Tukang Parkir Dapat Layanan Sek Gratis dari Kakak-Adik
Kamis, 13 Maret 2014 15:42 WIB
MAUMERE - Ada kisah lain di balik profesi sebagai juru parkir liar di Kota Maumere. Dengan polos Petrus Sani Tokan mengungkapkan hari-hari hidupnya di Kota Maumere.
Setiap pagi ia keluar dari emperan Pasar Bertingkat Maumere menuju Tempat Pendaratan Ikan (TPI). Dia melakukan pungutan sewa parkir di sana.
Dia mencuri start dengan para satpam di sana yang tidak mengizinkan hal itu dilakukan. "Kalau pagi itu satpam tidak ada," tuturnya kepada wartawan seperti dikutip dari Pos Kupang, Rabu (12/3/2014).
Dengan bermodalkan karcis yang dipungut di jalan dan pemberian juru parkir di pertokoan Maumere, Tokan bisa mencari keberuntungan dengan menjual jasa parkir kepada masyarakat umum.
Setiap hari dia bisa mendapatkan uang Rp 20.000 sampai Rp 30.000. Uang itu dimanfaatkannya untuk makan dan minum dan hiburan lainnya. Sedangkan malam harinya mereka berjalan keliling kota, taman kota dan kemudian menginap di emperan Pasar Bertingkat Maumere.
Tokan ternyata tidak sendirian. Diakuinya, setiap malam dia tidur bersama dengan sahabatnya, dua cowok dan dua cewek. Dua cewek itu kakak beradik, berasal dari Kupang.
Mereka berkumpul bersama sekitar pukul 03.00 atau pukul 04.00 Wita. Kemudian sekitar pukul 05.00 Wita dua cewek itu pergi meninggalkan Pasar Bertingkat Maumere.
Alumnus SMAK PGRI Lewoleba, Lembata ini dengan polos mengungkapkan dirinya setiap malam melakukan hubungan seks dengan pekerja seks komersial (PSK).
"Mereka teman kami, tetapi kami tidak tahu mereka kerja apa di Kota Maumere. Setiap malam dini hari, mereka datang kakak beradik dan kami melakukan hubungan. Kami gratis, tidak bayar," tutur Tokan dengan lugu.
Dijelaskan Tokan, dua kakak beradik, Intan dan Siska, itu tidak mempunyai pekerjaan di Kota Maumere. Mereka hanya jalan-jalan saja.
"Tidak kerja, mereka hanya jalan-jalan begitu saja. Tiap malam, pagi sekitar pukul 04.00 mereka datang ke Pasar Bertingkat," tutur Tokan lagi.***(dok)
Setiap pagi ia keluar dari emperan Pasar Bertingkat Maumere menuju Tempat Pendaratan Ikan (TPI). Dia melakukan pungutan sewa parkir di sana.
Dia mencuri start dengan para satpam di sana yang tidak mengizinkan hal itu dilakukan. "Kalau pagi itu satpam tidak ada," tuturnya kepada wartawan seperti dikutip dari Pos Kupang, Rabu (12/3/2014).
Dengan bermodalkan karcis yang dipungut di jalan dan pemberian juru parkir di pertokoan Maumere, Tokan bisa mencari keberuntungan dengan menjual jasa parkir kepada masyarakat umum.
Setiap hari dia bisa mendapatkan uang Rp 20.000 sampai Rp 30.000. Uang itu dimanfaatkannya untuk makan dan minum dan hiburan lainnya. Sedangkan malam harinya mereka berjalan keliling kota, taman kota dan kemudian menginap di emperan Pasar Bertingkat Maumere.
Tokan ternyata tidak sendirian. Diakuinya, setiap malam dia tidur bersama dengan sahabatnya, dua cowok dan dua cewek. Dua cewek itu kakak beradik, berasal dari Kupang.
Mereka berkumpul bersama sekitar pukul 03.00 atau pukul 04.00 Wita. Kemudian sekitar pukul 05.00 Wita dua cewek itu pergi meninggalkan Pasar Bertingkat Maumere.
Alumnus SMAK PGRI Lewoleba, Lembata ini dengan polos mengungkapkan dirinya setiap malam melakukan hubungan seks dengan pekerja seks komersial (PSK).
"Mereka teman kami, tetapi kami tidak tahu mereka kerja apa di Kota Maumere. Setiap malam dini hari, mereka datang kakak beradik dan kami melakukan hubungan. Kami gratis, tidak bayar," tutur Tokan dengan lugu.
Dijelaskan Tokan, dua kakak beradik, Intan dan Siska, itu tidak mempunyai pekerjaan di Kota Maumere. Mereka hanya jalan-jalan saja.
"Tidak kerja, mereka hanya jalan-jalan begitu saja. Tiap malam, pagi sekitar pukul 04.00 mereka datang ke Pasar Bertingkat," tutur Tokan lagi.***(dok)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal
-
Sosial
Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Perkuat Harmoni dan Persatuan
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Ekbis
Hari Buruh Internasional 2026, Prabowo Resmikan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga

