• Home
  • Sosial
  • Wawako Dumai Secara Simbolis Serahkan Kartu Identitas Anak

Wawako Dumai Secara Simbolis Serahkan Kartu Identitas Anak

Senin, 07 November 2016 18:03 WIB
DUMAI - Menyukseskan program pemerintah dalam pendataan catatan sipil khususnya bagi anak, Pemerintah Kota Dumai melalui Dinas Pendudukan dan Pencatatan Sipil melaunchingkan Kartu Identitas Anak (KIA), Senin (7/11/16).

Penyerahan kartu KIA secara simbolis dilakukan Wakil Walikota Dumai, Eko Suharjo SE kepada tiga orang perwakilan anak yang nantinya KIA tersebut akan diserahkan kepada pihak sekolah dan dibagikan kepada anak muridnya.

Wakil Walikota Dumai, Eko Suharjo mengatakan kalau ketertiban masyarakat pada dasarnya menjadi tanggungjawab bersama antara pemerintah, dan masyarakat. 

Keamanan, ketentraman, dan ketertiban masyarakat adalah suatu kondisi dinamis masyarakat sebagai salah satu prasyarat terselenggaranya proses pembangunan dalam rangka mensejahterakan masyarakat. 

Mengingat betapa pentingnya keamanan, ketentraman, dan ketertiban bagi pembangunan hak tersebut bukan hanya untuk seluruh orang dewasa, mengingat maraknya tindak kekerasan pada anak.

"Maka kita harus lebih konsentrasi untuk melindungi anak-anak kita khususnya ketika mereka akan berangkat dan pulang menuntut ilmu disekolahnya," kata Eko Suharjo, dalam sambutannya. 

Belajar dari hal-hal negatif yang menimpa banyak generasi muda di tanah air, kata dia, sebagai pelindung bagi mereka wajib menjamin keamanan dan kenyamanan bagi seluruh generasi muda yang ada. 

"Kehidupan generasi muda yang baik akan menghasilkan generasi yang cerdas dan berkualitas serta bermoral. Penting sekali untuk kita semua peduli dan saling membahu memastikan, mewaspadai, bahakan memonitoring," kata Eko.

Namun untuk memberikan rasa aman dan nyaman bagi seluruh anak-anak, lanjutnya, maka perlu menciptakan rute yang aman dan nyaman bagi mereka untuk terus menimba ilmu.

"Sehingga tidak akan ada lagi halangan untuk mencerdaskan bangsa, anak pun tidak memiliki rasa takut untuk pergi atau bahkan trauma menuju sekolah atau pulang dari Sekolah," ucapnya.

Bimtek rute aman nyaman dari dan ke sekolah ini bukan hanya bertujuan untuk memberikan fasilitas yang aman dan nyaman bagi anak-anak untuk menuntut ilmu, namun ini juga untuk merangsang minat mereka untuk terus belajar. 

"Dengan adanya rasa aman dan nyaman maka anak-anak akan tertarik untuk terus bersekolah dengan arti lain ini juga dapat mengurangi resiko putus sekolah," jelas orang nomor dua di Kota Dumai.

Menurutnya, dengan meningkatnya minat belajar maka akan semakin dekat dengan cita-cita yakni mencerdaskan bangsa dan mengurangi akan kebodohan.

"Ini senada dengan UUD 1945 Pasal 28 ayat (2) bahwa Setiap anak berhak atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang serta berhak atas perlindungan dari kekerasandan diskriminas," paparnya. 

Dengan kesadaran tersebut, maka dibutuhkan perhatian dan peran serta semua untuk mewujudkan fasilitas publik yang mendukung anak-anak untuk mendapatkan perindungan yang tidak hanya dari kekerasan.

"Saya mewakili Pemko Dumai, menhimbau kepada kita semua untuk konsentrasi terhadap hal ini dan khususnya kepada peserta Bimtek agar dapat mengikuti bimtek dengan sebaik-baiknya," jelasnya.

Selain memberikan fasilitas aman dan nyaman, kata dia, perlu juga untuk memberikan kartu identitas anak, ini dimaksudkan untuk mempermudah administrasi dalam pengurusan berbagai dokumen yang diperlukan.

"Kartu identitas anak atau yang disingkat KIA akan menjadi tanda pengenal atau bukti diri yang sah bagi anak saat melakukan pelayanan publik seperti saat akan mengurus paspor," katanya. 

Maka dengan adanya launching kartu identitas anak ini, jelasnya, maka semua orang tua yang memiliki anak dibawah usia 17 tahun mulai sekarang dapat memproses kartu identitas semua keluarga. 

"KIA sebagai upaya untuk mendata penduduk sejak lahir sampai anak-anak ini berkewajiban memiliki e-KTP. KIA bertujuan sebagai bentuk pemenuhan hak anak, juga sebagai upaya untuk meminimalisir adanya perdagangan anak," katanya. 

Sementara itu Kabid Perlindungan anak Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Dumai Muhamad Wazir kepada awak media mengatakan saat ini sudah sekitar 45 ribu anak yang terdata dan akan kita buatkan kartu identitas anak nya.

"Kita sudah jemput bola dengan mendatangi sekolah dan saat ini sudah sekitar 45 ribu anak yang terdata dan akan kita cetak kartu KIA nya untuk nanti kita serahkan melalui sekolah-sekolah mereka," ujar Wazir.

Ditambahkan Wazir saat ini data yang ada masih anak berusia 5 sampai 17 tahun atau anak sekolah saja, namun untuk anak dibawah umur masih kesulitan dan meminta peran serta orang tua untuk melaporkan.

"Kalau tidak ada halangan rencananya hari ini kita akan mencetak 1000 kartu identitas anak dan akan kita sebarkan ke sekolah untuk dibagikan," kata Wazir.

"Kartu itu sangat penting dan didalam kartu tersebut berisi identitas anak mulai dari nama anak, nama orang tua, alamat dan data lainnya untuk keselamatan anak salah satunya," pungkas Wazir. 

(Infotorial/Humas)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar