Maksiat Marak, DPW FPI Bakal Surati Bupati Pelalawan
Minggu, 12 Januari 2014 21:17 WIB
PANGKALAN KERINCI - Makin banyaknya fasilitas umum, termasuk Komplek Islamic Center, di Pangkalankerinci, dijadikan sebagai tempat maksiat oleh para remaja, sangat memprihatinkan Dewan Pimpinan Wilayah Front Pembela Islam (DPW FPI) Pelalawan. Terkait hal itu, dalam waktu dekat ini FPI Pelalawan akan mengirimkan surat kepada Bupati Pelalawan HM Harris.
Hal ini disampaikan Ketua DPW–FPI Pelalawan Ir H Syaugi Shahab, kepada GoRiau.com, Minggu (12/1/2014). Syaugi mengatakan, dari hasil penelusuran yang dilakukan DPW FPI pada malam tahun baru lalu, sejumlah tempat di Pangkalankerinci dijadikan sebagai tempat maksiat dan hura-hura.
"Di antaranya Komplek Masjid Nurul Azmi Islamic Center, Komplek Perkuburan dan sekitar Kantor Bupati serta Kantor DPRD. Pada malam tahun baru itu, tak kurang dari 300 orang memenuhi Komplek Islamic Center, mereka berbuat maksiat di lingkungan rumah Allah. Begitu juga di areal pekuburan yang kini sudah dijadikan tempat maksiat, pada malam tahun baru itu di sana terjadi perkelahian antar remaja dikarenakan minuman keras. Tapi saat kami datang, mereka langsung bubar dan untuk kasus perkelahian kita serahkan ke aparat yang berwajib," terangnya.
Syaugi mengatakan, dari temuan di lapangan itu ada beberapa penyebab sehingga fenomena maksiat itu bisa terjadi di lokasi-lokasi tersebut. Selain lemahnya faktor pendidikan moral dari masing masing keluarga terhadap anak-anak yang notabene sebagai generasi penerus bangsa, faktor teknis lainnya adalah tidak adanya pagar atau ampang-ampang ke areal Kompleks Islamic Center.
"Sehingga siapa saja, kendaraan bebas masuk ke areal Komplek Islamic Center yang jelas-jelas adalah rumah Allah yang digunakan untuk beribadah. Idealnya, Komplek Islamic Center ini dikelilingi oleh pagar yang tertutup. Kemudian kondisi penerangan yang tidak memadai sehingga di areal tersebut menjadi tempat berkumpul yang nyaman dan menarik bagi setiap orang yang ingin bermaksiat, terutama golongan remaja dan dewasa," ujarnya.
Pasalnya, sambungnya, fakta di lapangan di daerah itu banyak pasangan muda mudi yang didapati berduaan di tempat sepi di bagian belakang Komplek Islamic Center, bahkan ada beberapa kondom ditemukan. Hal lainnya adalah belum optimalnya fungsi masjid sebagai rumah Allah SWT untuk kegiatan-kegiatan keagamaan yang sifatnya rutin.
"Sehingga hal ini menyebabkan terjadinya pergeseran nilai dari masjid sebagai rumah Allah SWT untuk berzikir dan bertabaruq kepada Allah menjadi tempat rekreasi, hura-hura bahkan menjadi sarana berbuat maksiat pada ALLAH SWT," tandasnya.
Fakta yang tak jauh berbeda ditemukan juga di kompleks pekuburan yang dijadikan sarang maksiat. Di sana, kondisi penerangan yang tidak memadai di lingkungan perkuburan menyebabkan para pelaku maksiat dapat dengan leluasa melakukan perbuatannya di tempat yang seharusnya sakral dan tempat yang seharusnya mengingatkan manusia akan kematian, malah dibuat sebagai tempat bermaksiat kepada Allah SWT.
"Kondisi seperti inikan sudah begitu memprihatinkan sekali. Kuburan yang jelas-jelas di dalamnya tertanam orang mati dan mestinya mengingatkan kita akan kematian, malah dipakai untuk berbuat maksiat," tegasnya.
Banyaknya kini lokasi-lokasi yang dijadikan tempat maksiat, lanjutnya, dikarenakan kurang optimalnya pengawasan dari berbagai pihak. Tanpa adanya tanggung jawab bersama, maka dikhawatirkan kondisi ini makin mengakibatkan tumbuh suburnya kemaksiatan di kalangan generasi muda.
"Dan jika ini dibiarkan tanpa adanya peran serta dari kita dan masyarakat lainnya, maka bukan tak mungkin dekadensi moral di Bumi Pelalawan ini akan menuju ke arah kehancurannya terlebih dengan murkanya Allah SWT," tegasnya.
Untuk mengantisipasi hal ini, masih kata Syaugi, saat ini setiap malam Minggu, DPW FPI Pelalawan akan menghidupkan masjid dengan mengadakan tausyiah agama serta kajian majelis ilmu. FPI juga mengharapkan agar Pemda bisa membuatkan pintu penutup jalan masuk ke Komplek Islamic Center pada malam hari.
"Sehingga kendaraan yang tidak berkepentingan tidak dapat masuk dengan mudah. Kemudian memasang tambahan lampu, baik di depan maupun di bagian belakang komplek, juga di areal perkuburan/rumah adat Melayu dan jalan-jalan termasuk, Kompleks Kantor Bupati dan DPRD," katanya.
Ditambahkannya, pihaknya menginginkan, begitu surat ini dilayangkan ke Bupati Pelalawan HM Harris, akan disusul audiensi dengan orang nomor satu di Kabupaten Pelalawan ini, dalam upaya mengantisipasi makin maraknya pekat yang terjadi di kalangan generasi muda di daerah ini. "Sehingga dengan begitu, dekadensi moral yang terjadi di generasi muda diuapayakan semaksimal mungkin bisa ditekan," sambungnya.***(Jhon)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Komentar
Berita Terkait
-
Sosial
Hari Raya Waisak 2026 Jadi Bukti Kokohnya Kerukunan Umat Beragama di Indonesia
-
Politik
Hewan Kurban Presiden di Dumai, Sapi Samson 950 Kilogram Jadi Kebanggaan Peternak Lokal
-
Sosial
Hari Kenaikan Yesus Kristus 2026, Menag Ajak Perkuat Harmoni dan Persatuan
-
Lingkungan
Bhabinkamtibmas Dorong Ketahanan Pangan Lewat Pekarangan Rumah di Dumai Kota
-
Ekbis
Hari Buruh Internasional 2026, Prabowo Resmikan UU Perlindungan Pekerja Rumah Tangga
-
Hukrim
Kasat Reskrim Polres Siak Tinjau Korban Percobaan Pencurian di Kampung Dosan

