• Home
  • Ekbis
  • BKP Selatpanjang Keluarkan Dokumen Sanitasi 1,1 Ton Sarang Walet

BKP Selatpanjang Keluarkan Dokumen Sanitasi 1,1 Ton Sarang Walet

Minggu, 01 Mei 2016 10:58 WIB
MERANTI - Kantor Balai Karantina Pertanian (BKP) Wilayah Kerja Selatpanjang hingga bulan Maret 2016 telah mengeluarkan Dokumen Sanitasi Kesehatan Produk Hewan untuk 1,1 ton sarang burung walet yang dikeluarkan dari wilayah Kepulauan Meranti.

Kepala BKP Wilayah Kerja Selatpanjang, Andry Pandu Latansa DVM, merincikan, Januari lalu telah dikeluarkan dokumen untuk 450 Kilogram (Kg), Februari sebanyak 350 Kg, dan bulan Maret sebanyak 300 Kg, sedangkan untuk bulan April masih direkap jumlahnya. 

"Memang jika dibandingkan 2 atau 3 tahun lalu jumlah ini jauh berkurang. Dulu itu rata-rata perbulan mencapai 900 Kg," kata Andry, Kamis (28/4) kemarin. 

Terkait tempat tujuan komoditi Kepulauan Meranti dari sektor produk hewan itu, Andry menjelaskan ada beberapa daerah. Mulai dari Jakarta, Semarang, Surabaya, Medan, Pekanbaru dan Bali. "Yang paling jauh itu ke Nusa Tenggara Timur (NTT)," ujarnya. 

Dia menyarankan agar semua pengusaha sarang walet yang ada di Meranti agar melengkapi Dokumen Sanitasi Kesehatan Produk Hewan untuk produk yang akan dilalulintaskan agar tidak ada masalah dalam perjalanan maupun sampai tempat tujuan. 

"Ini salah satu syarat sesuai dengan Peraturan Menteri Pertanian (Permentan) Tentang Tindakan Karantina Hewan Terhadap Pemasukan dan Pengeluaran Sarang Walet," jelas dokter hewan itu. 

Menurut data Badan Karantina Pertanian, selama ini negara tujuan ekspor sarang walet antara lain Kanada, Hongkong, Italia, Jepang, Kamboja, Malaysia, Philipina, Singapore, Taiwan, USA, Australia, Belgia, Macau, Thailand, Belanda, Korea. Dengan negara tujuan terbesar ditinjau dari jumlah ekspor adalah Hongkong, Singapore, Vietnam dan RRC. 

Salah seorang pengusaha sarang walet di Selatpanjang, Iwin, menuturkan saat ini jumlah harga air liur walet itu berkisar antara Rp 3 hingga Rp 4 Juta. Dia sendiri mengirim sarang tersebut pada pengepul yang lebih besar di Medan sebelum diekspor oleh pemilik izin keluar negeri. 

"Kalau dulu, harga perkilogram sarang burung walet, bisa tembus belasan juta rupiah. Bahkan di 2006 lalu sempat tembus angka Rp 34 juta, kalau sekarang susah," sebut laki-laki yang mampu mengumpulkan 5 hingga 8 Kg liur walet per triwulan itu. 

(rdk/fan)
IKUTI BERITA LAINNYA DI GOOGLE NEWS
Tags
Komentar