Tinjau Karhutla, Gubri Bantah Sekedar Pulang Kampung
Jumat, 14 Maret 2014 09:16 WIB
PEKANBARU - Gubernur Riau Annas Maamun membantah dirinya sekedar pulang kampung ke Rokan Hilir. Keberangkatannya juga untuk meninjau sejumlah titik kebakaran hutan dan lahan di beberapa daerah.
Seperti di Duri, Bengkalis, Siak, Dumai dan Rokan Hilir. Peninjauan itu dilakukan untuk memastikan kesiapan tim di lapangan dalam memadamkan api.
Bantahan tersebut disampaikan Gubri Annas melalui Karo Humas Setdaprov Riau Fahmizal Usman.
"Pak Gubernur meninjau beberapa daerah yang terjadi karhutla. Beliau ingin melihat secara langsung bagaimana penangannya, apakah ada kesulitan," kata Fahmizal Usman, Kamis (13/3) malam.
Dikatkaan Fahmizal, peninjauan pertama dilakukan di Duri, Bengkalis. Lantas ke Siak dan setelah itu, gubernur akan kembali melakukan peninjauan di beberapa titik karhutla yang ada di Rohil dan terakhir Dumai.
Annas merasa perlu melakukan peninjauan langsung, agar mengetahui sejauhmana penanganan karhutla, terutama dari jalur darat. "Alasan peninjauan, karena memang daerah ini yang paling banyak karhutla," ujar Fahmi.
Selain melakukan peninjauan langsung, Annas menurut Fahmi tetap selalu berkoordinasi dengan Ketua Tim Satgas Penanggulangan Asap yang juga Dandrem 031/WB Brigjend TNI Prihadi Agus Irianto. Hal-hal teknis yang dirasa perlu dilakukan, Annas biasanya langsung berikan instruksi agar penanganan karhutla berjalan efektif.
Mengenai kunjngan yang terkesan tak terencana bahkan tidak diketahui sejumlah pejabat terkait, termasuk Karo Humas, menurut Fahmi, karena peninjauan ini sekaligus bersifat sidak, makanya Annas tidak mengikutsertakan pihak terkait seperti Tim Satgas Penanggulangan Asap mau pun instansi terkait lainnya.
"Pak Gubernur sampai hari ini terus mengupayakan bagaimana bencana asap di Riau ini segera diatasi. Melalui rapat, bahkan dalam statemen, tegas Beliau meminta kepada Kepolisian untuk menangkap pelaku pembakaran hutan lahan termasuk siapa dalangnya," ungkap Fahmi lagi. ***(mok)
Seperti di Duri, Bengkalis, Siak, Dumai dan Rokan Hilir. Peninjauan itu dilakukan untuk memastikan kesiapan tim di lapangan dalam memadamkan api.
Bantahan tersebut disampaikan Gubri Annas melalui Karo Humas Setdaprov Riau Fahmizal Usman.
"Pak Gubernur meninjau beberapa daerah yang terjadi karhutla. Beliau ingin melihat secara langsung bagaimana penangannya, apakah ada kesulitan," kata Fahmizal Usman, Kamis (13/3) malam.
Dikatkaan Fahmizal, peninjauan pertama dilakukan di Duri, Bengkalis. Lantas ke Siak dan setelah itu, gubernur akan kembali melakukan peninjauan di beberapa titik karhutla yang ada di Rohil dan terakhir Dumai.
Annas merasa perlu melakukan peninjauan langsung, agar mengetahui sejauhmana penanganan karhutla, terutama dari jalur darat. "Alasan peninjauan, karena memang daerah ini yang paling banyak karhutla," ujar Fahmi.
Selain melakukan peninjauan langsung, Annas menurut Fahmi tetap selalu berkoordinasi dengan Ketua Tim Satgas Penanggulangan Asap yang juga Dandrem 031/WB Brigjend TNI Prihadi Agus Irianto. Hal-hal teknis yang dirasa perlu dilakukan, Annas biasanya langsung berikan instruksi agar penanganan karhutla berjalan efektif.
Mengenai kunjngan yang terkesan tak terencana bahkan tidak diketahui sejumlah pejabat terkait, termasuk Karo Humas, menurut Fahmi, karena peninjauan ini sekaligus bersifat sidak, makanya Annas tidak mengikutsertakan pihak terkait seperti Tim Satgas Penanggulangan Asap mau pun instansi terkait lainnya.
"Pak Gubernur sampai hari ini terus mengupayakan bagaimana bencana asap di Riau ini segera diatasi. Melalui rapat, bahkan dalam statemen, tegas Beliau meminta kepada Kepolisian untuk menangkap pelaku pembakaran hutan lahan termasuk siapa dalangnya," ungkap Fahmi lagi. ***(mok)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

