BI Perwakilan Riau Beri Petunjuk Tekan Inflasi bagi Daerah
Minggu, 12 Januari 2014 21:14 WIB
SELATPANJANG - Kepala Bank Indonesia (BI) Perwakilan Provinsi Riau, Mahmudi Muhammad, berpesan bahwa masyarakat harus mandiri dalam hal penyediaan bahan pokok. Sebab, semakin tinggi kebutuhan pokok, maka akan semakin tinggi harga, dan ini akan memicu inflasi di suatu daerah.
Ini disampaikan Mahmudi Muhammad, ketika di temui di Selatpanjang akhir pekan lalu. Kepada wartawan, Mahmudi mengatan, seperti sayur - sayuran, beras, dan kebutuhan pokok setiap hari masyarakat masih didominasi dari luar daerah.
Sementara, sebutnya lagi, biaya untuk mendatangkan kebutuhan itu cukup tinggi, sehingga mengakibatkan harga nya menjadi tinggi.
"Salah satu solusinya masarakat, dalam hal ini Meranti, harus mampu memenuhi kebutuhan lokal itu, agar tidak perlu mendatangkan dari luar daerah," kata Mahmudi.
Untuk diketahui, melalui Dinas Pertanian Peternakan dan Tanaman Pangan Kabupaten Kepulauan Meranti, saat ini sudah dimulai program penanaman tanaman tersebut. Namun memang belum mampu memenuhi kebutuhan lokal.
Sementara itu pihak BI Perwakilan Riau melalui program Corporate Sosial Responbility (CSR) nya, Mahmudi mengatakan bahwa pihaknya akan berupaya memicu kemandirian masyarakat seperti yang diharapkan.
Khususnya di Meranti pihaknya akan mencoba untuk menyalurkan bantuan CSR untuk meningkatkan produksi tanaman kebutuhan pokok tersebut. Sehingga, dengan kemandirian masyarakat Meranti, diharapkan angka inflasi di daerah ini dapat ditekan.***(mad/grc)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan
-
Sosial
Bupati Siak Afni Dorong Penyelesaian Konflik HGU di Jakarta
-
Hukrim
Operasi Narkotika Diperketat di Bengkalis, Ratusan Pelaku Ditangkap
-
Hukrim
Kejari Bengkalis Musnahkan Barang Bukti 110 Perkara Inkracht
-
Lingkungan
Rumah Kompos Pekanbaru Dorong Pengurangan Sampah TPA Muara Fajar

