• Home
  • Traveler
  • TNTN Pusat Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional

TNTN Pusat Hari Cinta Puspa dan Satwa Nasional

Minggu, 16 November 2014 23:59 WIB
PELALAWAN : Taman Nasional Tesson Nilo (TNTN) memiliki arti yang sangat penting bagi Kabupaten Pelalawan. Pasalnya, lokasi ini selain sebagai lahan konservasi juga merupakan salah satu destinasi wisata di samping Bono. Karena itu, lokasi TNTN perlu dijaga kelestariannya.

Hal ini disampaikan oleh Bupati Pelalawan HM Harris diwakili staff ahli Bupati Amiruddin Muslim, saat membuka acara Hari Cinta Puspa dan Stawa Nasional yang dipusatkan di TNTN, Ukui, Sabtu kemarin (15/11/14).

Menurutnya, upaya kelestarian lingkungan hidup kunci keberhasilannya terletak dari keterlibatan semua pihak yakni pemerintah, swasta dan terutama masyarakat.

Amiruddin mengatakan bahwa kegiatan ini adalah media guna mengkampanyekan kepada masyarakat untuk meningkatkan kepeduliannya dalam melindungi dan melestarikan sumber daya alam khususnya Puspa dan Satwa. Soalnya, ini merupakan kunci bagi terciptanya keanekaragaman hayati dan pelestarian lingkungan.

"Karena itu, spesies tumbuhan yang ada di TNTN akan diupayakan untuk dikembangkan di lokasi Kebun Raya Pelalawan yang akan dibangun di Kawasan Teknopolitan dengan luas kurang-lebih 100 Ha yang bekerjasama dengan LIPI," ujarnya.

Menyikapi hal tersebut, Pemerintah Kabupaten Pelalawan sendiri berupaya menciptakan.kondisi yang seimbang dan selaras dengan ekosistem setempat. Sehingga dengan begitu, kelestarian lingkungan dapat kembali ke arah yang positif, antara lain melalui program Adipura guna mendorong partisifasi masyarakat dalam menciptakan masyarakat yang sehat dan lingkungan yang lestari.

Sementara itu, Plt.Gubernur Riau diwakili Asisten 1 Setdaprov Kasaruddin dalam sambutannya mengatakan, bahwa peringatan ini dimaksudkan sebagai media kampanye tingkat nasional untuk meningkatkan kepedulian, perlindungan, pelestarian puspa dan satwa, serta untuk menumbuhkan kepedulian akan pentingnya puspa dan satwa bagi kehidupan manusia.

"Keanekaragaman puspa dan satwa pesisir dan laut menjadi kekayaan tersendiri bagi negeri kita, bahkan jika dikembangkan akan mampu mendukung kebijakan ketahanan pangan serta konsep pembangunan yang berkelanjutan. Apalagi maskot peringatan HCPSN Tahun 2014 adalah jenis Takka dan Penyu Sisik," katanya.

Provinsi Riau sendiri, lanjutnya, selama ini memiliki keunggulan komparatif di wilayah Sumatera bahkan di Indonesia, karena memiliki sumber daya hayati flora dan fauna yang tersebar, baik di ekosistem daratan maupun pesisir dan laut. Kondisi ini menjadikan Provinsi Riau sebagai iklim dam prospek pengembangan investasi (invesment opportunity).

"Untuk itu, isu ketahanan pangan, Undang–Undang No.18 tahun 2012 tentang pangan maka, kebijakan ketahanan pangan di daerah salah satunya diarahkan untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dan membudayakan pola konsumsi pangan yang beragam, bergizi, seimbang, dan aman serta sesuai denganpotensi dan kearifan lokal masyarakat," tegasnya.

Ditambahkannya, terkait kebijakan ketahanan pangan dan perlindungan sumber daya genetik, pihaknya menyambut baik kebijakan Kementerian Pertanian RI yang telah menetapkan rumpun Kerbau Kuntu dan Sapi Kuantan sebagai kekayaan sumber daya genetik ternak lokal Indonesia yang harus dilestarikan.

Di penghujung acara, Asisten I Setdaprov Riau menyerahkan Piagam Satria Lestari Bumi dan Sertifikat Kementrian Pertanian tentang Kerbau Kuntu dan Sapi Kuantan serta reward dari PT.RAPP kepada Kelurahan Teluk Meranti sebagai Desa Bebas Karhutla.

Hadir di acaratersebut selain Plt Gubernur Riau yang diwakili Asisten 1 Prov Riau Khasaruddin, juga tampak Kepala BLH Riau, Kepala BLH Pelalawan, Camat, Lurah se Pangkalankerinci, Kapolsek, para pimpinan perusahaan dan tamu undangan lainnya.

(feb/feb)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar