• Home
  • Tekno
  • Kepulauan Meranti Masih Minim Infrastruktur Telekomunikasi

Kepulauan Meranti Masih Minim Infrastruktur Telekomunikasi

Selasa, 05 Mei 2015 16:03 WIB
MERANTI - Minimnya infrastruktur telekomunikasi di Kabupaten Kepulauan Meranti, menyebabkan sebagian besar desa di daerah ini masih tertinggal. Hingga kini, belum 50 persen wilayah Kepulauan Meranti mendapat kemudahan jaringan telekomunikasi.

Kondisi tersebut diakui oleh Kepala Bidang Komunikasi dan Informatika (Kabid Kominfo) pada Dishubkominfo Kabupaten Kepulauan Meranti, Syaiful Ikram SAg SH, saat dikonfirmasi wartawan di Selatpanjang, Selasa (5/5/15).

"Jangkauan sinyal telekomunikasi dari fasilitas masing-masing perusahaan provider memang masih sangat terbatas. Permasalahan ini sering menjadi keluhan masyarakat, karena jaringan telepon seluler dan internet menjadi kebutuhan dalam pembangunan," ujarnya.

Dikatakan Syaiful, belum 50 persen dari total luas wilayah Kabupaten Kepulauan Meranti yang terjangkau oleh jaringan telekomunikasi, baik itu jaringan dari setiap provider telepon seluler, juga jaringan untuk internet.

"Sinyal provider telepon seluler masih terbagi dalam kelompok wilayah. Misalnya di wilayah Kecamatan Tebingtinggi Timur yang lebih kuat adalah jaringan provider Indosat, sementara jaringan Telkomsel tidak terjangkau," ujarnya.

Sedangkan untuk jaringan internet, jelas Syaiful, hanya bisa dinikmati oleh warga yang berada di lima Kecamatan dari total 9 Kecamatan yang ada di Kepulauan Meranti, itupun jaringan providernya hanya ada di wilayah Ibukota Kecamatan saja.

"Jaringan internet hanya bisa diakses di lima Kecamatan dan itu hanya di wilayah Ibukota Kecamatannya saja, yakni di Kecamatan Tebingtinggi, Kecamatan Tebingtinggi Barat, Rangsang, Rangsang Barat dan Kecamatan Merbau," rincinya.

Meski Pemerintah Daerah membuka peluang dan memberikan kemudahan investasi, namun perusahaan provider jaringan telekomunikasi belum maksimal menangkap peluang tersebut, sehingga sampai kini masih banyak wilayah yang belum terjangkau sinyal provider seluler dan jaringan internet.

"Mungkin perusahaan provider masih mengkaji berbagai faktor, seperti lokasinya dan jumlah penduduk di wilayah itu, sebab yang namanya perusahaan tentu mempertimbangkan berbagai faktor, terutama masalah untung dan rugi," ujarnya.

Syaiful menambahkan kehadiran provider jaringan seluler dan internet sangat diharapkan menjadi sebuah solusi bagi daerah tertinggal, khususnya untuk dapat menikmati layanan telekomunikasi seperti halnya daerah perkotaan.

(mcr/fan/rdk)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar