- Home
- DPRD Bengkalis
- Bengkalis Anggarkan Penanganan Virus Corona Rp182,7 Miliar
Bengkalis Anggarkan Penanganan Virus Corona Rp182,7 Miliar
Roni Pratama Rabu, 08 April 2020 19:19 WIB
BENGKALIS - Pemerintah Kabupaten Bengkalis bersama DPRD Kabupaten Bengkalis, akhirnya memutuskan anggaran penanganan virus Corona atau Covid 19, sebanyak Rp182,7 Miliar.
Kendati begitu, Wakil Ketua DPRD Bengkalis, Kaderismanto menyayangkan, informasi awal yang bergulir, kalau wacananya akan dianggarkan Rp300 Miliar. Padahal, itu baru sebatas wacana dan usulan beberapa orang anggota dewan.
Kaderismanto yang dua periode menjabat sebagai Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bengkalis ini menjelaskan, melalui pembahasan bersama dengan semua, evaluasi dan pertimbangan terhadap perkembangan covid 19 dan kemampuan keuangan daerah, maka Pemkab Bengkalis dan DPRD akhirnya memutuskan anggaran penanganan covid 19 di Kabupaten Bengkalis sebesar Rp182,7 Miliar.
"Kita sangat ingin meringankan beban masyarakat kita yang secara tidak langsung ekonomi mereka berdampak, disebabkan pendemi covid ini," kata Kaderismanto.
Ia memperkirakan, defisit APBD tahun 2020 ini bisa mencapai angka Rp1,4 triliun atau 35 persen dari pagu APBD tahun 2020. Namun, melihat secara riil asumsi pendapatan daerah yang juga berdampak disebabkan turunnya harga minyak dunia, menurunnya capaian Pendapatan Asli Daerah (PAD), hingga bagi hasil pajak provinsi dan Silpa yang kecil.
"Dan jika dihitung semua sumber pendapatan secara komperhensif, maka APBD tahun 2020 akan mengalami defisit yang cukup besar," ujar Sekretaris PDI-P Provinsi Riau ini.
Maka dari itu lanjut Kaderismanto, pergeseran anggaran penanganan covid-19 ini betul-betul dihitung sesuai kebutuhan dan ketersedian anggaran.
Artinya, hal yang menjadi prioritas adalah penanganan hingga pencegahan. Mulai dari peralatan kesehatan. Seperti Alat Pelindung Diri (APD), obat, persiapan, penambahan tempat atau ruang isolasi, hingga isentif para tenaga medis.
"Sedangkan untuk bantuan korban covid-19, dari 136 desa yang mendapat bantuan pusat, kelurahan ternyata tidak mendapatkan beberapa program yang diterima desa. Maka dari itu, diputuskan penambahan anggaran, agar masyarakat tidak mampu di 19 kelurahan tetap mendapatkan perhatian yang sama," ungkapnya.
Menurut Kaderismanto, ada lebih kurang Rp90 miliar yang dialokasikan untuk masyarakat dalam bentuk Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT) dari Dinas Sosial dan Disdagperin dalam bentuk pasar murah dan sebagainya.
Sementara itu, soal stimulan bagi masyarakat, terutama masyarakat yang tidak mampu yang terdampak langsung secara ekonomi, pemerintah pusat telah memberikan begitu banyak stimulan selama April ini.
Mulai dari PKH, bantuan sembako hingga bantuan Kemenkeu melalui Kementerian Desa yang akan di berikan langsung melalui transfer dana desa.
Selain itu, juga bantuan terhadap 2 RSUD, Puskesmas, Postu hingga Poskesdes. Kemudian Insentif paramedis dan operasional gugus covid-19 juga tak luput dari bagian yang dialokasikan.
"Jika sebelumnya ada informasi yang simpang siur terkait bagi-bagi anggaran sampai pada angka Rp300 miliar, sesungguhnya itu baru wacana dan usulan beberapa anggota dewan, belum dibahas, apalagi diputuskan," Kaderismanto mengakui.
Sebab lanjutnya, pembahasan dan keputusan baru dilaksanakan pada Senin, 06 April 2020 (malam) di DPRD. Oleh karena itu, Ia berharap agar informasi tersebut dapat diluruskan, jangan terjadi kesimpang-siuran informasi ditengah masyarakat.
"Dan kami juga tegaskan, dengan kondisi asumsi defisit kita yang cukup besar pada APBD tahun 2020 ini, maka seluruh kegiatan pelelangan dapat dikaji secara matang untuk dilakukan penundaan atau pembatalan, agar rasionalisasi anggaran betul-betul dapat menyesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah," tambahnya.
Selanjutnya, secara pribadi, Ia sangat berharap kepada Pemkab Bengkalis, agar anggaran yang besar tersebut benar-benar tepat sasaran dan dipergunakan sebaik-baiknya untuk penanganan covid-19 di Kabupaten Bengkalis.
Karena, masyarakat saat ini sedang dalam musibah dan susah, sudah pasti masyarakat berharap. Jangan ditambah kesusahan masyarakat dengan memberikan informasi yang belum menjadi sebuah keputusan.
"Kita harus fokus pada seluruh upaya pencegahan dan penanganan covid-19 ini. Karena menyangkut dengan keselamatan masyarakat banyak," tutup putra kelahiran Pulau Rupat ini.
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Galeri Foto Banggar DPRD Bengkalis Bahas APBD Perubahan 2023
-
Sosial
Sentuhan Tangan Dingin Kasmarni, Bengkalis Juara Umum MTQ Riau 2023
-
Sosial
Bupati Kasmarni Optimis Warga PKNR Mampu Bersinergi Bersama Pemda dan Masyarakat
-
Ekbis
Bupati Bengkalis Teken Mou dan Soft Launching Mal Pelayanan Publik
-
Politik
Bupati Kasmarni Terima Audiensi dan Silaturahmi Ketua Bawaslu Bengkalis
-
Sosial
Bupati Kasmarni Ikut Rapat Bersama Plt. Gubri Bahas Sejumlah Isu Pembangunan

