Kembangkan Objek Wisata,
Disparpora Meranti Adopsi Wisata Kampung Naga Jabar
Rabu, 07 Mei 2014 15:53 WIB
SELATPANJANG - Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraha (Disparpora) Kabupaten Kepulauan Meranti saat ini tengah bekerja keras mengembangkan objek kepariwisataan di wilayah kerjanya dengan tujuan meningkatkan pendapatan masyarakat serta Pendapatan Asli Daerah (PAD) demi mensukseskan program pembangunan pemerintah daerah.
Untuk mengembangkan objek kepariwisataan ini, Disparpora Kepulauan Meranti mengadopsi komsep wisata kampung naga dari Kabupaten Tasik Malaya, Provinsi Jawa Barat. Demikian disampaikan Sekretaris Disparpora Kepulauan Meranti, Drs H.M.Ismail Arsyad, kepada media ini usai melakukan kunjungan ke Kampong Naga Tasi Malaya Jabar.
Menurut Ismail, apabila konsep tersebut berhasil diterapkan tentunya akan mampu meningkatkan dunia pariwisata di Meranti, khususnya bagi desa-desa yang masih terisolir namun memiliki potensi wisata, seperti halnya kampong Nelang, Kecamatan TebingTinggitimur (3T) dan desa lainnya yang berpotensi untuk di kembang sebagai kampong wisata di Kepulauan Meranti.
"Kita akan melakukan kajian di desa mana yang ada di Kepulauan Meranti menjadi pilot perojectnya. Setelah itu baru kita mulai menerapkannya. Desa Nelang menurut saya sangat berpotensi untuk di kembangan sebagai objek wisata seperti kampong Naga di Jabar ini, karena nelang itu mempunyai pontesi alam yang masih asli," jelas Ismail kepada puluhan media.
Selain itu, kata dia, masyarakat Suku Akit yang berdomisili di kampong Nelang itu juga masih berpegang teguh kepada adat istiadat suku mereka. Hal ini tentunya akan memiliki keunitkan tersendiri dan tentunya sangat mendukung jika di kembangkan sebagi objek wisata bagi Kabupaten Kepulauan Meranti. Namun demikian, pihaknya tetap meminta dukungan dari semua pihak untuk mensukseskan hal ini.
"Kampung Naga ini merupakan desa wisata di Jawa Barat yang benar-benar masih mempertahankan adat istiadat mereka. Masyarakat adat yang masih kental menjaga kelestarian lingkungan dan tradisi ini menjadi daya tarik wisata dari berbagai daerah di Indonesia bahkan manca negara. Silih berganti berkunjung ke kampong naga, di kampong naga ini juga kita bisa dapatkan berbagai kerajinan tangan," ungkapnya.
Dikatakan dia, dengan adanya pengujung itu secara tidak langsung memberikan penghasilan bagi masyarakat tempatan dan tentunya akan mengangkat pertumbuhan ekonomi penduduk setempat. Lanjutnya, masyarakat juga bisa membuat dan menjual berbagai souvenir dan alat musik tradisional yang banyak di gemari para wisatawan yang berkunjung.
"Kampong Naga ini terdapat berbagai macam ragam alat-alat musiz Seperti Celempung, Karinding, dan Seruling. Ketiga alat musik tradisional budaya Sunda zaman dahulu itu juga digunakan untuk pertunjukan saat musim menanam dan panen padi. Jika dilihat dari kentalnya adat istiadat warga Kampong naga itu tidak jauh dengan masyarakat suku akit di kampong Nelang," ungkapnya.***(fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

