Kusdarwanto menggelar Coffee Morning dengan wartawan Se-Kabupaten Kepulauan Meranti di Aula Kantor Bupati, Senin (14/9).
Hadir dalam acara itu, Kabag Humas Ery Suhairi S.Sos, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kab. Meranti Ahmad Yulizar, Ketua Aliansi Jurnalis Independent (AJI), serta puluhan rekan-rekan wartawan media cetak maupun elektronik yang bertugas di Kabupaten Meranti.
Dalam pertemuan yang berlangsung akrab itu, Pj. Bupati memaparkan pentingnya peran Pers sebagai Pilar ke 5 Demokrasi dalam memberikan pencerahan dan mencerdaskan masyarakat melalui pemberitaan.
Dalam menjalankan tugas jurnalistiknya, wartawan diharapkan Bupati dapat berperan seperti ulama yang mampu menjadi obor dan suluh. "Peran dan Pers dapat memberikan pencerahan dan pencerdasan seperti obor yang dinyalakan dengan cinta, cinta kepada tuhan yang maha esa," jelas Pj. Bupati.
Cinta itu pula yang diakui Pj. Bupati H. Edy Kusdarwanto mendasari pertemuanya dengan rekan-rekan Pers Se-Kabupaten Kepulauan Meranti. "Tanpa dilandasi kecintaan terhadap rekan-rekan Pers saya tak mungkin melaksanakan kegiatan ini, saya sangat cinta terhadap rekan-rekan Pers," ujar H. Edy yang juga pernah berprofesi sebagai jurnalis di Kota Solo.
Dikatakan mantan Jurnalis yang sering nongkrong di monumen Pers Solo tersebut, dirinya komite terhadap perkembangan Pers di Kabupaten Meranti, oleh karena itu ia tidak akan menutup diri dari wartawan sebagai salah satu kekuatan pembangunan direpublik ini.
Tak lupa Bupati mengajak insan Pers melalui tulisan untuk merubah stikma yang selama ini terpatri didaerah pesisir sebagai daerah miskin, terluar dan terbelakang. "Saya pribadi tidak akan menghindari wartawan, mari bersama kita bangun Meranti Meranti yang bermartabat, dengan daerah maju dan masyarakat yang sejahtera," ajak Pj. Bupati.
Bupati juga mengingatkan, kekuatan Pers hendaknya dapat bersatu padu tanpa membedakan dari organisasi apa ia bernaung, jadikanlah organisasi kewartawanan sebagai media perekat jangan menjadi penyekat.
"Setiap organisasi wartawan hendaknya dapat saling dukung dan berbagi, jangan saling membanggakan diri, jadikanlah perbedaan sebagai kekuatan," jelasnya dimana jika sifat saling membanggakan ditonjolkan maka perpecahanlah yang akan terjadi.
Sementara Kabag Humas Ery Suhairi S.Sos, memaparkan tentang kondisi terkini perkembangan Pers dan Media di Kabupaten Meranti. "Saat ini jumlah wartawan di Kabupaten Meranti baik cetak, harian maupun mingguan, serta elektronik berjumlah 60 orang, di Meranti juga telah terbentuk organisasi PWI dan akan menyusul AJI dan Organisasi Pers lainnya," jelas Kabag Humas.
Pada kesempatan itu juga dibuka sesi tanya jawab antara insan pers dan Pj. Bupati terkait berbagai persoalan di Kabupaten Meranti dan masukan dari rekan-rekan media, pada mendapat kesempatan pertama Ahmad Yuliar (Amek) wartawan Riau Pos yang juga Ketus PWI Kabupaten Meranti. Mewakili rekan lainnya berharap acara Coffe Morning secara kontinyu dilaksanakan. "Agar tercibta keharmonisan pemberitaan untuk membangun Meranti kedepan," paparnya.
Selain itu, Amek meminta peran aktif Pemda dalam melakukan pembinaan profesionalitas wartawan, salah satunya dengan turut membantu pendanaan kegiatan pelatihan Jurnalistik. "Kami harap Pemerintah juga turut andil dalam mencibtakan profesinalitas wartawan, melalui berbagai pelatihan yang kami lakukan," harapnya.
Masalah kebijakan Pemda terkait keterlibatan PNS dalam tindak pidana dan bencana Kabut Asap turut ditanyakan oleh wartawan Harian Vokal Syawal. Dikatakan Pj. Bupati khusus masalah pegawai yang terlibat pidana diserahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib sesuai dengan wewenangnya.
Sementara masalah Bencana Kabut Asap Pj. Bupati mengaku telah mengintruksikan Kadisdik M. Arif untuk mengambil langkah terbaik sesuai kondisi bencana. Khusus kepada siswa jika harus diliburkan atau hanya melarang kegiatan diluar ruangan tergantung dari Disdik dan pihak sekolah.
Masalah strategi Pj. Bupati membangun kepulauan Meranti turut ditanyakan oleh Wartawan Media Mingguan Arif. Dalam jawaban singkatnya Pj. Bupati menyatakan komitmennya untuk membangun Meranti lewat berbagai program yang dimulai dari pedesaan.
Untuk suksesnya program itu Bupati melakukan pendekatan dengan melibatkan masyarakat sebagai Objek pembangunan bukan hanya sebagai Subjek dengan memanfaatkan semua potensi yang dimiliki daerah. "Saya juga akan melaksanakan dengan pendekatan Kultural Budaya agar kearifan lokal tidak hilang," ujarnya.
(adv/hum/fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Bupati Meranti Ajak Seluruh Masyarakat Dukung Program Pembangunan
-
Sosial
Bupati Meranti Klaim Sukses Turunkan Angka Kemiskinan Meski Anggaran Minin
-
Ekbis
Sekda Klaim Kemampuan Anggaran Pemda Kepulauan Meranti Memprihatinkan
-
Hukrim
Puluhan Pengunjukrasa Geruduk Kantor Bupati dan DPRD Meranti
-
Hukrim
Korupsi Dana Desa, Dua Oknum Kades di Kepulauan Meranti Menghilang
-
Sosial
Wabup Meranti Hadiri Peringatan Ke-71 Bhayangkara dan Sunatan Massal

