Ribuan Jamaah Suluk Tiga Provinsi Ramaikan Haul Syekh Ibrahim
Selasa, 07 Oktober 2014 15:21 WIB
ROKAN HULU - Ribuan jamaah suluk dari Provinsi Sumatera Utara, Sumatera Barat dan Provinsi Riau ikut meramaikan Haul Syekh Ibrahim Al-Kholidi Naqsabandi ke-54 (1960 - 2014) di Surau Suluknya di Kampung Sebotih, Desa Koto Tinggi, Kecamatan Rambah, Kabupaten Rokan Hulu (Rohul), Selasa (7/10/14).
Sebelumnya, menyambut hari wafatnya, Pemkab Rohul juga telah menggelar Seminar Lentera Tasawuf Syekh Ibrahim di Masjid Agung Madani Islamic Centre Pasirpangaraian pada Rabu (1/10/14) lalu. Seminar ini mengupas tentang ketokohan Syekh Ibrahim, sebagai salah seorang tokoh suluk asal Negeri Seribu Suluk.
Dalam sejarah singkat Syekh Ibrahim, seorang cicitnya Nofrizal mengungkapkan nama asli Syekh Ibrahim adalah Somah. Dia lahir di Kampung Sebotih yang kini disebut Kampung Baru, Desa Koto Tinggi, Kecamatan Rambah pada tahun 1840 silam.
Dari istri pertamanya, Syekh Ibrahim memiliki 1 anak. Dan dari istri keduanya, Kidjam, dia punya 6 anak, salah seorang anaknya yakni Almarhumah Menjo gelar Hj. Siti Fatimah yang merupakan ibunda dari Bupati Rohul Drs. H. Achmad M.Si.
Sepulangnya dari Makkah, Syekh Ibrahim menjumpai Tuan Syekh Ismail di Surau Gading untuk menghadap Tuan Guru Syekh Ibrahim Kumpulan Bonjol di Sumatera Barat. Keduanya mendapat petuah untuk mengembangkan ajaran Tarekat Naqsabandi di Pasirpangarain dan sekitarnya.
Sejak cucunya Achmad menjadi Bupati Rohul periode pertama pada tahun 2006 silam, dibangun Surau Induk Pasirpangaraian di Dusun Ngarai, tepatnya di seberang Kampung Lama Sebotih. Surau Syekh Ibrahim yang diresmikan pada April 2010 silam, kini menjadi surau induk di Kabupaten Rohul.
Sementara itu, Bupati Rohul Achmad merupakan cucu dari Syekh Ibrahim mengajak seluruh jamaah suluk dan umat Islam di Rohul mengajak ikut melestarikan simbol-simbol Islam di Negeri Seribu Suluk.
"Jangan sampai simbol-simbol Islam ini menjadi simbol agama lain. Mari kita bangkitkan kembali ruh-ruh Keislaman di daerah kita ini," kata Bupati Rohul dalam sambutannya.
Dia juga mengajak seluruh organisasi dan aliran Islam di Kabupaten Rohul hidup berdampingan untuk mengembangkan ajaran Islam. Apalagi, saat ini Indonesia sedang mengalami krisis mental dan krisis iman.
"Kalau krisis ekonomi masih bisa diobati, tapi kalau krisis mental dan krisis iman dimana diobati. Belum ada rumah sakit yang bisa mengobati sakit hati," ujar dia.
Bupati Rohul mengungkapkan Syekh Ibrahim Al-Kholidi Naqsabandi patut diteladani. Ketokohan dia dalam mengembangkan ajaran Tarekat Naqsabandiyah sudah diakui oleh jamaah tarekat dari berbagai daerah.
Menurut dia lagi, kakeknya ikut dalam mengembangkan Islam melalui ajaran tarekat, sebab itu dia patut menjadi salah seorang tokoh suluk di Kabupaten Rohul. Untuk memperingatinya, Pemkab Rohul, sejak kepemimpinan Bupati Rohul Achmad pada tahun 2006 silam, baik hari lahir dan hari wafatnya rutin diperingati.
Namun demikian, Bupati Rohul mengharapkan, nama besar kakeknya itu tidak dijadikan sebagai orang yang layak disembah oleh jamaah suluk, sebab dia hanya sebagai tokoh suluk yang ikut mengembangkan agama Islam.
Haul Syekh Ibrahim Al-Kholidi Naqsabandi ke-54 turut dihadiri Wakil Bupati Rohul Ir. H. Hafith Syukri MM, unsur Forkompinda Rohul, pejabat di lingkungan Pemkab Rohul, serta ribuan jamaah suluk dari tiga provinsi.***(zal)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

