• Home
  • Traveler
  • Budayawan Komentari Gubri Ganti Selembayung dengan Kubah

Budayawan Komentari Gubri Ganti Selembayung dengan Kubah

Minggu, 20 April 2014 14:42 WIB

PEKANBARU - Rencana Gubernur Riau Annas Maamun untuk membangun kubah mendapat sorotan dari Ketua Majelis Kerapatan Adat (MKA) Lembaga Adat Melayu (LAM) Riau, Tennas Effendi. 

Menurut Tenas, mestinya Selembayung khas budaya Riau tetap tegak berdiri di kantor orang nomor satu di Riau tersebut. Dikhawatirkan papar Tennas, akan digantinya Selembayung yang selama ini menjadi identitas budaya Riau tersebut sama juga dengan menghambat visi misi Riau 2020 dalam mengangkat budaya Melayu. 

"Kami sampai sekarang tak pernah diajak berunding soal itu (mengganti Selembayung dengan kubah). Selembayung inikan identitas Riau. Harusnya tetap berdiri di sana (kantor gubernur)," kata Tenas, saat dihubungi melalui telephon selulernya, Ahad (20/4). 

Tennas bahkan mengaku heran, sikap ngotot Annas mengganti Selembayung dengan kubah hanya berdasarkan keindahan. Parahnya lagi, kubah yang dimaksud Annas merupkan khas bangunan tepatnya di Istambul, Turki. 

Hal ini tentunya sangat tidak selaras dengan semangat visi misi Riau 2020 dalam memajukan budaya Melayu. 

"Kalau Selembayung dirubah sama dengan menghilangkan identitas. Untuk apa pula budaya orang kita pakai, khas kita diganti. Memang sama-sama Islam, tapi ada dan budaya di sanakan tidak sama denga di sini (Riau). Kalau begitu untuk apa, buang saja Visi Misi 2020 tu," tegas Tennas. 

Ketika ditanya, apakah LAM berencana akan mengundang gubernur terkait kebijakannya tersebut, Tennas mengaku belum ada rencana. Namun begitu, Tennas berharap, pemimpin Riau harus konsiten dengan budaya sendiri. 

"Bagi saya, pemimpin itu harus konsiten dengan budaya sendiri. Kitakan punya budaya sendiri. Kita tak punya kepentingan, mungkin kalau itu bagus menurut gubernur silahka saja. Kita LAM punya lembaga sendiri, punya acuan sendiri," ungkap Tennas juga pernah menjadi dosen kehormatan di negara Malaysia.***(mok)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar