Warga Keturun Tionghoa Gelar Temu Ramah Antar Suku dan Agama di Meranti
Senin, 03 Februari 2014 16:18 WIB
SELATPANJANG - Darwin Sisandy, seorang tokoh masyarakat Kepulauan Meranti keturunan tionghoa mengadakan acara temu ramah antar suku dan juga agama di Selatpanjang.
Tujuan dari kegiatan yang digagas Darwin tersebut, untuk mempererat hubungan tali silahturahmi antar suku dan agama yang ada di Kepulauan Meranti.
"Kita hidup di dunia ini perlu adanya silahturahmi, tidak boleh membeda-bedakan. Mudah-mudahan kegiatan ini bisa memberikan dampak baik terhadap komponen masyarakat," kata Darwin, Senin (3/2/14).
Kerukunan antar agama ini, menurut dia, perlu disatukan dengan cara saling menghargai dan menujung tinggi nilai dari masa dulu. "Walaupun kita lainan suku dan agama, yang penting kita warga Negara Indonesia." katanya.
Bukan itu saja, kegiatan ini terselenggara agar tidak ada perpecahan antar sesama suku maupun agama di Selatpanjang. Dengan demikian, tentunya bisa bersama-sama menjaga kekondusifan di daerah ini.
"Saya sengaja mengundang masyarakat di Selatpanjang ini untuk saling sirahturahmi antar suku dan agama, agar kita tidak ada perpecahan dan kita jalin kebersamaan untuk membangun meranti kedepannya," ungkapnya.
Pihaknya juga tidak ingin sejarah Selatpanjang ini terulang kembali seperti masa-masa yang lampau, saling rusuh, saling pihak memihak, ini dikarenakan tidak adanya kerukunan antar suku dan agama.
"Jadi saya mengundang beberapa tokoh masyarakat selatpanjang ini melalui acara sirahturahmi untuk mempererat kerukunan antar suku dan agama," pungkas seorang tokoh masayarakat dari warga tionghoa.***(roy)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Ekbis
6 Pilihan Popok Sweety Sesuai Kebutuhan Si Kecil, Mana yang Cocok untuk Anak Anda?
-
Pendidikan
Tahun Baru Islam Jadi Momentum Pemko Dumai Perkuat Karakter Religius Pemuda
-
Lingkungan
Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2026, Kapolda Riau Pimpin Penanaman Mangrove di Dumai
-
Sosial
Hari Lahir Pancasila 2026 di Dumai Berlangsung Khidmat, Perkuat Persatuan Bangsa
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal

