Presiden SBY Ambil Alih Penanggulangan Kabut Asap di Riau
Jumat, 14 Maret 2014 09:17 WIB
JAKARTA - Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, mengancam akan mengambil
alih kepemimpinan kabut asap di Provinsi Riau yang sudah masuk dalam tahap
berbahaya. Kalau sampai satu atau dua hari ke depan belum juga bisa
diselesaikan.
Hal ini ditegaskan Presiden SBY lewat twitter @SBYudhoyono pada Kamis (13/3/14). Di
mana dalam isi twitter SBY mengatakan, dirinya akan mengambil alih kepemimpinan dan
pengendalian kalau pihak Pemda Riau dan para menteri tidak bisa
mengatasinya.
"Kalau dalam waktu 1-2 hari ini Pemda Riau dan para menteri tidak bisa mengatasi,
kepemimpinan dan pengendalian akan saya ambil alih," begitu kata Presiden SBY dalam
Twitternya di @SBYudhoyono tertanggal 13 Maret 2014.
Melihat ucapan Presiden SBY dalam twitternya, ada kesan Presiden SBY merasa kecewa
dan marah melihat lambannya penanggulangan dalam mengatasi kebakaran lahan dan hutan
yang menimbulkan kabut asap di sejumlah daerah di Riau yang sudah meresahkan warga
masyarakat.
Apa yang disampaikan Presiden SBY bisa diterima, mengingat Presiden tahun kemarin
harus meminta maaf kepada negara tetangga, yakni Singapura dan Malaysia akibat
adanya ekspor kabut asap yang mengganggu aktivitas warga kedua negara.
Sebagaimana diketahui, pihak Angkasa Pura II telah menghentikan penerbangan
komersial di Bandara SSK II selama tiga hari karena jarak pandang yang terganggu
akibat kabut asap. Tentunya, inilah salah satu yang membuat Presiden SBY bertindak
tegas.***(jor)
alih kepemimpinan kabut asap di Provinsi Riau yang sudah masuk dalam tahap
berbahaya. Kalau sampai satu atau dua hari ke depan belum juga bisa
diselesaikan.
Hal ini ditegaskan Presiden SBY lewat twitter @SBYudhoyono pada Kamis (13/3/14). Di
mana dalam isi twitter SBY mengatakan, dirinya akan mengambil alih kepemimpinan dan
pengendalian kalau pihak Pemda Riau dan para menteri tidak bisa
mengatasinya.
"Kalau dalam waktu 1-2 hari ini Pemda Riau dan para menteri tidak bisa mengatasi,
kepemimpinan dan pengendalian akan saya ambil alih," begitu kata Presiden SBY dalam
Twitternya di @SBYudhoyono tertanggal 13 Maret 2014.
Melihat ucapan Presiden SBY dalam twitternya, ada kesan Presiden SBY merasa kecewa
dan marah melihat lambannya penanggulangan dalam mengatasi kebakaran lahan dan hutan
yang menimbulkan kabut asap di sejumlah daerah di Riau yang sudah meresahkan warga
masyarakat.
Apa yang disampaikan Presiden SBY bisa diterima, mengingat Presiden tahun kemarin
harus meminta maaf kepada negara tetangga, yakni Singapura dan Malaysia akibat
adanya ekspor kabut asap yang mengganggu aktivitas warga kedua negara.
Sebagaimana diketahui, pihak Angkasa Pura II telah menghentikan penerbangan
komersial di Bandara SSK II selama tiga hari karena jarak pandang yang terganggu
akibat kabut asap. Tentunya, inilah salah satu yang membuat Presiden SBY bertindak
tegas.***(jor)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Regulasi Perizinan Berbasis Risiko Diperkuat Pemko Dumai Lewat Bimtek
-
Ekbis
Proyek Pipa Transmisi Gas Dumai-Sei Mangke Capai 30 Persen
-
Nasional
Budi Arie Setiadi, Video Viral dan Sanksi Projo
-
Hukrim
Tengku Muhammad Nasir Ditangkap di Aceh Setelah Jadi Buronan Kasus Korupsi Dishub Dumai
-
Politik
KUA-PPAS Perubahan 2026 Disepakati, APBD Dumai Naik Jadi Rp2,246 Triliun
-
Sosial
Instalasi Jaringan Listrik PLN di Ratu Sima Dikeluhkan Warga

