• Home
  • Sosial
  • Wabup Rokan Hilir Minta Peserta CPNS tak Percaya Calo

Wabup Rokan Hilir Minta Peserta CPNS tak Percaya Calo

Selasa, 05 November 2013 20:24 WIB

BAGANSIAPIAPI - Tes CPNS di Kabupaten Rokan Hilir berjalan lancar. Sebelum dan setelah pelaksanaan, Kota Bagansiapiapi jadi lautan manusia dan kendaraan. Penginapan tak sanggup menampung, oleh-oleh khas Bagansiapiapi, kacang pukul laris manis. Tak hanya itu, Wakil Bupati Rokan Hilir, meminta kepada seluruh peserta CPNS untuk tidak percaya terhadap calo.

Pantauan media ini, kemarin sejumlah jalan di Kota Bagansiapiapi dipadati kendaraan roda empat dan roda dua, lebih 8 ribuan pelamar CPNS lalu lalang menuju tempat tes, aparat kepolisian dan petugas dari Dinas Perhubungan setempat sibuk mengatur arus lalu lintas, bahkan sempat terjadi kemacetan. 

Tepat pukul 08.00 WIB, tes dimulai, selama waktu 2,5 jam, jumlah soal 120 buah, peserta mengenakan baju putih, celana/rok warna hitam, pelaksanaan tes berjalan lancar, sempat ditinjau Wakil Bupati Suyatno. 

Kepala BKD Rohil, Roy Azlan disela-sela tes, di Perguruan Wahidin tidak mau banyak komentar, namun dia menilai pelaksanaan tes berjalan lancar. "Mudah-mudahan berjalan lancar hingga pukul satu (13.00 WIB, red) nanti," katanya sekira pukul 11.00 WIB. 

Pelaksanaan tes berjalan lancar, namun di SMA Bintang Laut Jalan Bintang, peserta tes sempat risau dan terundur, karena sampai pukul 09.00 WIB, ruangan tempat tes belum dibuka pihak sekolah, termasuk terjadinya keterlambatan kedatangan soal, akibat terjebak macet. 

Dibeberapa tempat, banyak kursi peserta tes yang kosong, dan banyak juga peserta datang terlambat, bahkan ada tempat tes yang tertukar, karena peserta baru mencari tempat tes pagi hari ketika mau ujian. "Ada peserta yang terlambat, setelah satu jam berjalan," kata seorang peserta yang ujian di Perguruan Metodis, Jalan Utama. 

Malam sebelumnya, ratusan peserta tes CPNS tidak mendapatkan penginapan dan tidak memiliki sanak keluarga di Bagansiapiapi, sehingga mereka memanfaatkan dua masjid, Masjid Raya dan Masjid Agung sebagai tempat menginap hingga pagi hari. 

Setelah tes, sejumlah tempat oleh-oleh khas Bagansiapiapi, kacang pukul diserbu peserta tes, mereka, menjadikan makanan khas tersebut sebagai oleh-oleh. "Kalau ditempat kami tidak ada kacang pukul," kata Novi, peserta tes dari Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir. (Jarmain)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags Sosial
Komentar